Rabu, 30 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY


#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' DÉJÀ VU  '
PART 15 ; LAST PART.

@venacornelya
bitches @yoshesese @tivonn @rikangg @vellenw

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


‘BUK!!!!!!!’ kepala ku terbentur sesuatu kuat, aku membuka mataku. Aku ada di kamarku. Tepatnya kamar ku yang ada di Batam ini. Berarti selama ini…. Aku bermimpi? Gak ! gak mungkin ! aku memeriksa jam berapa sekarang, sekarang masih jam 5 pagi? Tanggal 20 December… berarti hari ini aku bakal pergi ke London bareng besties ku..

Gak mungkin ini semua mimpi. Ini terasa seperti real life. Aku membuka bb , ternyata ada bbm dari yoshe.
‘Vena! Uda bangun?’ bbm nya yoshe. Aku membalas ‘ already!’, ‘can’t wait for today ! LONDON!’ kata yoshe dibbm. Aku hanya menatap nya dan kembali duduk merenungkan.

Cepat-cepat aku mandi. Barang-barang sudah terbereskan. Mami papi sudah di bawa saat jam 6 pagi.

vena : mami sama papi sudah bangun ya? Kok cepat kali?
Papi : yadong, papi kan mau antar anak papi ke airport , lupa ya?
Vena : eh iya iya
Mama : sarapan dulu
Vena : oke mi.

Aku sarapan roti panggang telur dan susu. Aku makan sampai kenyang biar ntar di pesawat gak lapar ._.

Papi : oke, uda siap kan? Ayo pergi.
Vena : mami byebye! See you 3 months again! :*
Mami : bye ! mami will miss you ! see you ! :*

ANEH.

Saat di airport aku sudah menemukan mereka makan ice cream … ini mirip dengan mimpi ku! aku menceritakan kejadian ku, mereka hanya tertawa tidak percaya.

Di pesawat, aku duduk sendiri. aku bermain twitter di iphone ku.
@ZaynMalik had a weird dream last night.
@NiallOfficial OMG! What was I dreaming about?!
@Louis_Tomlinson geez, werid dream…
@Harry_Styles Met a pretty girl in my dream.
@Real_Liam_Payne wow! Amazing dream !

Tuhkan, mereka bermimpi juga? I wondering what was they dreaming about….

@VenaCornelya can’t believe it! It’s all just a dream!

Aku menutup hape dan tertidur pulas di pesawat. Aku terbangun saat pesawat sudah 10 jam berjalan. Dan tertidur lagi. Pesawat sudah ada di london, suasana sama persis dengan mimpiku. Kejadian juga sangat persis dengan mimpiku. Saat aku sedang menunggu besties di toilet… ‘BUK!’ Seseorang menabrakku hingga jatuh dan membantuku berdiri. OMG!
“You…….”
“You…….” Mata hijau itu menatapku dengan lekat-lekat dan tersenyum manis. Aku membalasnya.
It’s DÉJÀ VU .

‘EVERY END IS A NEW BEGINNING.’

THE END.

THANKS FOR READING ! GOD BLESS YOU GUYS ! :)

Selasa, 29 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' steal by zayn '
PART 14


bitches    

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................



Vena’s POV

Aku terbangun, dan mendapatkan diriku di hotel jepang.

“Ah ternyata lo uda bangun.” Kata seseorang , Harry.

“What happened?” tanyaku bingung.

“Lo pingsan waktu hujan. Jadi gue bawa lo ke sini.” Kata Harry.

Ternyata, mimpi lagi mimpi lagi! Mimpi kek yang indah, kayak mimpi nikah sama Zayn terus dibeliin ferari ._. ini malah mimpinya si zayn sama si perrie :s , ya kalau gak mimpi ketemu phineas and ferb uda bagus man.

“Thanks ya.” kataku ke Harry.

“No problem. Gue pergi dlu ye.”

“eh, mana bestiesku?”

“pergi shopping mbooo.,..”

“hah shopping? Sekarang jam berapa?

“12 siang.”

“loh….”

“Lo pingsan 2 hari Vena.”

“APAAAAAAA?” tanyaku dengan mulut selebar Hipopotamus sedang menguap.

“Gak lah, tadi malam pingsannya kok.” Kata Harry dengan muka polos. Sialan , ngerjain orang aja kerjanya.

“ooh..”

“gue pergi ye.” Kata Harry pergi dari kamarku. Menyendiri lagi. Mimpi apa aku tadi malam? Pokoknya mimpi aneh , sangat aneh dan menyebalkan.

Aku capcus ke kamar mandi , mandi mandi gosok gigi shampo shampo sabun sabun…… byurr byar byurr byar… woo segarnya. Life’s goooooooooooooooooooooooooooood yoyyyy ! setelah keluar dari kamar mandi. Aku capcus keluar hotel untuk mencari makan. Saat keluar dari kamar, bertemu dengan dia, vincent. Apa yang dia lakuka disini?

“Hai.” Sapanya tersenyum.

“Hai juga.””

“Mau pergi makan gk? Lapar nih.” Ajaknya.

“o..okay.” jawabku ragu.

Aku menaiki mobil Vincent. Suasana sangat canggung. Tapi pasti lebih canggung ketemuan sama pocong. Kalau ketemuan sama pocong , uda pasti canggung keringat dingin tuh, mencret di celana duluan. aku tak bisa membayangkan diriku mencret di depan vincent -_-

Mobil berhenti di depan Restoran mewah. Aku turun, dan masuk bersama Vincent. Kami memilih meja paling pojok. Setelah memesan makanan, kami lagi-lagi diam. Sumpah, serasa lagi di kuburan aja.

“Jones gak ikut yah?” tanyaku membuka mulut.

“gak, dia jalan bareng pacarnya.” Katanya.

“ooh. Kamu?” tanyaku santai.

“Pacar? Kebanyakan.” Jawabnya mantap. Aku melotot. Dia tertawa.

“hahaha, gaklah. Gue gak ada pacar.” Katanya santai. Ih , kasian beud. Ganteng-ganteng gak ada pacar.

“Serius?” tanyaku

“Lo mau jadi pacar gue ya?” tanyanya ngasal. Aku menatapnya kesal.

“gue gak bilang yah…” kata ku. dulu aku pasti loncat ke luar angkasa pakai kolor superman kalau di tanya gitu sama vincent. Dulu.

“Hahaha, bercanda.” Katanya. Suasana lagi-lagi awkward. Tiba-tiba ada gerombolan datang, ternyata bestiesku.

“Hai!” kata Yoshe.

“Eh! Hai!” kataku.

“Join boleh?” tanya mereka.

“boleh boleh!” kataku.

“Eh , ven. Siapa nih cowok? Kenalin dongg..” ujar Yoshe genit. Kwkwkw

“Vincent.”

“Vincent ? yang dulu,…..” aku mencubit pahanya. Dia diam sebentar, lalu memasang muka innocentnya. Tiba-tiba datang Zayn dengan muka garangnya.

“Eh zayn. Lo ngapain?” tanyaku bingung.

“Gue kan pacar lo. Ya pasti mau ketemuan sama lo dong.” Kata zayn jutek. Aku menatapnya dengan muka datar. Tetapi di dalamnya seperti ‘ANJIR LO ZAYN! GUE BUNUH LO PAKAI LADA HITAM NIH YA! UHHHHGGGG!!!!’

Tiba-tiba zayn menarik tanganku. Aku hanya mengikutinya , tiba tiba aku ditarik kembali sama vincent. Tiba-tiba mereka berdua saling melotot.

“ngapain lo?” tanya Zayn sinis.

“Hey man, santai ! gue sama vena lagi makan siang.” Kata Vincent.

“so? Gue kan pacarnya.” Kata Zayn.

“Pacar?” tanya Vincent dengan nada meledek. Tiba-tiba zayn mengepal tanganya. Aku mencubit tangannya. dia menatapku dengan tatapan kesal.

“Baru jadian uda belagu man lo!” kata Vincent panas-panasin.

‘BUK!’ satu tonjokan mendarat di pipi Vincent. Dengan cepat Vincent menonjok balek muka Zayn. Aku hanya menatap mereka berantam. Aku harus cepat-cepat menghentikan nya…. Seketika aku tertawa terbahak-bahak.

“HAHAHAHAHAAHAH……..” tawaku lepas. Seketika mereka berhenti berantam menatapku bingung.

“lo ketawa apaan?” tanya Vincent kesal.

“gak kok.” Kataku menahan tawa bohong ku dan memasang muka innocent. Pengunjung restoran kemudian bertepuk tangan ada yang tertawa, sedangkan bestiesku hanya tertawa gak jelas. Aku menaikkan alis mataku. Dan menurunkannya, menaikkannya dan menurunkannya sebanyak 10 kali yang menurutku sangat lucu pastinya, tapi nyatanya lebih mirip manusia lagi baca jambi-jambi biar bisa berubah jadi monyet kebanyakan kutu.

“Vena, kayaknya lo salah deh.” Kata Erika.

“Hah salah?” tanyaku bingung.

“kalau di tepuk tangan, seharusnya nunduk dan bilang terimakasih. Tapi lo malah melakukan ritual monyet buat nyari kutu dengan menaikkan dan menurunkan alis mata sebanyak 10 kali.” Erike mendecak. Apaan dah -_-v

“Keluar yuk.” Kataku mengajak mereka. mereka keluar. Seketika blitz menghantam kami. Tetapi mereka tampak biasa-biasa aja.

“Zayn, apakah benar kamu memiliki pacar bernama Vena?” tanya seseorang wartawan ke Zayn. Zayn langsung menarikku dan merangkulku.

“Benar sekali.” Kata Zayn senyum-senyum ke aku yang membuat bulu kudukku bergidik ngeri, senyumannya sangat mengerikan. 

“Apakah mereka teman kamu vena?” tanya seorang wartawan.

“nope. They’re my bitches!” kataku senyum gigi.

Sesampai di hotel....

“Kami mau shopping lagi loh. Sekarang baru jam 1 siang.” Kata Tivonli.

“Sana , pergi.” Kataku.

“Bye!” kata mereka. dasar tukang boros.

Tiba-tiba zayn masuk ke kamar. Berjalan ke arahku.

“Lo ngapain disini!!!!!” teriakku loncat di atas kasur dan menunjuk ke arahnya seperti gaya the changcuters gitu deh.

“Gue kan mau disini bareng pacar gue! Gak bole?” tanyanya genit. Aku hanya mentapnya sengit. Dia duduk di kasur. Aku duduk disebelahnya. Suasana sunyi.

“Uhm….” Gumam zayn.

“apa?” tanyaku jutek.

“jutek banget sih  lo!” kata Zayn.

“Lo mau ngomong apa sayang?” godaku. Tiba-tiba zayn menatapku lekat-lekat dan mendekatkan mukanya ke mukaku.

“eeh ! zayn gue bercanda man.... jangan cium gue!” kataku menjauhkan mukaku dari mukanya. dia tersenyum miring. Mukanya mendekat-dekat-dekat-dekat.

“let me kiss you.” Katanya.

“enak aja! Ciuman gue mahal man!” kataku mendorongnya jatuh di kasur. Aku cepat-cepat berdiri dan ingin keluar kamar. Tidak ingin nasibku buruk, ciuman pertamaku dicuri oleh zayn si alis tebel tebel kayak shinchan -_-

Zayn menarik tanganku. Aku seperti refleks jatuh di pelukannya. Zayn mendekatkan mukanya dengan cepat , aku ingin menolaknya, tetapi pelukan zayn terlalu kuat.

Dia menatapku lekat-lekat, jarak wajah kami hanya 1 cm loh. Aku bisa merasakan nafasnya.

Treng trenggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg, zayn berhasil mencium bibirku. Aku ingin menolak ciuman itu, tapi terlambat sudah. My first kiss L baibaii!! Aku sama sekali tidak ngerti berciuman, jadi aku hanya diam disitu. menunggu kapan ciuman tak diundang ini selesai…………..

to be continued....
kritik saran dan comment jangan lupa yaaa thanks xx :)

Minggu, 27 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY


#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' married '
PART 13

@venacornelya
bitches @yoshesese @tivonn @rikangg @vellenw

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


Zayn’s POV

Argh ! putus lagi putus lagi ! sudahlah…. Just let it go zayn, let it go. Don’t you remember? You still have Vena, yea. That girl.

“Hei!” teriak seseorang , pasti Harry.

“Huh?”

“Lo lihat vena sama siapa ? dia sama 2 pemain basket di Chicago Bulls man! Terkenal lagi !” ujar Harry panik.

“lo napa panik?”

“Gimana gak panik man, deket benget yaampun -,- cemburu gue cemburu huhuhuhu….” rengek Harry. gue menepuk badan Harry dengan kuat.

“cup cup, … eh? Kok yang nangis elu? Gue kan pacarnya -,-“ ujar gue bingung. Dia menatap gue bingung, dan kemudian tersenyum bodoh.

“oh iya,lupa gue…. Hehehe…. Nah tuh datang dia.” kata harry menunjuk vena yang sedang di lobby hotel bersama dua cowok yang oke… ah lebih okean gue kali ya?  gue mengacak-acak rambut gue biar nampak cool.

“Lo ngapain ?” tanya Harry bingung saat gue mengacak-acak rambut gue.

“Lo bilang apa?”

“nyari kutu ya? aduh zayn, mending lo mandi deh pakai shampo clear aja biar cool gitu.” Kata Harry dengan tampang tidak bersalah.

“ah bodoh amet.” Kata gue, gue langsung menyusul ke lobby bersama Harry. Vena hanya melihat kami kemudian bercanda kembali dengan cowok cowok itu. Sumpah, gue pengen bakar vena sekarang, nyebelin banget sih jadi cewek.

“Eh, siapa tuh ?” tanya seseorang yang bermuka asia, mata dan bibirnya mirip dengan vena.

“Oh,itu ya. hmm, pacar gue.” Kata vena ragu.

“acieee, playgirl dia. masa pacarin 2 cowok sekaligus.” Goda cowok yang sama.

“Eh, cuman satu aja. Tuh yang alis matanya setebel bulu beruang.” Kata vena enteng, gue menatapnya dengan muka kesal sekali. Kayak gak ada julukan lain aja.

“Oh, kenalin gue Jones, ini sahabat gue Vincent.” Katanya.

“Zayn.”
“Harry.”

“Tenang, gue bukan pacar ke tiga vena kok. Hahaha, gue adeknya.” Katanya. “ kalau sahabat gue ini, vena pernah taksir.” Tambahnya lagi. Sahabatnya menatap kami dengan muka sinis. BELAGU MAN LO!

“Oh gitu. Keberatan kalau venanya gue ambil?” tanya gue sok sopan. Jones mengangguk-anggukkan kepalanya, sementara si ‘sahabatnya’ itu tampak tidak senang. Swt banget.

“Bye bro.” kata vena memeluk mereka berdua. “kalian ngapain sih? Gangguin gue aja.” Ujarnya setelah 2 cowok asia itu pergi.

“Lo pacar gue sayang.” Kata gue sok romantis didepan Harry.

“Eh, gue cabut dlu y.” ujar harry langsung pergi.

“Apa sih lo? Sumpah, gangguin aja.”

“Emang napa sih? Lo naksir sama sahabat adek lo?!”

“kalau iya, masalah buat lo?”

“Eh, lo gak ingat kalau gue itu pacar lo?”

“Adanya pacar pura-pura.” Katanya langsung pergi.

Dia kok berubah? Gak! Gue harus mencegahnya menyukai orang lain! Gak akan gue biarin!

Gue menarik tangan vena, dan lalu membawanya keluar hotel.

“lepasin zayn!”

“gak bakal gue lepasin ! kalo lo jelasin apa yang di maksud adek lo tadi!”

“yang mana?”

“ yang pernah lo taksir.” Vena hanya menatap gue kosong, mukanya berubah menjadi sedih ?

“Gak mau.. gue… gak mau.”

“Napa?”

“gue…. Gak mau zayn!”

“jelasin vena!” kata gue menguncang tubuhnya, matanya berkaca-kaca. Refleks gue langsung memeluknya.

“gpp, kalo lo gak mau jelasin. Maaf , gue emosi.” Kata gue memeluknya erat. Seketika , banyak blitz-blitz dari kamera paparazzi.

“Zayn?” panggil vena.

“ya?”

“Lo yakin gak mau lepasin pelukan ini? Banyak papa….” Gue langsung mengecup keningnya vena. Dan menarik tangannya kembali ke hotel.

“Matilah gue!” kata vena .

“napa?”

“bentar lagi gue dapet haters banyak.” Katanya sedih. “kayanya kita harus jujur deh, kalau kita itu gak beneran pacaran.”

“Oh…. Ternyata, lo gak pacaran beneran toh?!” kata Harry tiba-tiba. Gue terkejut.

“harry…..” ujar vena tetapi tidak melanjutkannya.

“apa vena? Sudah puas bikin gue sakit hati? Makasi banget ven!” kata Harry langsung berlari ke luar Hotel.

“Harry!” teriak vena mengejar Harry.

Harry’s POV

“apa?!” teriakku kuat ke vena saat kami berdua ada di suatu tempat yang sepi , hujan turun. Yep, aku dan vena kebasahan, matanya sembab dan merah.

“Maafin gue harry!”

“Kenapa lo lakuin ini semua vena?! Apakah lo mau membalas dendam sama gue?”

“harry….” kata vena tersedak-sedak.

“Lo…. Parah ven… “

“GUE SAYANG SAMA LO HARRY!”

“GUE JUGA VENA! TAPI LO GAK PERNAH MAU BERUSAHA UNTUK DAPETIN GUE!” muka vena seketika diam sebentar, menatapku dengan tatapan nya yang sedih.

“apakah lo pernah berusaha untuk gue?” katanya langsung berjalan pergi. Aku tidak bisa berjalan,aku terpatung mendengar pertanyaan itu… apakah gue pernah berusaha untuk dia?

Aku mengejar vena yang sudah jauh dari pandanganku, aku menarik tangannya dan memeluknya erat.

“gue berusaha sekuat mungkin untuk ngedapetin lo vena, gue tetap menunggu lo putus dari zayn… itu butuh perjuangan vena.” Bisikku, dia melepaskan pelukankku dan tersenyum.

“Makasih tapi it’s too late now harry. I’ve loved zayn.” Katanya yang membuatku sakit hati bukan main.

“Gue bakal rebut lo kembali dari zayn, vena.” Kataku tidak menyerah, dia tersenyum.

“gue tunggu.” Katanya.


Vena’s POV

3 tahun sudah berlalu. Aku tetap di London. Dan ini berita yang paling bikin kalian tekejut. Gue menikah paksa dengan Zayn, tetapi pernikahan ini bukanlah keinginan ku. ini paksaan dari orang tuaku dan orang tua zayn, 3 tahun menikah dengannya, tidur sekamar tetapi tidak pernah saling menyentuh. Hari ke hari aku berkerja sebagai ibu rumah tangga yang sangat membosankan.

Sahabat-sahabatku , mereka juga sudah menikah. Tetapi tidak ada yang menikah dengan daboys, hanya aku seorang. Moment yang paling indah saat kami berlima menikah bersama-sama , hahaha, lucu bukan? Saat yang paling indah saat ciuman pertamaku di curi oleh zayn. Hanya sekali.

Sikap zayn sangat dingin dan sinis terhadapku, aku merasa tersiksa. Dia pernah berjanji kepadaku bahwa akan mencintaiku sepenuh hati, tetapi….. zayn akhir-akhir ini dekat kembali dengan Perrie.

Janji harry , sudah lama ku tunggu, sampai akhirnya aku pun menyerah untuk menunggu. Aku tidak suka menunggu, menunggu membuatku bosan, marah dan kesal.

“Hai!” teriak seseorang dari luar rumah. Aku membuka pintunya dan ternyata sahabatku ! aku langsung memeluk mereka erat-erat.

“wow, rumah lo besar banget ven! Mana zayn?” tanya Yoshe saat mereka sudah duduk di sofa, aku didapur membuat minuman untuk mereka. aku membawa nampan itu ke menja tamu.

“Biasa dong, one direction kan dari hari ke hari makin padat jadwalnya.” Kataku.

“Ooh, jadi lo sama zayn……….”

“gak yoshe, gue gak bakal mau sama dia.” potongku cepat-cepat, mereka langsung tertawa.

“Lo uda ya?” tanyaku. Dia menganggukkan kepalanya dengan riang.

“Bukan hanya gue, mereka semua juga uda.” Kata yoshe, aku menatap mereka dengan ngakak. Kalian tau kan maksud ku apa? Maksudnya mereka sudah melakukan ‘nya’. Lagi pula , aku sama sekali tidak ada niat melakukannya bersama zayn, sikapnya yang begitu dingin membuat ku ingin mati berdiri.

“tapi kok masih belum punya anak? Cepetan lah , gue mau di panggil tante vena.” Ujarku cekikikan.

“yeee, gue masih belum siap man. Kan nikah muda, gpp dong.” Kata Vellen.

3 jam kami berbincang-bincang, akhirnya selesai juga. jam menunjukkan 8 malam, aku segera menyiapkan makan malam. Zayn biasanya pulang jam 9 malam,  jadi aku membuat makan jam 8 agar makanannya tidak dingin.

Sejujurnya, aku mencintai zayn. Aku tau di balik sikap dinginnya itu, dia masih sayang sama aku. I bet on it, aku sudah lost contact dengan harry. tetapi tidak lost contact dengan yang lain, termasuk dengan bestiesku. Yep, selama 3 tahun ini aku hanya bisa melihat harry di dalam tv , tv dan tv.

Orang tua ku sekarang tetap diindonesia, keadaan mereka selalu baik. Mereka selalu menjaga kondisi mereka agar tetap sehat. Hah! Hebat sekali mereka. mereka sangat damai, aku ingin hidup seperti mereka.

Oh how I wish that was me….

Zayn’s POV

Sejujurnya, gue malas sekali mau foto berjam-jam gini. Sungguh menguras tenaga orang! Kaya gak ada kerjaan lain aja, nyanyi kek.

Jam 9 gue sudah mencapai rumah, iya. Rumahk gue. Bersama vena, istri gue sekarang. Sebenarnya gue rindu banget sama sikap vena yang periang, tapi sikap itu sudah lama hilang sejak gue menikah paksa disuruh orang tua, sebenarnya… tidak terpaksa, gue mencintai vena kok. Tapi dia sendiri sikapnya sangat dingin.

Gue membuka pintu rumah, dan berjalan ke ruang makan. Makanan sudah tertata rapi dimeja. Vena sudah menunggu disitu. Gue langsung duduk dan makan , tidak ada pembicaraan diantara kami sama sekali, canggung rasanya.

“OHOKKKK…” gue batuk gara-gara tersedak. vena langsung meletakkan garpunya pisaunya dan menuangkan air putih, dan menyodorkannya ke gue. Gue cepat-cepat meneguknya sampai habis.

“thanks.” Kata gue. Dia tersenyum… oh how I miss that smile…

Akhir-akhir ini gue sering ketemuan sama perrie. Perrie tambah cantik aja, sexy dan menarik. Sebenarnya pernikahan ini tidak ada yang tau , selain besties vena dan daboys. Backstreet man.

Gue tidak tau , napa gue bisa deket sama dia lagi. Gue ingat pas keesokan hari setelah gue nikah, gue ketemu dia di toko buku. Pas itu gue lagi mau beli buku novelnya vena, iya. Vena mengeluarkan banyak novel sekarang. Gue membaca novel itu diam-diam, ternyata kebanyakan ceritanya itu menceritakan tentang kehidupannya tetapi namanya disamarkan.

Saat itu, kami bertemu , kami berbicara sampai akhirnya gue lupa membeli novel vena. Dan 3 tahun ini, gue makin deket aja sama perrie. Bahkan ada rumor bilang bahwa zerrie is back. Yea, kami tampak seperti orang yang berpacaran, tetapi gue sangat menyesal, mempermainkan vena.

‘ cause when the roof caved in and the truth came out I just didn’t know what to do.’

to be continued...
kritik saran dan comment jangan lupa. thx xx :)

Sabtu, 26 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' him '
PART 12


bitches    

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


untung vena tidak apa-apa. Aku menahan pukulan taylor.

“Taylor!” teriakku.

“apa?! Cewek itu telah merebut LO dari gue!” marahnya.

“SIAPA BILANG?! LO SENDIRI MUTUSIN GUE!” bentakku.

“GUE GAK BAKAL PUTUSIN LO KALO LO GAK NYEBUTIN NAMA DIA!” balasnya. Tina-tiba da boys an besties vena datang. Mereka meleraikan kami. Besties vena mengompres kepala vena yang terbentur tadi. Wow benjolnya gede! Sssh!

“Tunggu pembalasan gue harry!” ancamnya taylor dan keluar dari kamar. Ah ada – ada saja dia!

“Vena..! lo gpp?” tanya Zayn langsung memeluk vena. Ouch!

“gpp..” vena membalas pelukannya Zayn. AW!

“thanks..” vena mencium pipi zayn ! AAAAWWWCCHH!!! Sakit nih sakit hati gue… huhuhu…. Gue telat merebut vena… jantung gue kayak di tusuk-tusuk sama pensil tumpul, bisa kebayang sakitnya kalau ditusuk pakai pensil tumpul. Ini semua salah gue sendiri! sekarang gue harus bikin cara biar bisa ngedapatin vena.tulis di kertas aja deh.

CARA-CARA MEREBUT VENA KEMBALI :
1. Culik zayn lalu di rebus didalam kulkas?
2. Yang penting vena happy
3. Merebut hati vena

Gue melongo sendiri baca tulisan gue di kertas ini. Cara pertama itu gak banget deh! Gimana coba rebus zayn di kulkas? Cara kedua , itu ciri-ciri orang jomblo kali ya! gak deh. Cara ketiga, merebut hati vena? Iya gue juga tau ! tapi gimana cara rebutnya? Masa potong-potong vena lalu hatinya gue ambil, hiiii gak banget deeeh!

Karena tidak merasa puas, gue remas-remas tuh kertas terus gue lempar sembarangan. Karena gue ingat gue lagi di hotel vena, jadi gue pungut lagi terus gue robek-robek, di nuklir pakai bom , terus di buang di tong sampah. Sip!

“Lo ngapain har?” tanya Niall bingung saat gue melakukan gaya ‘FIRE IN THE HOLE’ yang lebih mirip ‘AMPUN DEH CYIN’

“lo bilang?” tanya gue menaikkan sebelah alismata gue.

“Buang sampah.” Jawab niall singkat.

“yauda, emangnya lo kira gue lagi ngapain?”

“gue kira lo lagi belajar buang sampah ala banci.” Ujarnya dengan muka polos, gue menatapnya dengan kesal.

Zayn zayn zayn … kalau di bandingin sexyan gue apah dia, ya pasti jawabannya……… gue dong.

“Guys, gue balik deh ke kamar gue dulu.” Gue langsung capcus ke kamar gue. Menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Tiba-tiba gue mencium bau amis. Awalnya gue abaikan tapi makin lama baunya makin merajarela, jadi gue putusin untuk mencari asal usul bau itu. Gue berjalan sambil ngendus-ngendus, setelah setengah jam gue ngendus, ternyata baunya gak ketemu dari mana.

Terus gue angkat tangan gue karena kepegelan, darisitulah gue tiba-tiba kejang-kejang. Ternyata, bau ketek gue. Gue mengendus-endusnya, baunya lebih mirip bau shampo basi kali ya. blueek! Mungkin ketek ini kali ya bikin vena gak mau sama gue? Tau ah, gue capcus mandi. Mandi sebersih-bersihnya. Setengah jam di dalam kamar mandi, akhirnya selesai juga. gue makin wangi ajegila!

Gue keluar dari kamar dan mencari restoran terdekat, gue tidak lupa memakai kacamata untuk menyamar. Saat gue duduk, gue melirik seluruh isi ruangan, gue melihat sesosok cewek yang familiar. Bestiesnya vena tanpa vena? Gue memutuskan untuk ikutan gosip bareng mereka. (baca: gosip)

“Eh, harry, hi.” Sapa Yoshe ramah, gue tersenyum tipis kedia. Dia membalas senyumannya, ternyata yoshe ada lesung pipit juga. gue baru tau, ternyata selama ini gue gak pernah ngeluangin waktu buat kenal dengan mereka, gue sibukin vena terus. I guess it’s time to move on ?

“Lo napa har?” tanya Vellen.

“Patah hati kali ye,…” sambung tivonli. Gue menganggukkan kepala.

“Gara-gara vena?” tanya Erika. Gue menggelengkan kepala.

“terus?” tanya Erika.

“Gara-gara pitbull kali ya. yaiyalah vena….” Ujarku bercanda. Mereka ngakak.

“Lo tau gak sih , kalo lo gak permainkan vena. Hmm, maybe dia uda pacaran sama lo. Tapi yah sayangnya lo permainin perasaannya, auk deh.” Kata yoshe mengangkat bahunya.

“Terus, lo semua ada cara buat ngedapetin vena kembali?” tanya gue. Hening…………………………….. kami berkumpul mendekat, terus menatap kiri-kanan. Kayak mau ngomongin rahasia kode pin bom aja deh.

Vena’s POV

“Harus ya peluk-pelukan gitu?” tanyaku saat aku berdua dengan zayn.

“Apa?” tanyanya bodoh.

“gue baru pertama kali ketemu orang bodoh yang bisa bikin gue naik darah.” Ujarku menyindir. Dia tidak merespon, dia tetap diam, dia murung..

“Lo kenapa lagi?” tanyaku bingung.

“Gue mau balik kamar……..” katanya pelan, dan kembali ke kamarnya. What the? What’s wrong with him?

Bodoh amat, aku membuka hapeku. Aku menelepon mama papa selama 2 jam. Rasanya sangat senang mendengar mereka baik-baik saja. Sebenarnya aku sudah 5 tahun tidak ketemu adekku. Ya, aku mempunyai seorang adek laki-laki yang bernama Jones Christoper, dia ingin mengejar cita-citanya menjadi pemain basket , dia berhasil. Dia sekarang ada di tim Chicago Bulls. Sejujurnya aku sangat bangga dan rindu kepadanya. Ya kalian tau dia mengalami banyak perubahan didirinya, dia sekarang sudah memiliki tubuh yang bagus, tinggi dan ganteng. Banyak wanita yang klepek-klepek sama dia.

Dan sedangkan, mantan ‘CRUSH’ ku sekarang juga ada di Chicago Bulls seteam bersama jones, pernah waktu aku masih smp 2 dan adekku smp 1. aku berkata ke adekku bahwa aku menyukai salah satu seorang pemain basket, Tetapi dia membenciku, jones bilang dia akan balas dendam. Tetapi tiba-tiba saja tangannya mengalami accident, dia tidak bisa bermain basket selama 3 bulan lamanya, sejak saat itu dia berusaha dan berusaha mungkin mengejar skill basket nya itu. Dan disinilah dia sekarang, Jones Christoper#08 Chicago Bulls. Dan ‘dia’ #07. Malah bersahabat mereka sekarang, janji adekku hilang deh,..

Okay sudah cukup, curhat mencurhatnya. Aku membuka twitter dan melotot sendiri. Zayn broke up with Perrie? Oh no, it’s all my fault. Aku keluar dari kamar, dan menggedor kamar zayn. Tampaknya tidak dikunci, aku memasuki kamar nya pelan. Aku mencium bau rokok,ku cari asal usul bau itu, ternyata…

“Zayn? Lo merokok?” tanyaku terkejut. dia menatapku kosong, matanya merah dan sembab? Geez.. okay dia menangis boleh tetapi tidak dengan merokok. Aku mengambil rokok dari zayn tak sengaja tanganku terkena daerah apinya. aku tetap mengambilnya dan membuangnya ke kloset. Aku mencuci tanganku dengan air. Sangat perih… tiba-tiba zayn masuk dan mengambil tanganku, dia menempelkan hansaplast.

“Thanks.” Kataku

“makanya lo, kapok kan.” Katanya. Aku hanya menatapnya kesal.

“Lo nangis boleh, tapi jangan ngerokok! Lo mau karir lo hancur gara-gara rokok sialan itu?!” teriakku. Dia menatapku dengan mendongak.

“Cih, sok perhatian.” Ujarnya sok cool, aku melototinya. Dan kemudian menarik napas panjang dan membuangnya.. sabar vena sabar….. okay, kalau zayn gak mau aku perhatiin. Nyesal aku.

Aku keluar dari kamar zayn, dan berjalan keluar hotel. Aku memakai kacamata, biar tidak di hantam paparazzi, yep. Sekarang aku sudah dikenal dimana-mana. Berita bahwa aku kakaknya jones juga sudah menyebar.

Aku melihat dari luar kaca restoran, ada bestiesku bersama harry bercanda tawa. Mereka melihat aku tapi tidak ada seulas senyum dari mulut mereka. dan kemudian kembali bercanda lagi.

Kenapa ini? Kenapa dunia ini berasa seperti berputar balik? Aku mau pulang! Huhuhuhu….. okay vena. Tetap tegar … wooh..

Aku kembali berjalan dan menemukan restoran jepang yang mewah. Aku duduk disalah satu meja paling ujung. Semua di dalam sini ada teman, tidak menyendiri seperti aku. Pelayan datang dan menanyakan mau makan apa, aku memutar balikkan menu nya, makanan apa ini? Namanya Sashimi ? gambar makananan nya lebih mirip tai manusia di kasih warna merah dan dibentuk menjadi ikan mentah. Yups, cocok sekali panggilannya.

“Sashimi, japan tea.” Ujarku singkat.

“Okay, wait 10 minutes. Thank you.” Kata pelayan itu lucu. Aku tersenyum melihatnya. Setelah 10 menit aku menunggu, makanannya pun datang.

“enjoy it.” Kata pelayan itu dan pergi.

Aku mulai mebalik-balikan makanan ini berulang-ulang kali, mengecek mana tau ini beneran tai manusia? Di olah jadi ikan mentah, kan gak banget ! setelah aku membalikkan benda merah ini berulang-ulang kali, akhirnya aku pun berhenti melakukannya. Seluruh ruangan restoran menatapku dan senyum ngakak. Aku hanya bisa senyum paksa dan pura-pura makan ikan mentah itu. Ada hijau-hijau, wow! Kok bisa ada terasi indonesia disini? Coba ah.

Kampretttttttttttttttttt ~ sumpah udah gak enak nih terasi , pedas lagi.

“makanya, kalau gak bisa makan gak usah sok bisa.” Kata seseorang dalam bahasa indonesia? Aku menatapnya. Disebelahnya ada seseorang lagi yang familiar. Dua – duanya ganteng…. wow

“gak ingat?” tanyanya. Aku berpikir sebentar, rambutnya kok mirip sekali dengan jones….

“Jones?” tanyaku ragu. Dia tersenyum. Aku langsung memeluknya.

“Parah la! Uda 5 tahun gak ketemu man!” kataku melepaskan pelukanku. Aku sangat rindu kepada adekku ini, ternyata dia memang berubah drastis! Sangat tinggi ._. padahal aja aku lebih tinggi dari dia … dulu.

“Ngapain lo disini?” tanyaku ragu.

“ya jalan-jalan lah!” ketus jones. “ eh , kenalin.. Vincent.”

DEG! Di…dia?

“Ha… hah?” tanya ku ragu.

“apa ha ha ?” ketus adekku. “kenalin nih ccku, vena. Kenal kan? Pasti kalian berdua saling kenal.” Dia menganggukkan kepala. Aku hanya tertunduk lesu, haruskah aku bertemu dengan dia lagi ? dia yang sudah hampir membuatku menyerah untuk hidup? Huh!

“Makin cantik aja deh cce ku satu ini, dulu minder. Skarang uda berubah drastis dia.” kata jones sok tau, aku menatapnya sengak.

Dia harus ada disini ya? aku memang tidak beruntung, nasib ku memang sial dari hari ke hari sejak aku keluar dari rumahku yang ada di batam itu…..

I want to go home right now………………….

to be continued

kritik saran dan comment ya pembaca yang baik hati imut cimit-cimit gitu deh. thx xx :)

Jumat, 25 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' Concert '
PART 11


bitches    

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


‘Life is like hair. You need to shampoo it to make it feels better and you need to comb it to make it looks better.’

“Venaaa!!!!!! Bangun lah!” teriak Tivonli.

“kau mau ya digendong sama Harry? gak mau kan? Ayo bangun!” kata Yoshe. Aku cepat-cepat berdiri dan keluar dari pesawat. Geez ! digendong sama harry? membayangkannya saja aku uda mati berdiri durian,eh duluan.

So here I am, at JAPAN YOWWW! OW YEAAAA! LOVE THIS C-I-T-Y SO MUCH! BIG LOPE LOPESS FOR THIS COUNTRY!

“Mau berapa kali sih lo ritual ikan koinya?” tanya Niall tiba-tiba aku terkejut.aku menatapnya dengan kesal.

“Lo bisa gak sih satu hariiiiiiiiiii aja gak ganggu gue?” tanyaku kesal.

“hmmm mau kasi tau gak yA?” tanyanya yang bikin aku darah tinggi. Aku pergi berjalan meninggalkannya. Mereka memakai kimono yang membuat mereka tampak lucu. Aku berjalan bersama bestiesku. Kami tidak mau ada rumor rumor yang tidak diinginkan jadi kami berjalan dibelakang mereka. seketika di airport, banyak sekali blitz blitz yang hampir membutakan mataku.

Tapi da boys tampak biasa biasa aja. Dasar aneh ! kok ada ya manusia kayak lo lo lo semua? Huh!

“Beautiful…..” gumam Erika. Aku melihat salah satu poster di airport, mukanya mirip banget sama Vellen dan sangat cantik.

“vellen vellen! Lo lihat poster itu! Mirip sama lo !” kataku.

“Eh iya! Kok mirip banget!” kata yoshe, vellen hanya menatap aneh. Pasti dia ingin bilang ‘ mana ada! Aku hanya satu orang aja didunia! Palingan juga mereka oplas.’

“mana ada! Aku hanya satu orang aja didunia! Palingan juga mereka oplas!” ujar vellen. Tuhkan betul, vellen tidak suka ada yang mengatainya mirip. Dari kecil aku dan vellen selalu di bilang mirip. Banyak yang bilang, ini gak bohong padahal perbedaan kami beda drastisssss man.

“Hey! There look ! twins ! behind the One Direction!” kata seorang paparazzi dan kemudian blitz-blitz menghantam kami. Mengerikan. Tiba-tiba zayn memegang tanganku erat.

“Hey, jangan takut .” kata zayn menenangkan aku sampai akhirnya kami di hotel. Aku merinding didekat zayn. Ew banget deh sok baik ._. aku nanti kasih tau yoshe, kalau zayn gak se-oke yang dia kira.

“Yosheeeeee!!!!!!!” teriakku saat kami ada dikamar. Yoshe menoleh dengan muka mendongak.

“Zayn gak se-oke yang kamu bilang leeeeh!!” kataku ke yoshe. Yoshe menaikkan sebelah alismatanya.

“Iyaa beneran deh! Suer dower !” kataku meyakinkan yoshe.

“kamu benci dia ya? Ckckck….” Ujar yoshe singkat. Depakk?!!! Tiba-tiba ada telepon. Yoshe mengangkatnya

“Vena?” tanya yoshe di hape itu. Yoshe memberikan hapenya ke aku. Aku bbisik dari siapa.. yoshe bilang dari zayn, aku langsung bilang ‘ bilang aja aku gak ada disini.’ Yoshe mengacungkan jempolnya mantab.

“halo, zayn, kata vena dia gak ada disini.” Yoshe……. ARRGHH!!! AKU CEBURIN YOSHE YAA !! HUAAA!

Tiba-tiba yoshe menyodorkan hapenya. Aku mendengarnya.

“Halo..” sapa zayn.

“Vena is not here. Please leave a messages.” Ujarku singkat.

“Bohongg!” teriak Tivonli dengan kuat. Aku menatapnya dengan kesal.

“Lo jutek banget sih!” teriak zayn kuat, aku menjauhkannya dari telinga.

“ow… “ jawabku singkat.

“ntar gue ada konser..”

“hmm…”

“jadi gue gak ada disni…”

“hhmmm…” jawabku sambil meminum teh hangat.

“ Jadi lo, gue titipin ke harry sebentar, dia perginya agak telat.” Aku langsung menyemburkan tehku keluar.

“PRRRRUUUUUUUTTTTT! Hok hok hok… “ aku terbatuk-batuk.

“Gaje banget sih lo! Katanya mau konser! Tapi harry telat pergi. Ada pula yang keg gitu!” gerutuku kesal.

“Yeee…. Tau juga kali, gue hanya bercanda. Okay, ini serius…”

“hmmmm….” Aku menyedot the hangatnya dengan nikmat.

“gue nitipin lo ke louis dan niall.” Eehekkkk hok hok hokkkkk !!!! aku tersedak sehingga aku susah bernapas. Erika datang mengelus ngelus punggungku.

“HAHAHAHA!” ketawa zayn lantang.

“malesin deh lo.” Kata ku kesal.

“oke oke, ini serius.”

“gak ! gue gk mau dengar bye!”

“eeeeee iya ini serius dodol! Jadi gini loh… hmm ini ….” Apa sih zayn putu-putus.

“ini itu ini itu.. capcai deh.”

“lo ga mau ke konser kami? Yauda. Ntar M&G nya kalian ikutan lo… kalau lo gak mau ya uda.” Katanya.

“EEEEITSS,,, oke lah kalau begitu.” Kataku mengacungkan jari, mana mungkin zayn melihatnya. Wkwkwk

Aku menutup teleponnya. Aku bisa mati kalau setiap hari diteleponin zayn. Huh!

“So….ada apa?” tanya Vellen.

“kita…. Di ajak ke konser 1D, ntar ada M&G nya kita ikutan.” Kataku. Hening………..

“OH MAI GOD VEN OH MAI GODD AAAAAAA!!!” teriak mereka lantang. Aku terjungkir balek dari kursi. Dan kembali berdiri lagi. Aku mengelus-elus dadaku. Hampir saja mati.

“YOU ARE REALLY MY BEST FRIEND VENAA! LOVE YOU SO MUCHH!!” kata Yoshe langsung menguncang-guncangkan tubuhku dengan kuat. Ya tuhan aku masih belum mau mati nihh….

“i…yaa” jawabku terbata-bata. Mereka langsung memelukku selayaknya teletubies. Woah..!!

“aku tidak bisa napassss!!!” kataku. Mereka cepat-cepat melepaskan pelukannya dan aku menarik napas panjang. Hahuhahuhahuuuh!

2 jam kami memberes-beres. Akhirnya selesai, kami capcus ke konser jepang. Kami ada di ruang VIP mereka. diam-diam dong.. uda di hantam para zombies duluan… eh maksudku para wartawan… huahahahaha

“konser 1 menit lagi akan dimulai. Silahkan bersiap siap .” kata paul manajer 1D keknya…

“kamu vena?” tanya paul ke Vellen dan menatapku .

“yang mana vena? “ tanyanya sekali lagi.

“nihh..” kata vellen menunjuk ke aku.

“wow, twins. Okay , kamu akan menjadi bintang tamu di konser jepang. Besties kamu juga. jadi persiapkan diri kalian.” Katanya enteng lalu meninggalkan kami. Kami menatap dengan heran.

“vena…. Bin…bintang tamu?!kita bintang tamu?!!” tanya mereka histeris, aku mengiya-iyakan mukaku dengan pucat.

“oh iya,, vena kan phobia sama keramaian… gpp vena, kita akan menjagamu.” Kata Erika sok hebat, aku menatapnya dengan horor.

Kami didandan tipis oleh stylist nya. Aku bertemu babylux, yah comelan aku dong dari pada babylux… gak usah iri cucok bajaj yaaa :P

Aku baru sadar bahwa kami ada dibelakang panggung, aku mendengar mereka sedang bernyanyi lagu di depan panggung, aku tidak tau judul apa itu yaa aku kan bukan directioners ._.

“eh ,, itu lagu apa?” tanyaku ke Tivonli.

“Kiss you.” Katanya.

‘and let me kiss you’ end nya … harry suara harry , tak disangka kalau nyanyi suaranya wokee banget! stay classy vena, stay classy…. Wohh! Gotta do this!

‘ so here we are! Our starguess… Vena,Vellen,Yoshe,Tivonli and Erika! ‘ teriak Liam. Kami langsung berjejeran keluar dari belakang panggung, seketika blitz blitz menghantam kami, teriakan histeris penonton menyerbu kami. Aku hanya memaksakan senyumku , duhh.. kakiku bergetar.

“So…. What are we gonna do with our star guess ?” tanya si Louis. Gemaan suara penonton sangat kuat, sehingga tidak bisa mendengar mereka berbicara apa.

“hmm, ask them some questions? Not bad. Okay lets start.” Kata Liam.

“are you guys twins?” tanya Liam ke kita berdua, tapi yang ngejawab vellen.

“nope, just cousins.” Jawab vellen enteng. Aku hanya menatap lurus kedepan. Kosong pikiranku kosong,…

“this girl , called vena. Cute isn’t she?” sambung niall tiba-tiba. Mereka semua menjawab yess secara serempak, begitu juga penonton. Blitz kamera tidak berhenti menghantam kami.

“perfect besties, look at them guys… aren’t they perfect? Like angels..?” kata Louis.

Seketika jawaban lagi lagi sama, penonton histeris seketika.

“Well, guys.. can you sing a song?” tanya Harry.

Kami hanya cengengesan. Penonton mendukung kami untuk bernyanyi.

“Vena, nyanyi apa nih ? suaramu kan paling bagus, hmmm… safe and sound aja yah, kita bergantian.” Bisik vellen. Kiya mengangguk.

“Safe and sound?” tanya Tivonli di microphonenya. Seketika tepuk tangan dari penonton terdengar. Musik sudah mulai. Aku menarik napas panjang…..

‘ I remember tears streaming down your face when I said I’ll never let you go… when all those shadows almost killed your lights…….’ Vena

‘ I remember you said, don’t leave me here alone…. But all that’s dead and gone and passed tonight…’ vellen

‘just close your eyes the sun is going down you’ll be alright no one can hurt you now come morning light you and I’ll be safe and sound…’ kami berlima

‘ don’t you dare look out your window darling everything’s on fire ….’ Erika

‘ the war outside ourdoor keeps raging on…..’ tivonli

‘hold on to this lullaby even when the music’s gone… goneee..’ yoshe

Selanjutnya kami bernyayi bersama-sama. Lagi lagi tepuk tangan penonton tidak kalah meriahnya dibanding tadi.

“wow! Your voice sounds good guys!” ujar Liam.

“another questions ! from vellen!” ujar Louis. Aku menatapnya bingung, dia tersenyum bandel. OMG! Aku bakal dikerjain…. Huaaaa aku tak mau huh!!

“Who want to steal vena’s first kiss?” tanya Vellen lantang. Penonton histeris. Tiba-tiba daboys mengangkat tangannya semua. Aku menatap vellen kesal, dia hanya tersenyum ngakak. Penonton histeris lebih kuat lagi.

“I want !” ujar Louis bandel. dia mendekati aku, aku menjauh dari nya. Yang paling memalukan, aku dan louis seperti bermain kejar lari di panggung ._.

“Louis! Stop…” kataku capek, daboys hanya tertawa, penonton dan besties juga. aku menarik napas… hahuhahuhahuh…!

“just kidding, that’s fun! We should do that again sometimes…” ujar Louis ngakak. Penonton histeris. Ini sangat memalukan. Setelah konser berakhir, aku dan besties capcus ke hotel. Aku langsung menjatuhkan diriku di kasur.

“too much depression…” gumamku pelan. Aku menatap langit-langit kamar hotel dengan murung.

“Hei!” teriak seseorang dan lompat ke kasurku, aku terjerit histeris.

“sshshh!!” dia menutup mulutku dengan telapak tangannya yang besar, Harry ._.

“apa sih lo tuh! Mana bestiesku?” tanyaku. Bestiesku uda menghilang.

“ohh, mereka tinggalin lo. Mereka mau shopping, dan mereka lagi lihat lo bengong, jadi mereka gak mau ganggu.” Katanya.

“lalu lo kok bisa masuk ke kamar gue?” tanyaku bingung.

“pintunya gak tertutup rapat.” Jawabnya. Aku hanya membulatkan mulutku.

“lo masih marah sama gue?” tanyanya dengan cepat. Aku hampir tidak bisa mendengarnya.

“gak…. “ jawabku jujur. Aku memang sudah tidak marah lagi sama dia. gak punya hak..

“ooh… jadi, lo sama zayn hubungannya sejauh gini gimana?” tanyanya tiba-tiba, aku terkejut.

“hmm, baik baik saja.” Jawabku bohong.

“Lo, tau kan kalau zayn masih sama perrie?” tanyanya. Aku mendongak sekali lagi.

“hmmm, tau tau.” Jawabku bohong lagi.

“jadi lo kok masi mau sama dia?” tanyanya.

“yakan dia itu pacar pu…… ehh iya mmh itu….” Ujarku sembarangan, hampir saja aku keceplosan.

“Gaje lo!” katanya memukul pelan kepalaku. Aku mendorongnya jatuh dari kasur.

“hahahah---“ mulutku dimasukin tisue. Blueeek

“kenak lo! Hahah!” tawa Harry. aku menatap nya kesal.

“harry, aku mau ketemu bestiesku.” Kataku.

Harry’s POV

Deg! Omg!! Nononono, vena tidak boleh ketemuan sama bestiesnya. Bisa mati aku kalau dia tau bahwa bestiesnya ada dikamar ku dan membiarkanku masuk disini.

“sama gue aja disini nape….” Ujarku kesal.

“ew.. gak banget.” katanya.

“jahat lo!” kataku.

“wow gitu?” ujarnya. Aku menatapnya kesal.

“KALIANN!!!” marah seseorang didepan kami berdua. TAYLOR?!

Taylor berlari ke arah kami, pertama yang dia hantam itu si Vena, dia mendorong vena jatuh dari kasur, kepala vena terbentur ke lantai kuat…

to be continued ...

kritik saran dan comment jgn lupa thx xx

Kamis, 24 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' japan '
PART 10


bitches    

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


“Taylor.. nah tuh dia..” kata Harry sambil menunjuk ke arah pintu masuk….AW! jantungku kayak di tusuk-tusuk dan sudah berbolong 100 bolong! Harry kau kejam. Taylor sangat cantik… tentu saja dia lebih memilih aku dari taylor. 11/20 kok aku bandingin taylor.. huhuhuhu. Aku hanya menundukkan kepala dan berdoa supaya mendapat kekuatan hari ini.

“Hei Babe..” sapa taylor langsung mengecup bibir Harry. aku meliriknya dengan tatapan kosong.

“Hei..” balas Harry mengecup keningnya Taylor. Bitch please, kalau mau sok mesra mending gak usah didepan kami lagi. Ew banget !

2 jam aku menahan rasa cemburu,amarah, semua emosiku ku tahan di restoran keparat itu! Aku benar-benar sial di London. Mending pulang balek batam aja deh. Gak ada artinya aku di London.

“WOIIII!!!!” teriak Niall dengan lantang dan dengan reflek aku menghadap kebelakang. Kepalaku dan kepalanya bertabrakkan sangat kuat sehingga menimbulkan suara ‘BRUKKK!’

“Aww… vena! Jidat lo keras banget ! aduh, bentar lagi jadi saudaranya ikan Lohan ._.” kata Niall ngasal.

“salah siapa kejutin orang.” Jawabku singkat. Dia hanya menatapku dengan tatapan bingung.

Aku bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamarku. Yep, daboys sedang ada di rumah zayn not just da boys, pacar dan besties ku juga ada disini. Ada perrie juga… aku bener-bener dianggap pembantu di rumah ini!

“eitss.. mau kemana lo.?” Tanya Niall menarik lenganku dengan kuat. Aku menoleh dengan tatapan kesal.

“apa sih, gue mau tidur gk boleh? Tuh sono sama Erika aja kek napa? Ganggu orang melulu kerjanya!” ujarku kesal. Dia menatapku dengan muka idiotnya itu.

“gue sama lo aja deh,, lebih seru.” Katanya singkat lalu berjalan ke kamarku.

“Lo ngapain ke kamar gue?” tanya ku bingung.

“mau sama lo lah.” Jawab niall senyum jahil. Aku menatapnya dengan tatapn super horor.

“awas lo pegang gue , angin dari lo kalau kena gue, gue bacok lo niall.” Kataku sinis. Dia tidak menanggapi. Aku masuk ke kamarku yang super gede ini dan terbang ke kasur. Niall menutup pintu dan mengunci nya.

“NIALLL!! BUKA GAK!” teriakku histeris.

“Buka apa?” tanyanya idiot.

“pintunya! Kalau mereka berpikir macam macam gimana woii! Lo juga ngapain sih di kamar gue?!!!” tanyaku dengan suara ketakutan. Ii kalau niall ngapain ngapain gue gimana?

“gak ah, nanti mereka ganggu kita.” Jawabnya enteng. Ganggu ? kita? Apa sih yg dia bicarain?

“apa sih maksud lo!” tanya gue sambil menutup tubuh ku dengan selimut tebal ini. Dia berjalan ke arah ku aku. Bulu ku bergidik ngeri.

“Niall stop. Lo maju satu langkah, niall denger ya lo mati.” Kataku ngasal, tapi dia tidak menanggapi. Dia terus berjalan berjalan dan akhirnya dia didepan ku, duduk di kasur menatapku dengan muka idiotnya. Aku cepat-cepat melepaskan selimut dan turun dari kasur tapi tanganku ditahan niall dan aku terjatuh di kasur.

“niall! Sakit!” kataku.

“siapa suruh lo kabur. Orang gue disini cuman mau main sama lo!” ketus Niall. Aku hanya membentuk mulutku bulat.

“Mau main apa?” tanyaku bodoh. Dia menutup lampu kamar dan gelap sekali aku sampai tidak dapat melihat Niall.

“Sembunyi sembunyian..” jawabnya. “Gue cari lo ya…” katanya. Bulu kudukku merinding. Aku langsung berjalan dengan tanpa mengeluarkan suara. Bodoh banget deh aku! Napa juga mau main ini sama Niall. Huh ! aku berusaha melihat sekeliling ruangan dengan jelas.

“Vena…. Lo dimana….?” Goda Niall. Aku hanya bisa cekikikan. Tiba-tiba saat aku mau berjalan satu langkah ada yang memelukku dari belakang.

“Kenak lo! Haha lo kalah..” katanya tetap memelukku dan membuka lampu kamar. Dengan reflek aku menghadap ke dia. dia hanya memberikan senyum nya yang…. Ampunnn … dia membelai rambutku dan menaruhnya di belakang telinga ku. aku hanya bisa menatapnya dongo selayaknya ikan koi.

“Uda selesai belum acara ritual ikan koi nya?” tanya Niall tertawa, aku tersentak dan melepaskan pelukannya.

“gue kan uda bilang, gak boleh pegang gue! Sebagai penggantinya gue kasih lo hukuman..” kataku sembarangan.

“hukuman apa ?” tanyanya menyeringai. Aku berpikir keras hukuman apa yang akan kuberikan ke Niall… argh! Bodoh bukannya pikir dari pertama ! aku mendorongnya sehingga dia terjatuh ke kasur.

“Itu hukuman lo deh, gue masih baik kan.” Kataku bodoh, dan tersenyum miring. Aku mengulurkan tanganku agar dia bisa berdiri tapi dia malah menariknya dan aku jatuh di atasnya. Aku tersentak kaget. Aku melihatnya dengan kesal dia membalasnya dengan senyuman jahilnya.

“Lepasinn…” kataku berusaha lepas dari pelukan niall.

“gak boleh… udah , gue capek . lo temenin gue tidur.” Katanya, aku melongo bodoh. Apasih Niall! Menjengkelkan sekali deh.

“Yauda, lo tidur disini, gue disofa aja deh.” Kataku.

“Gakk. Gue butuh guling.” Katanya.

“tuh ada.” Kataku

“gue mau lo. Udadeh diem aja, kalau gak sampai lusa pelukan nih gak gue lepasin.” Ancamnya, aku hanya bisa diam dipelukannya yang kuat ini. Aku tidak bisa kemana-mana. Jujur, ini nyaman. Aku merasa nyaman sekali. Aku merasa aman.

***
Zayn’s POV

Mana Vena? Niall ? ugh! Apa yang mereka lakukan? Sebaiknya aku menyusul ke kamar Vena aja deh.

“Zayn, mau kemana lo?” tanya Louis.

“kamar Vena.” Jawabku singkat

“Eh kalo lo ke kamar vena, di kunci berarti dia sama niall lagi…….” Louis cekikikan , ak hanya melihatnya dengan kesal. Aku meninggalkan louis. Menuju kekamar Vena. Aku membuka gagang pintu tapi terkunci. Terkunci? Jangan-jangan…. Tidak Zayn! Positif thinking! Oh iya, aku ada kunci kamar vena, tapi ada dikamar ku dilantai atas. Malas deh. Aku mengambilnya dan menuruni tangga. Aku membuka kamar vena…

“Eh lo ngapa----wow.” Kata Louis terputus setelah melihat Vena dipelukan Niall. Mereka tertidur pulas.

“VENA!” teriakku emosi. Vena tersentak begitu juga dengan Niall. Niall tetap merangkul Vena meskipun mereka sudah terduduk.

“LO NGAPAIN? LO TAU LO NUMPANG DISNI?” tanyaku sinis. Vena menundukkan mukanya. Niall menatapku dengan muka dongo. Vena menangis? Niall menenangkannya. Louis menenangkan ku. untung yang lain gak ada disni.

“Uda bro.. mereka kan gak melakukan apa-apa.” Kata Louis bijak. Aku menarik tangannya Vena dengan kuat dan menyeretnya ke kamarku. Aku mengunci kamar, aku mendorong vena ke kasur. Dia tetap menangis.

“Lo jangan cengeng deh.” Kataku sinis.

“LO KETERLALUAN VENA!” bentakku.

“Lo bukan siapa siapa gue, lo gak berhak marahin gue! Gue bodoh ! seharusnya gue gak pernah bertemu lo dan menjadi pacar pura-pura lo!” bentak nya. Aku tersentak. Aku terdiam, dia benar. Aku bukan siapa-siapanya. Lagipula ngapain aku peduliin dia?

“Fine, kalo lo gak mau jadi pacar pura-pura gue. Kita end sampai disini saja.” Kataku singkat.

“zayn… “ panggilnya sambil terisak.

“Lo napa harus lakuin ini? Lo napa kasian sama gue?” tanyanya. Aku terkejut dengan pertanyaannya.

“Gue…. “

“sumpah zayn, tadi gue dikamar sama Niall gak ngapain-ngapain. Ciuman aja kaga.” Katanya. Seketika aku merasa sangat bersalah.

“Iya, gue tau… udah lah maafin gue. Lo masih mau jadi pacar pura-pura gue?” tanyaku , dia menganggukkan kepalanya. Aku tersenyum dan langsung memeluknya.

“Zayn?” gumam Vena.

“gue berhak dong, kan lo pacar pura-pura gue.” Jawabku.

“Udah lah, perrie marah ntar. Yuk keluar.” Ajaknya. Kami segera turun , aku kembali ke tempat perrie mereka. vena kembali ke bestiesnya.

Harry’s POV

Vena!! Gue bodoh banget sih! Bener kata zayn! Seharusnya gue tinggalin salah satu dan seharusnya gue tinggalin si Taylor! Sekarang uda telat, vena telah di rebut oleh zayn… regret

Wait.. zayn masih sama perrie kok. Lalu vena? Gue harus merebut vena kembali.

“Babe.. babee? Babe?!” suara Taylor melengking. Gue menatapnya dengan muka dongo.

“kamu mikirin siapa sih?!” tanyanya.

“vena.” Jawabku singkat.

“VENA?! ASIAN GIRL ITU? KAMU LEBIH MILIH DIA?!” tanyanya mengamuk.

“KITA PUTUS HARRY!” kata taylor langsung keluar dari taman dan pergi meninggalkanku.dasar cewek mentel, gitu aja ngambek. Huh! Gue langsung mencari vena. Dimana dia? pasti sama bestiesnya.

Nah tuh vena! Sedang tertawa bersama bestiesnya.

“Hai.,.” sapaku kemereka.

“hai juga.” jawab mereka. terkecuali vena. Dia sama sekali tidak menatapku.

“boleh pinjam venanya gak?” tanyaku bercanda,

“boleh boleh ambil aja , gak udah dikembalikan.” Kata yoshe. Wwkkwk

“apaan sih yoshe ini jahat!” gerutu Vena. Mereka semua tertawa.gue memegang tangannya vena dan membawanya jauh dari mereka.

“apa ?” tanya tajam.

“vena, gue… mau minta maaf.” Jawabku

“selesai?” tanyanya sinis. Dan beranjak pergi,gue menahan tangannya. dia menoleh dengan kesal.

“besok… um kami akan ke jepang.lo mau ikut? “ tanyaku.

“asalkan bestiesku ikut.” Katanya.

“okayy..”

***
Vena’s POV

ASIK WOHOOO!!! PERGI KE JAPAN? BARENG BESTIES? WOAAAAAAH !!!

“Asik! Kita ke japan vellen!” kataku senang.

“Berkat lo juga pun.” Jawabnya langsung membantu membereskan bajuku. Yep, aku dan vellen beda 4 bulan saja.dia lebih tua, Tapi dia sangat bersifat dewasa, sedangkan aku? Huh! Tinggi kami aja berbeda 1 jengkal. Tentu dia lebih tinggi dan cantik dari aku. Aku sama sekali tidak mengerti fashion, tapi apa boleh buat. HAHAHAHA

Setelah beres-beres kami capcus ke bandara, menunggu daboys datang. Ajaibnya lagi tidak ada paparazzi.

“Hey!” teriak seseorang, zayn.

Aku menoleh dan tersenyum. Kami cepat-cepat berjalan ke arah pesawat sebelum di kerubungi sama paparazzi.

Saat dipesawat. Aku duduk sendiri dulu tapi tiba-tiba zayn niall dan harry duduk disampingku. Tidak bisakah sehari saja aku merasa bebas dari mereka? ugggh! Menyebalkan..

Aku menoleh mereka dengan kesal dan berdiri. Aku duduk disamping liam dan louis. Rasanya sangat damai…. Hanya semenit aja. Louis mengerjai ku! dia memang jail.

“Gue tersiksa disini.” Gumamku pelan. Liam mendengarnya dan tersenyum.

“welcome to my world.” Katanya aku hanya tertawa lepas. Setidaknya bukan hanya aku aja yang tersiksa, aku ada teman… Liam.

to be continued

saran kritik comment jangan lupa yaa xx thx :)

sumpah aku baca ceritaku sendiri pun bisa merinding, alis mata naik turun. gaje ya? sorry-sorry :P


Rabu, 23 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' MAID '
PART 9


bitches    

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


NYOKKK! Aku jambak jambulnya si Zayn kuat kuat sampai dia teriak-teriak minta dilepasin. Maksudnya apaan tuh suruh aku jadi PACAR-PURA-PURA nya?! mending jadi pacar kura-kura dari pada jadi pacar pura-pur anya si zayn !!

“AAAA! LEPASIN LEPASIN VENAAAAA!!!” teriak Zayn yang badai kuatnyaa woooo!

“Lo bilang apa heh?” tanyaku sinis langsung melepaskan jambulnya. Dia terjatuh di sofa ku. aku hanya duduk dilantai melipat kedua tangannku didepan dada, dan duduk bersilang.

“LO MAU KAN JADI PACAR PURA-PURA GUWEEE GITOOWW ! BIAR CETARZZ CETARZZ MEMBAHANA?!” ujarnya Lebay, aku hanya menatapnya dengan muka mendongak. Lalu tertawa guling-guling dilantai sambil pegang perut aku yang tidak tahan. WKWKWKWKW ! MUKA ZAYN KAYAK MUKA HIPOPOTAMUS YANG LAGI NAHAN BOKERR!!

“apa lo ketawa? Kalau lo ga mau gue bantu yauda.. gue pergi.” Katanya Zayn dingin, aku langsung menahan tangannya. dia menoleh dengan kesal.

“apa lo bilang? Mau bantu gue? Telinga gue uda dikorek lhoo… “ ujarku menyindirnya. Dia melebarkan matanya dan kemudian menatapku dengan sinis.

“lo tuh ya! Malesin banget deh!” ujar Zayn kesal langsung beranjak pergi.

“gue mau,” ujarku singkat. “tapi, awas lo macam-macam sama gue!” kata gue cepat-cepat menambahkannya.

“Bagus, lo ikut aja cara gue, hmmm….” Zayn menggaruk-garuk dagunya sebentar.

“lo harus mau ikutin syarat gue.” Katanya tersenyum sinis, aku menatapnya dengan tatapan singa yang sedang menerkam mangsanya. Roaarr!

“LO SEBENARNYA NIAT BANTU GAK SEHHH?!!” tanyaku kuat-kuat dengan kesal.

“Lo kira lo siapa? Gue bantu lo hanya karna KA-SI-HAN sama lo! Lo harus nurutin gue dong! Seenak jidat lo aja jadi orang !” katanya dengan dingin. Aku hanya cemberut. Jahat banget sihh,… mau gak ya? Aduhh ! vena think !!

“jadi, lo mau gak? Gue nanyak ini sampai mulut gue uda mau berbusa tau gak sih?!” zayn hanya menatapku sinis. Aku tidak kalah sinisnya dengan dia.

“oke! Tapi awas macam-macam.” Kata ku berhati-hati.

“hhh… lo harus mau jadi pembantu gue ! kalau gak .. jangan harap gue mau ngebantu lo. Dan hasilnya akan bagus kalo kerja lo bagus. Uda no comment. Gak ada tolak tolak , awas aja lo tolak, gue bacok lo!” katanya tajam.

“jahat banget sih jadi cowok! Gue ke sini mau jalan-jalan man! Bukan untuk jadi pembantu di rumah lo!” ujarku membela diri selayaknya taekwondo.

“LO MAU NOLAK?” tanyanya galak.

“taapii…..”

“GAK ADA TAPI-TAPI! “ katanya tajam. Aku hanya menatapnya dengan tatapan ‘gue sumpahin lo jadi terong!’

“sandiwara ini akan berjalan besok, dan lo harus jadi pembantu gue di rumah gue hari ini, tidur di rumah gue. Bilang sama sahabat lo, kalo lo tinggal di rumah teman! Dan gak ada yang boleh tau ini. Awas aja!” katanya tajam.

“sana beresin baju lo! Kita berangkat 2 menit lagi!” katanya. Aku hanya berjalan menghentakkan kaki, lalu membereskan baju-baju ku. huaa!! Kalau ada orang yang bilang zayn baik ku bakar tuh orang! Huh! Menyebalkan sekali. Sebelum pergi aku menulis kertas dan meninggalkannya di meja makan.

Zayn langsung menarik tanganku dengan kuat.

“pelan-pelan lah! Lo 1 langkah , gue 10 langkah tau? Lagian kasar banget sih jadi cowok!” gerutuku kesal. Dia makin menarikku kencang. Aku diseret-seret ehh. Jahat !! aku tersiksa whuaaaa!! Saat sampai di lift dia melepaskan pegangannya itu. Aku langsung mengelus elus tanganku yang lembut ini yang sudah berwarna merah ini. Ting! Zayn langsung menarik ku dan langsung mendorongku ke mobilnya. Awww ! kepala ku terbentur benda apa itu?? Keras sekali.. zayn mengangkat tasnya dan melemparkannya ke bagasi. Gila kasar banget nih cowok!

Selama di mobil, aku hanya memikirkan nasibku yang malang ini di London. Huh! Untung aku uda sering mengerjakan pekerjaan rumah gitu, jadi aku mungkin uda terbiasa. Tapi sama aja whuaaaaaaaaa…. Sial sial siaalll!!!! Tapi , Harry. this is all for you.

“Lo harus bener-bener jadi pembantu di rumah gue. Dan diluar sana lo harus bener-bener jadi pacar gue.” Katanya dingin. Aku langsung kerumahnya yang supergede anjirrrrr gede banget! gimana mau bersihin nih  malah dirumah cuman ada aku dan Zayn. Katanya bokap nyokap lagi pergi jadi dia tinggal disini sendiri. hmm, sebenarnya rumah ini sangat bagus. Dari jendela bisa melihat pemandangan yang indah. Ada taman.. ada kolam renang?

“Dan sebagai pembantu gue, gue mau lo ajarin gue berenang.!” Katanya kasar.

“itu kamar lo!” dia menunjukkan sebuah kamar. Aku langsung pergi dan omg , kamarnya sangat bagus sekali.

“baik banget lo. Makasih deh.” Kataku singkat.

Zayn’s POV

Huh! Cewek ini sungguh menyebalkan sekali! Aku tau aku kasar tapi dia sangat menyebalkan, uda dibantu bukannya nurutin permintaan orang. Aku langsung ke tepi kolam renang dan membuka baju celanaku, aku hanya memakai celana selutut untuk berenang. Aku menunggu Vena keluar. Lama sekali..

“VENAAA!!! CEPETAN!” teriakku. Dia datang…. Memakai tank top hitam dan hotpants kuning. Dia menatapku sinis, aku tak kalah sinisnya dengan dia. dia masuk ke kolam renang dan berenang ke arah ku.

“lo mau berenang gak sih? Lagian masa ga malu , uda gede gini gak bisa berenang..” sindirnya , aku langsung masuk ke kolam renang. Dia memegang tanganku, aku phobia air… aku memegang tangannya erat sangat sangat erat.

“lo mau belajar apa dulu?” tanyanya membawaku ketengah kolam renang.

“Berenang ke sana sini.” Jawabku. Dia menatapku kosong. Ah gila! bodoh gue! Ini kolam kan gede banget! lebih gede dari lapangan sepak bola eeeh! Bukan bukan, segede lapangan basket lah wkakakaka. Eh stop! Gue mau berenang.

Vena melepaskan tangannya dari peganganku. Dia mempraktikkan gaya berenang nya kepadaku. Tiba-tiba kakiku kram. Aku tenggelam…… dan pingsan.

……………………………………

Aku merasakan bibirku hangat, aku terbatuk-batuk dan mengeluarkan air. Vena… apakah dia?

“jangan berpikir macam-macam.” Ujarnya sinis. Dan langsung balik ke kamarnya. Ugh! Menyebalkan! Untung aku belum mati duluan !

Aku bangkit dan segera mandi bebek. Setelah itu aku tetap tidak memakai baju, hanya celana selutut. Ini kebiasaanku di rumah. Saat ku turun , makanan sudah tertata rapi di meja. Harum! Aku langsung menyantapnya, dari sini aku dapat melihat vena sedang membereskan rumah. Dia tidak tampak marah atau apa. Dia tampak …. Senang? Dia bersenandung sambil mengepel? Cewek ini ternyata bukan hanya stress.. melainkan sangat STREESSS!!

“Apa lo lihat lihat? Genit banget.” ujarnya dingin. Aku tersentak dan menatapnya dengan tajam. Dia kembali mengerjakan tugasnya itu.

“bulu kuduk gue copot semua tau ga? Gara-gara ngelihat lo gak pakai baju lalu tatoo lo yang berjibun itu! Sok cool banget sih! Itu tato kata-kata agama lo, lo tatoin! Gak sopan tau?!” katanya sok perhatian. Huh! Dasar sok tau! Memang dasar asian girl!

“Gak usah sok pengertian deh lo.” Jawabku.

“eh lo kali yang nyari masalah duluan!”

“gue?! Lo kali ! jadi orang nyebelin banget!”

“lo ga nyadar ya? Lo yang nyebelin tau!”

“LO ! LO DAN SEMUA ITU LO!” jawabku sinis dan beranjak dari tempat makan.

Vena’s POV

Salah siapa sih? Dia yang ngajak jadi pacar pura-pura ku huh!

“buruan ganti baju lo! Sandiwara uda mau dimulai!” kata Zayn sinis. Aku langsung pergi ke kamarku dan mengganti baju panjang-panjang , yah kalian tau kan lagi salju gitu loh.

“Kita bakalan dinner barang besties lo dan da boys. Yang bawa pasangan cuman gue , harry , lou. Yang lain gak. Jadi lo harus bisa ber-ak-ting!” ujarnya. Aku hanya mengejeknya dengan suaraku yang kecil. Menyebalkan! Masa aku ketemuan sama besties ku tapi gak ngomong sama mereka? jahat!

Saat direstoran. Aku sudah dapat melihat bestiesku melambaikan tangan. Wajah mereka berbinar-binar melihatku berjalan bergandengan dengan zayn. Saat pintu masuk restoran, zayn mencium pipiku. Itu hanya akting! Akting yang sangat menjijikkan! Huh dia mencari kesempatan dalam kesempitan!

“Hai,,” sapa zayn ke mereka , aku hanya menundukkan kepalaku karena malu. Tiba-tiba zayn mengangkat wajahku dan menatapku dalam-dalam. Aku hanya menatapnya kosong. UGH!!! JELEK KAU JELEK KAUUU!!!!!!!!! GUE BENCI LO LOLO ZAYN!! BIKIN ORANG MALU AJA! HUH!

“sayang, kamu kenapa? Duduk yuk.” Kata zayn ‘sok’ manis dan menolongku duduk di kursi. Please deh! Emangnya aku nenek-nenek yang uda umur 80 tahun gitu? Saat duduk, aku melihat bestiesku senyum senyum sambil gosipin … AKU! Yeah pasti aku! Dan harry… pasangannya mana?

“Eh, Harry,,,lo sama siapa?” tanya Zayn tiba-tiba. Harry yang dari-tadi menatap kedepan langsung tersenyum miring.

TO BE CONTINUED

SARAN KRITIK DAN COMMENT YAAA THX XX :)

Selasa, 22 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY


#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' CHEATED '
PART 8

@venacornelya
bitches @yoshesese @tivonn @rikangg @vellenw

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


“aww…” ujarku memelas.

“Vena?!” teriak Zayn pura-pura panik. Aku tidak bisa menopang tubuhku sendiri jadi aku terbaring di lantai, keadaan setengah sadar gitu deh. Aku dapat merasakan tubuhku digendong Zayn ke sofa terdekat, dia mengambil es dan meletakkannya dihidungku.

“hey! Zayn, apa yang kau lakukan terhadap vena?” tanya Harry tiba-tiba saat melihatku terbaring di sofa.

“ah… tadi ku kira ada maling,” jawab Zayn. Hah? Aku di anggap maling? Dasar -,- ZAYN MENGERJAIKUU!!

“maaf ya vena..” ujar Zayn tapi tiba-tiba dia cekikian.. ini jebakan! Zayn awas kau! aku melihatnya sambil tersenyum tipis.

“kamu istirahat aja disini, biar aku sama zayn yang masak..” kata Harry, aku langsung bangkit dari sofa.

“aku mau ikut, pelit banget sih.” Ujarku sinis, lalu pergi ke arah dapur bersama mereka.

Okay, hmmmm… daritadi yang ngerjain cuman Harry sama Zayn doang tuh. Aku nya dikemanain?  aku sama sekali tidak tau apa yang mereka kerjakan. Jadi aku langsung meninggalkan mereka, aku bermain ke taman. Mengeluarkan camera ku dan memotret beberapa pemandangan. Tiba-tiba saat aku sedang memotret , sesosok manusia muncul di cameraku.

“WHOAAAA!” teriakku terkejut, saat aku melihatnya dengan jelas ternyata Louis. Dia langsung senyum jahil, aku menatapnya dengan amat amat amat amat amat kesal.

“Kau mau membuatku jantungan? Lalu mati? Kalau mati gak usah ngajak-ngajak dong!” gerutuku kesal. Dia menatapku aneh.

“heh? Siapa yang mau mati? Dan aku ada bilang kalau aku mati mau ajak kamu? Please,,,” ujarnya kasar. Aku cemberut melihatnya lalu dia tertawa terbahak-bahak.
“apa yang kau tertawakan? Lucu?” tanyaku sinis. Dia memberhentikan tawanya seketika tawanya meledak lagi.ugh! keterlaluan. Ku sumpel mulutnya dengan daun yang ada di taman ini, seketika dia batuk tiada henti-hentinya. Ini saat nya aku tertawa terlepas. Setelah berhenti terbatuk-batuk dia menatap ku dengan cemberut. Aku membalasnya dengan tatapan kemenangan.

“kau belum mandi ya? Iiii jorok…” ejekku yang berhasil membuat dia malu. Mukanya berubah sangat merah seperti kepiting rebus!

“sana mandiii!!” ujarku dengan gaya menutup hidung dengan kedua jariku. Dia menatapku kesal. Dia meninggalkanku di taman ini. Aku hanya senyum ngakak.

“kau memang jahil vena.” Kata seseorang tiba-tiba dengan suara yang familiar. Harry.

“biasa aja.” Ujarku singkat pura-pura menatap pemandangan.

“makanan sudah siap, kau mau makan bersamaku kan?” tanyanya sok tahu.

“jangan terlalu berharap harry. kata papiku jangan terlalu berharap, suatu saat nanti pasti akan kecewa.” Ujarku sok bijak. Dia menatapku dengan tatapan horor. Tapi ku biarkan saja, aku kembali ke ruang makan. Disitu baru ada aku sendiri, Harry lagi siap-siap, begitu juga dengan yang lain. Termasuk bestiesku, mereka sudah bangun. Tiba-tiba ada yang menarik kursi di sampingku, saat ku lihat ternyata Niall. Dia tersenyum ke arah ku, aku membalasnya.

“yang lain mana?” tanyaku ke dia, saat dia sedang duduk disampingku.

“mandi.” Ujarnya singkat.

“kok kamu cepat banget?” tanyaku.

“Lapar…” jawabnya cepat langsung mengambil makanan yang ada didepannya.

“hey.. tunggu yang lain dong!” ujarku kesal. Aku melemparkan kerupuk ke niall, dan ajaibnya dia menangkapnya dengan mulut dan berkata “twrimwkwshw vwnw..” aku mendongak melihatnya lalu ngakak sendiri.

“kau ini memang lah niall, kalau soal makanan pasti cepat.” Kataku langsung mengambil makanannya. Saat baru mengambilnya mereka SEMUA sudah datang. Aku pura-pura tidak menatap mereka, aku melanjutkan makanku.

Saat sedang asyik-asyiknya makan, Hape nya Harry berbunyi, dia mengangkatnya dan pergi ke taman. Aku menatapnya aneh, jadi ku putuskan saja mengikutinya.

“hey jelek kau mau kemana?” tanya Zayn. Aku hanya menatapnya kosong dan kembali mengikuti Harry.

“Iya, iya love you too babe taylorrrrrrr,.. muacch:*!” seru Harry saat berbicara di telepon. Ha…Harry? tiba-tiba Zayn menarik tanganku kuat dan aku dapat merasakan pelukan hangatnya. Aku menangis dalam keheningan. Zayn yang sudah tau ini pura-pura sedang berpacaran denganku, membuat Harry jealous kali? Harry teganya kau… kau memang pandai membuat wanita jatuh hati.

“Eh,, vena?” Ujar Harry kaget saat melihat aku dipeluk oleh Zayn.aku cepat-cepat menghapus air mataku dan berakting bahwa aku sedang berpacaran dengan Zayn.

“Sayang… uda siap belum peluknya?” tanyaku ke Zayn pura-pura. Zayn melepaskan pelukannya , dia menatapku mengerti dan tersenyum sangat manis. Harry melihat kami berdua dengan bingung. Harry, kau sungguh keterlaluan. Sangat keterlaluan. Harry langsung meninggalkan kami berdua.

Aku langsung menatap Zayn sinis. “ apaan sih peluk-peluk?!” tanyaku sinis. Dia melihatku tidak kalah sinisnya.

“LO..! uda dibantu bukannya bilang apa kek, malah marah-marah gak jelas. Ini gue kasih tau ke lo ya…” tiba-tiba omongan zayn terputus. Aku melihatnya heran.

Zayn’s POV

“Lo, jangan sekalipun kasih tau vena.. kalau gue masih berhubungan dengan Taylor.” Ujar Harry.

“lo mau permainin Vena ya? Kalo lo suka ya napa gak tinggalin salah satu dari mereka aja?” tanyaku heran.

“bukan urusan lo.” Kata Harry ketus. Aku menatapnya dengan sinis. Dia langsung kembali memasak masakannya.

……..

“LO..! uda dibantu bukannya bilang apa kek, malah marah-marah gak jelas. Ini gue kasih tau ke lo ya….”

“Apaa?!” ketus Vena.

“gpp.” Ujarku singkat. Langsung meninggalkan Vena, dia menarik tanganku. Aku menoleh dengan malas dan menatapnya dengan kesal.

“Lo.. Lo… gue tadi dengar pembicaraannya Harry. dia masih berhubungan dengan Taylor kan?” tanyanya langsung. Aku terkejut dengan pertanyaanya. Aku menatapnya kasihan.

“Lo dengar apa?” tanyaku singkat tapi tatapanku masih memberikan tatapan sinis.

“ ‘iya-iya love you too babe taylorrrr..’ “ ejeknya dengan suara cemprengnya.

“oh… taylor kan banyak! Ada taylor lautner juga kok!” kataku ngarang.

“Hah masa? Jadi Harry gay dong?” tanyanya tiba-tiba. Aku menepuk dahiku dengan kuat. Ini cewek dongo nya gak main!

“lo bilang?” tanyaku sinis. Dia hanya menatapku kesal.

“tadi, lo nyelamatin gue.. thanks.” Katanya singkat langsung pergi meninggalkanku. Ini cewek! Gue benci benciiii!!!!!!!! Ugh! Ngeselin aja kerjanya !

Aku kembali ke tempat makan , tapi tidak mendapatkan Vena duduk disitu. Baguslah, setidaknya tidak ada cewek gila disni yang mengganggu mood makanku.

Vena’s POV

Ugh! Harry jahat! Hebat kali bisa buat aku jatuh hati. Untung masih belum parah nih jatuh hatinya. Kalau uda parah, aku uda nangis darah dari tadi.

“vena..tadi kmu ngapain sama zayn?” tanya seseorang tiba-tiba. Harry lah siapa lagi ..

“emangnya napa?” tanyaku sinis. Dia menatapku dengan tatapan nya itu… aku langsung berpaling dari tatapannya. Tidak! Tidak akan ku biarkan Harry melukai hatiku lagi! Tidak akan…. Kalau disuruh milih palingan dia juga bakal milih taylor dari pada aku. Cantiknya 11/20 kali ya… huhuhuhu harry jahat banget sih…

“Lo napa?” tanyanya sok perhatian.

“Gue tau semuanya Harry! lo gak bisa bohongin gue lagi!” ketusku kuat , bahasaku berubah, aku sudah tidak memakai aku kamu lagi.. aku berubah?

“maksud kamu apa sih ven?” tanyanya bingung.

“Lo… lo masih sama Taylor kan?... lalu kenapa lo bikin gue jatuh hati ke lo..? “ tanyaku terbata-bata, tak sangka air mataku jatuh.

“Lo… beneran jahat Harry! lo jahat!” teriakku, Harry berusaha memelukku. Tapi aku menolaknya. Aku berjalan cepat ke arah ruang tamu dan mengambil tasku. I’m OUT! I hate ONE DIRECTION!

“vena?” Gumam Vellen. Aku tidak menoleh sama sekali. Aku berjalan keluar dari 1D base camp dan kembali ke hotel dengan taksi tentunya.

You said i’ll be your wife, but that’s all jokes right?! You’ve never say the truth! You’d lied ! you’re a liar Harry! so much hates for you!

Di hotel aku hanya menangis. Sambil menatap langit-langit. Aku berpikir ulang, moment indah itu hilang! Hilang ! ini semua hanya sandiwara Harry ! aku hanya pemeran ketiga dalam sandiwaranya ! harry… aku membencimu tapi disisi lain aku …. Mencintaimu.

‘tok tok tok’ suara pintu diketuk. Malas banget deh! Orang lagi asyik-asyiknya nangis juga. hah? Asyik-asyiknya nangis? Jangan bilang bahwa aku sedang menikmati saat yang tragis ini! Aaaaa apakah aku mulai gila?!!

“Si…..,” ternyata Zayn. Aku menatapnya sengak.

“ngapain lo datang ke sini? Gak penting ! sana pergi!” usirku aku menutup pintu tapi di tahan oleh kakinya.

“apalagi? Cepetan ngomong, gue gk ada waktu.” Ujarku bohong.

“gak ada waktu? “ tanyanya gak percaya.

“IYAA!! CEPETAN!!” ketusku.

“gue kasian banget ngelihat lo dipermainin sama Harry… jadi……”


to be continued ..

kritik saran dan comment jangan dilupakan ! :P thx xx