Terkadang, cinta itu tak seindah yang orang-orang bayangkan. Tapi terkadang juga, cinta memang terasa sangat indah.
Setidaknya, itulah yang berlaku padaku.
Melepaskan seseorang yang aku cintai, karena aku telah mencintainya dengan cara yang salah. Karena aku telah menyakitinya perlahan-lahan. Karena aku telah mengikis pertahanan hatinya sedikit demi sedikit.
Hingga ia menjadi rapuh karenaku. Hingga air matanya terus mengalir karena perbuatanku yang menyakitinya.
Sampai kapan akan ku biarkan ia menjadi sengsara seperti ini? Aku tak ingin dia hancur karena aku telah mencintainya dengan salah. Aku tak ingin ia terpuruk karena diriku yang tak sebanding dengan perjuangannya selama ini. Aku tak ingin dia bersedih lagi.
Apakah harus ku lepaskan dirinya? Dan membiarkannya bersama orang yang lebih pantas dariku? Aku tak bisa.... itu terlalu susah untuk aku lakukan. Aku tak sanggup membayangkan dirinya tertawa dengan perempuan lain. Aku tak sanggup membayangkan tangannya menggenggam erat tangan perempuan lain. Aku tak sanggup membayangkan perempuan lain membuatnya nyaman.
Tapi apa dayaku yang hanya bisa membuatnya tersakiti? Aku harus merelakannya. Demi kebaikannya. Aku harus meninggalkannya agar ia tak bersedih lagi. Aku harus mundur dan tak kembali lagi ke jejakku yang selanjutnya.
Sayang, aku mencintaimu. Aku melepaskanmu karena aku mencintaimu. Kau harus tau itu sayang. Buatlah perjuanganku yang terakhir ini membuahkan hasil. Berbahagialah, sayang. Aku di sini mendoakan yang terbaik untukmu sayang. Meskipun pada akhirnya, aku akan tetap di sini menunggumu yang tak kunjung kembali. Meskipun pada akhirnya, aku akan tetap mencintaimu hingga musim berganti dari tahun ke tahun. Meskipun pada akhirnya, aku akan kehilangan dirimu untuk selamanya.
I will love you forever. Even it's hard to let you go. Be happy there, take care of yourself and don't let any girl hurt you again.
I love you the most.
For my special one that I love the most
Love, Vena