Rabu, 27 Februari 2013

#1DLS #ZLS PART 8


#1DLS #ZLS Part 8

#1DLS #ZLS
Part 8
'daripada orang yang kucintai menderita, lebih baik ku abaikan saja cintaku.'



bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D

enjoy ! xx

....................................................





Pa….pacar? apakah harry? kalau harry seharusnya aku senang. Itu memang keinginanku….Tapi aku tetap tidak bisa. Aku tidak ingin jenna berada di sisi orang lain. Aku ingin dia berada di sisiku selalu. Selalu…. Tapi, jenna………… cintaku hanya untuk mu seorang. Aku tahu aku egois. Aku sungguh mencintai jenna….

        Akhirnya aku kembali berjalan ke arah mobil dengan hati dan pikiran yang kacau. Andai saja cerita cintaku bisa seperti di cerita-cerita, bisa live hapilly ever after…. Tapi sayangnya cerita cintaku tidak seperti di cerita-cerita fiksi. Wake up zayn, this is a real life….

        ‘ kalau lo membuat nya menangis lagi, gue sungguh-sungguh bakal ngerebut jenna.’ kata-kata harry kembali tengiang di kepalaku.

Jenna’s POV

        Maafkan aku zayn, aku terpaksa membohongimu. Seandainya saja situasi mengizinkan kita untuk bersama , aku akan selalu bersama mu zayn. Tapi memang kita tidak berjodoh. Lagipula , kamu masih ada perrie , sepupu tercintaku. Tidak mungkin aku mengkhianati sepupu tercintaku sendiri. ‘daripada orang yang kucintai menderita, lebih baik ku abaikan saja cintaku.’

        Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Perrie mengajakku makan di rumah seseorang , kata perrie rahasia. Ugh menyebalkan sekali. Memakai gaun ini sungguh tidak nyaman. Apalagi mukaku di dandan. Rasanya sungguh sungguh tidak nyaman.

        Mobil sudah berhenti di satu apartmen yang sungguh besar dan indah. Milik siapa ya? pasti sangat kaya sekali orang ini. Atau mungkin ini apartmen milik teman perrie? atau saja milik anaknya kerajaan di london? Woah …. Eh sudah lupakan. Pasti orang ini sangat spesial sekali.

        Aku dan perrie memasuki apartmen ini, dan isinya adalah beratusan manusia-manusia yang terdiri dari perempuan dan laki-laki yang memakai pakaian mewah. Acara apa sih ini?

“perrie, acara apa sih ini?” tanyaku bingung. Perrie menoleh dan hanya tersenyum jahil. Dasar anak tengil, suka banget ngerjain orang.

“aku ingin menemui seseorang, kamu bisa kan kutinggal sendiri?” tanya perrie. aku mengangguk. Perrie meninggalkanku, aku mencari tempat duduk. Aku celingak-celinguk mencari tempat duduk , aku mendapat kursi paling ujung. Aku pun menuju ke arah sana dan duduk sendiri. menyendiri.

        Moment tadi pagi kembali menghantui pikiranku. Dimana saat aku dipeluk harry secara tiba-tiba dan aku membohongi orang yang sudah lama kucintai. Aku menyesal karena membohongi zayn tapi disisi lain aku tidak menyesal karena perrie tidak kenapa-kenapa.

        DJ terus memainkan musiknya, orang-orang menari, berdansa dan banyak lagi. Di antara kerumunan orang itu, aku melihat sepasang kekasih yang sedang berdansa dengan romantisnya. Zayn dan perrie. tentu saja. Dada ku terasa sangat sakit melihat pemandangan yang seharusnya indah itu.

“hei… dansa sama gue yok!” ajak seseorang tiba-tiba menarik tanganku ke arah kerumunan itu.

“Apa – apaan si-----“ aku terdiam sejenak saat mengetahui harry yang mengajak ku berdansa.

“apa?” tanyanya sinis. Sumpah nyebelin banget nih orang

“apa ‘apa’?!” kataku kesal. Harry meletakkan kedua tanganku di pundaknya dan kedua tangannya di pinggangku.

        Oke, keadaan semakin canggung. Berdansa dengan orang yang ku benci? Sangat lucu. Tidak, tidak lucu. Tiba-tiba saja jantungku berdegub sangat kencang. Bulu kudukku berdiri. Aku daritadi hanya menundukkan kepala.

        Harry mengangkat wajahku dengan kedua tangannya dan kembali meletakkannya lagi di pinggangku. Dia menatapku dalam-dalam dan tersenyum sangat manis.

“stop it.” Kataku tiba-tiba. Aku yakin mukaku semerah tomat sekarang.

“stop what?” dia kembali menatap ku dalam-dalam dan tersenyum manis. Senyuman artis.

“jangan tersenyum begitu, sangat mengerikan.”

“mengerikan?” tanya harry terkejut. aku menganggukkan kepala. Dia menarik tubuhku ke tubuhnya. Aku harus mengangkat kepalaku sedikit untuk menatap matanya.

        Aku dan dia berdansa sangat dekat dan saling bertatap-tatapan. Jantungku sungguh berdegub dengan kencang, pikiranku hilang, yang hanya kupikirkan adalah apa yang akan harry lakukan setelah ini? Aku sungguh tidak tau harus berbuat apa.

“Jenna… sebenarnya lo datang ke london untuk apa sih?” tanya harry tiba-tiba. Aku terkejut dengan pertanyaan itu sementara.

“ummm…..” aduh aku harus jawab apa nih……..?! 


lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me on twitter  xx

Selasa, 26 Februari 2013

#1DLS $ZLS PART 7


#1DLS #ZLS Part 7

#1DLS #ZLS
Part 7
' asking back the promise '



bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D

enjoy ! xx

....................................................

Perrie’s POV

        Hoaaam…. Aku terbangun cukup pagi hari ini. Jam 6 pagi, pas. Woaww, tumben sekali aku bisa bangun sepagi gini. Main-main ah ke kamarnya jenna. eh, gak usah deh mana tau dia lagi tidur. Sebaiknya aku mandi sehabis itu sarapan.

***
Tok tok tok , aku menetuk pintu kamar jenna saat jam 7 pagi. Tidak ada respon, jadi aku masuk secara diam-diam. kamar itu kosong, hampa. Aku berjalan ke arah meja rias, disitu ada surat.

‘ Sorry Perrie :’( aku pergi dulu ya. aku ingin kembali ke bradford. Tiba-tiba saja aku merasa rindu kepada orang tua ku. kau tidak akan marah kepadaku kan? Aku harap tidak. Terima kasih untuk semua ini ya perrie !

Sincerely,
Your cutest sister,
Jenna Charlotte. ‘

        Je…. Jenna?! aku langsung berlari menuruni tangga, disitu sudah ada mbak tina.

“mbak, jenna kemana?” tanyaku panik

“katanya sih mau ke bandara, jam 5 pagi gitu lah. Belum lama-lama amat.” Kata mbak tina. Aku langsung berlari ke arah mobil.

“mr.powni , tolong antarkan aku ke bandara sekarang juga!” kataku panik.

“baik non.” Mobil pun melaju kencang.

        Aku langsung menelepon da boys, ingin meminta bantuan mereka.

“halo?! Tolong hentikan jenna, dia ingin pulang ke bradford. Aku mohonnn…”

“apa?! Kami akan ke bandara sekarang juga...tut…” telepon di putuskan.

        Jenna jenna, jangan pulang jenna. aku mohon….. kamu tidak berpikiran jernih…. Ya tuhan , jangan biarkan dia pulang ke bradford. Aku janji akan selalu menjaganya… aku tidak ingin dia bertemu cowok keparat yang telah menyakiti hatinya jenna!

***

        Aku berlari ke arah airport. Semoga saja tidak ada orang yang mengetahui aku…. karena hal itu akan memperlambat aku mencari jenna.

“PERRIE!” OH NOOOOOOOOOOOOOOOOOO , aku langsung berlari dari kerumunan orang itu. Tiba-tiba aku tertabrak seseorang. Ternyata zayn.

“zayn,, jenna…..”

“iya, yang lain lagi menyarinya, kamu sebaiknya tunggu di mobil saja.” Kata zayn meninggalkanku.

        Semoga saja tidak terjadi apa-apa kepada jenna…..

Zayn’s POV

        Saat mengetahui jenna ingin kembali ke bradford…. Aku hanya tidak percaya saja. Aku lebih tenang jika dia dekat denganku. Tidak jauh dari pandanganku. Meskipun aku tidak bisa mendampinginya, aku masih bisa menjaganya dari jauh. Aku tidak ingin jenna menemui masa lalunya lagi.

“JENNA!” teriakku saat mendapatkan jenna sedang berjalan ke arah pesawat. Dia menoleh sebentar dan kemudian berjalan kembali. aku baru ingin mengejarnya, harry memeluknya erat dari belakang.

        Entah mengapa , hatiku sakit sekali melihat pemandangan itu. Sakit sekali , melihat orang yang aku cintai dipeluk oleh sahabatku sendiri. tidak zayn, kamu sudah punya perrie. wake up !

        Aku berjalan ke arah mereka sambil menahan perih di hatiku ini. Dari jauh aku melihat mereka sedang bertatap-tatapan.

“hey guys..” sapaku ke mereka berdua. Harry tersenyum.

“hey zayn…”  sapa harry

        Ini memang rencana ku. menyuruh harry untuk menjaganya setiap waktu. Kalau harry yang menjaga jenna, aku akan percaya. Jenna, maafkan aku. aku tidak dapat menepat janji ku itu…. Sejujurnya aku masih ingin menanyakannya kepadamu jenna. tapi situasi tidak mengizinkan kita untuk bersama. Mungkin kita memang bukan jodoh.

        Harry dan jenna sangat cocok. senyuman mereka sangat perfect yang mampu membuat hati orang meleleh, ya. aku salah satunya. Aku orang yang pernah di buat jatuh hati oleh jenna hanya dengan senyumannya. Personalitynya juga sangat menyenangkan. Tidak egois. Selalu memikirkan perasaan orang lain. Berpikir sebelum mengambil langkah-langkah yang akan dia ambil.

“Jenna, jangan pulang ke bradford.” Pinta harry.

“kenapa? Ada masalah?”

“jutek banget sih , yaampun.” Kata harry cemberut.

“habisnya kamu nyebelin bangettt..”

“udahan ah, kasian perrie. ntar kesepian kan.”sambungku.

“guys, gue balik ke mobil dulu ya.” kata harry meninggalkan kami berdua. Rasanya sangat canggung sekali.

        Selama diam beberapa menit , akhirnya aku membuka pembicaraan.

“jenna….”

“sudah lah zayn, gue sudah tau semua ini.”

“jenna , lo tidak mengerti..”

“gue mengerti kok zayn, gue mengerti. Kalian berdua adalah orang yang paling gue cintai seumur hidup. Gue senang bisa lihat kalian berdua senang…”

“bagi gue hanya bisa senang kalo ada lo jenna…”

“zayn! Lo gak boleh bilang begitu! Lo miliknya perrie dan awas kalo lo sakitin hati dia! gue gak bakal maafin lo !”

“jenna….gu… gue ingin menanyakan kembali janji gue itu…”

“stop it zayn…. Lupakan semua kenangan itu…. Lo uda ada perrie, lo harus bersyukur punya dia zayn ! ”

“ lo mau gak jadi pacar gue?” tanyaku gugup.

“Zayn....gu....gue… gue uda ada pacar.” Kata jenna meninggalkan ku. DHEG ! hatiku rasanya sangat sakit. Sakit sekali. Tiba-tiba saja aku menjadi sesak napas.



lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me on twitter  xx

Senin, 25 Februari 2013

#1DLS #ZLS PART 6

#1DLS #ZLS Part 6

#1DLS #ZLS
Part 6
' no matter what happen '



bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D

enjoy ! xx

....................................................



“Jenna? aku sungguh minta maaf.” Ujar perrie sedih.

“Gak kok perrie, aku hanya mengerjai mu saja. Hahaha,” kataku berusaha membuatnya senang. Dia tiba-tiba dia memukulku pelan.

“ada ada saja lah kamu ini jenna, suka sekali mengerjai orang.”

“ketularan kamu kan perrie?” sindirku sambil tertawa kecil.

“enak saja!” kata perrie melemparkan bantal ke arah ku. hop! Aku menangkapnya. Aku tersenyum puas ke arah perrie. Perrie hanya tertawa.

“so, ceritakan tentang cinta mu dong!” seru perrie.

“kalau aku menceritakannya , kamu berjanji juga akan menceritakannya?” tanyaku. Perrie tersenyum dan menggangukkan kepalanya dengan mantap.

“janji?” tanyaku mengulurkan jari kelingkingku untuk memastikan.

“promise !” perrie mengaitkan jari kelingkingnya di kelingking ku.

“okay…. Jadi gini loh ceritanya. Dulu aku sempat bertemu dengan laki-laki yang 1 tahun lebih tua dariku dan tentu saja lebih tinggi dariku. Dia berbeda, dia sangat tampan, keren dan berhasil membuatku jatuh hati dengan senyumnya itu.”

“mengapa?”

“karena ketika dia senyum , kedua lesung pipinya langsung timbul yang membuatnya sangat tampan. Tapi saat itu dia tidak tersenyum ke arahku, dia tersenyum ke arah seorang perempuan. Yaitu sahabatku sendiri. kau tau kan ? perasaan nya gimana kalau orang yang kita cintai mencintai sahabat kita sendiri dan,,, sahabat kita sendiri juga mencintai nya…”

“mm-hm..”

“karena aku sayang dengan sahabatku , aku memutuskan untuk merahasiakan ini darinya. Aku sangat menyayangi sahabatku seperti menyayangi saudaraku sendiri. sampai suatu hari ada seorang laki-laki yang berbeda 3 tahun denganku menjadi sahabatku. Aku sering curhat ke dia, dia sering membuatku senang ketika aku sedih. Dia selalu ada disamping ku ketika aku membutuhkannya. Dia sangat suka bernyanyi dan suaranya ….”

“bagus?”

“Yaampun bagus sekali. Dia bilang kepadaku bahwa dia ingin ke london dan ingin mengikuti kompetisi bernyanyi. Aku senang mendengarnya, tapi kalau dia pergi ke london aku akan sendiri lagi kan di bradford? Dia bilang begitu kepadaku, dia sangat perhatian kepadaku. Saat itu aku jatuh cinta kepadanya. 1 minggu kemudian dia menembakku, tapi aku menolaknya. Aku menolaknya karena disisi lain aku masih mencintai orang lain , di satu sisi aku juga mencintai dia. aku tidak ingin menyakiti hatinya lebih dalam lagi. dia tau kalau aku mencintai orang lain , yaitu pacar sahabatku sendiri. tapi dia tidak tau kalau aku mencintainya.”

“hmmmm….”

“lalu dia berjalan pergi , aku menarik tangan nya dan bilang bahwa aku mengizinkan dia pergi ke london untuk megejar mimpinya. Dia sangat senang dan disisi lain juga sedih begitu juga denganku. Keesokan harinya dia berangkat dengan keluarganya. Selama dia pergi , aku berhasil melupakan cinta pertamaku dan berhasil jatuh cinta ke dia. tapi selama 7 tahun…. Aku tidak pernah mendapat kabarnya lagi… ” ceritaku panjang lebar.

Tak sangka,, sebutir air mata jatuh dipipiku. Sakit rasanya mengingat kenangan itu kembali. Sangat sakit. Jika saja aku mengetahui hal ini akan terjadi, aku tidak akan datang kesini untuk mencari dia. karena aku sudah tau , kalau dia adalah milik kakakku sendiri.

“sudahlah, jangan sedih. Kemungkinan besar dia masih ada di london. Kau ingin aku mencarinya?” tanya perrie perhatian.

“tidak… terima kasih.” Kataku menghapus air mataku.

“aku berjanji akan menemukannya, karena aku tidak dapat melihat kamu bersedih.” Kata perrie mantap.

“jangan perrie. Aku ingin melupakannya….” Aku berusaha menolak pernyataan perrie. Kalau sudah begini , aku yakin sekali perrie tidak akan menolak. Jika dia berjanji, dia akan selalu menepatinya. Tidak ! tidak boleh. Hal ini sungguh tidak boleh terjadi.

“jangan mudah melupakan orang yang kita cintai , apalagi orang itu juga mencintai kita. Cinta seperti itu sangat susah di temukan, jenna. jangan menyia-nyiakan kesempatan kedua.”

“tapi perrie…”

“gak ada tapi-tapian. Sudahlah jenna, kamu tidur dulu saja. Selamat malam.”

“kau belum menceritakan cerita cintamu?”

“kapan-kapan saja, aku berjanji akan menceritakannya. Night jenna! sleep tight.”

“night perrie.” Gumamku kecil sambil berjalan keluar dari kamar perrie. aku memasuki kamarku dan melempar tubuhku sendiri ke atas kasur.

Mengapa hal ini harus terjadi? Sebaiknya besok aku kembali ke bradford saja. Akan ku buat alasan kalau aku tidak nyaman berada di london. Ya. sebaiknya aku rahasiakan ini dari semuanya. Aku akan kembali ke bradford diam-diam dan sendirian. Aku akan membereskan baju-bajuku.

Seberapa banyak air mata yang harus kuteteskan untuk membuatku istimewa di hatimu, zayn? Seberapa banyak? Tak sadar aku meneteskan air mataku. Aku langsung menimpa wajahku dengan bantal. Aku berteriak sekuat-kuatnya. Mengeluarkan uneg-uneg ku sekalian.

Sudah kuputuskan, besok aku akan pulang ke bradford no matter what happen.



lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me  xx

Sabtu, 23 Februari 2013

#1DLS #ZLS PART 5 ENJOY XX

#1DLS #ZLS Part 5

#1DLS #ZLS
Part 5
' cukup aku saja '



bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D

enjoy ! xx

....................................................



“what’s wrong zayn?” tanya liam bingung.

“nothing’s happen.” Kataku bohong, aku mempersilahkan liam masuk dan kembali menutup pintu kamarku.

“oh come on ! I know that you’re hiding something.” Kata liam membaca pikiranku. Aku duduk termenung di kasurku.

“okay…. It’s ‘bout jenna.” kataku pelan meremas kepalaku dan rambutku.

“jenna? sepupu perrie itu? Ada apa?”

“dia…..”

Harry’s POV

“dia adalah wanita yang gue tunggu-tunggu selama 7 tahun ini.” Kata zayn pelan.

What? Zayn menyukai jenna selama 7 tahun ini? No way! Aku pasti salah dengar! Dear god, please help me. be strong harry! you can find someone else! No ! there’s only jenna in my life…. She’s the one! No ! aku harus berusaha melupakan jenna sebelum aku benar-benar jatuh cinta dengannya. It’s liam and zayn already. My bestfriends. Aku tidak mau merusak hubungan ini. Sungguh.

“serius lo zayn? Itu napa sebabnya lo kadang-kadang murung?” tanya liam.

“Yep, lo suka sama jenna ya?” tanya zayn.

“sekedar suka aja , masih belum fall in love. Gak lah, gue gak bakal cinta sama dia kalau uda tau sahabat gue cinta sama dia.” kata liam bijak.

“thanks brotha…”

“so, lo belum tau kalau perrie itu sepupunya jenna ?”

“belum, gue baru tau sekarang. Gue bodoh banget! gue kira pacaran dengan perrie bisa buat hidup gue better, tapi gak. Gue nyesel. Gue gak nahan sakitin dua hati cewek sekaligus liam. apalagi mereka keluarga. Please help me…”

“lo emang bodoh.” Kata liam

“gitu kali…..”

“lah , tadi lo yang sendiri ngaku lo emang bodoh ,” kata liam

“whatever, gue kira lo bakal bantu gue…. Uda hush hush,” zayn mengusir liam.

“eeeeits, gue tau siapa yang bisa bantu….”

“siapa?”

“yang ada di depan kamar lo sekarang,” kata liam. DEG! Jantungku berdegub kencang , seperti sangat kencang. Dari mana liam tau kalau aku ada disini? Aku langsung pelan-pelan beranjak dari depan kamar zayn….

“GOTCHA!” zayn dan liam menarik baju belakang ku. aduh aku tertangkap basah…. Aku diseret ke kamar zayn.

“hei hei, slow down bro. baju gue mahal nih.” Kata ku sok iya

“I don’t care , nguping aja kerjaan lo! Pantes lo keriting.” Kata zayn sembarangan, aku hanya memamerkan gigiku yang menurut ku bagus dan rapi ini.

“liam , maksud lo apa gue bisa bantu?” aku menaikkan alis mata sebelah kiriku.

“gini………………”

Jenna’s POV

“what was that?” tanya perrie galak

“aku hanya tak ingin berbicara dengan pacarmu…”

“tapi tadi kamu sudah berjanji akan berbicara dengannya !” seru perrie ngambek.

Yep, tadi aku sempat berjanji dengan perrie akan berbicara dengan pacarnya perrie karena aku ingin bermain dengan perrie. Tapi hatiku rasanya perih ketika mendengar perrie memanggil namanya.

Nama yang sudah 7 tahun terkurung di hatiku. Jiwaku terasa terbang pergi tanpa dirinya. Aku tak bisa menjadi diriku sendiri. aku tidak punya kekuatan. Aku terasa seperti mahluk yang hidup tanpa jiwa.

Hidup tanpa seseorang yang kita cintai, rasanya sangat sakit. Rasa nya seperti seribu tanda tanya di kepala kita. Rasanya seperti di tusuk pisau tumpul , Apalagi saat kita mengetahui… bahwa orang yang kita cintai, juga dicintai orang terdekat kita, orang yang kita sayangi, keluarga kita sendiri yang sudah kita anggap sebagai saudara kandung kita sendiri.

Aku tidak menyangka, hidupku akan seburuk ini. Hidupku akan sehancur ini. Aku sangka aku dapat memulai hidup baru disini dengan perrie. Merayakan keberhasilan ku melupakan Vins. Merayakan keberuntungan ku kelak akan bertemu dengan Zayn. Tetapi malah tidak. Aku disini lebih sengsara, bagaikan hidup di antara neraka dan dunia tanpa jiwa.

“hey… aku hanya bercanda, jangan sedih.” Kata perrie tiba-tiba, membuyarkan lamunanku.

Itulah hal yang paling kusukai dari perrie. Dia sangat perhatian denganku. Dia selalu mengorbankan apa yang dia miliki hanya untukku. Kini aku tidak ingin menyusahkan nya lagi. Aku tidak ingin dia mengorbarkan zayn untukku. Aku sungguh tidak ingin melihat perrie menangis, sedih dan sengsara karena kehilangan zayn hanya gara-gara aku. cukup aku saja yang merasakannya. Cukup aku saja.


lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me  xx


Jumat, 22 Februari 2013

#1DLS #ZLS PART 4 ENJOY !

#1DLS #ZLS Part 4

#1DLS #ZLS
Part 4
' getting worse day by day '



bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D

enjoy ! xx

....................................................



Harry’s POV


“Jenna cantik banget ya!” seru Niall sesampai di apartmen kami.

“lo naksir ya ?” tanya Liam tertawa kecil.

“gue cuman bilang cantik doang kok!”

“masa?” goda Louis.

“whatever.” Niall membaringkan tubuhnya di sofa. Aku duduk disebelahnya dan ikut menyandarkan tubuhku.

Perempuan itu berasal dari bradford , hidung nya mancung , matanya yang berwarna coklat gelap , bibirnya yang tipis dan senyumannya yang berhasil membuatku terhipnotis. Tatapannya yang bisa membuat ku tenggelam. I think I fall in love with her.

Wait? Bradford ? itu berarti … dia kenal dengan zayn ! aku harus menanyakan hal ini pada zayn , mana tau dia bisa membantuku mendapatkannya.

“zayn ! my brotha !” sapaku ramah sesampai di kamarnya.

“wassup?”

“nothing,” kata ku langsung berbaring di kasurnya.

“katakan saja lah ! gue tau lo kesini ada maunya.” Kata zayn sambil main iphonenya.

“ah , lo emang tau aja deh.” Zayn menaikkan alismata sebelah kanannya. “ lo tau jenna ?”

“jenna?” tanya zayn

“yep, jenna sepupu perrie itu loh.”

“Oh , kenal.” Jawab zayn singkat.

“kenal banget gitu ya? ceritain dong!” ujarku

“harus?” tanya zayn sinis sambil memainkan iphonenya. Cukup! Aku langsung merebut iphonenya dari tangan zayn.

“kembaliin harry !” pekik zayn.

“never until you….”

“OKAY OKAY,,”

“apanya okay? Cepet ceritain.” Paksaku. Zayn duduk disampingku. Dia menatapku lekat-lekat. Aku menatapnya jijik. Dan refleks dia langsung mengambil iphone nya dari tanganku. Damn! Aku ditipu !

“damn you zayn !”

“Hahaha! Whatever. Gue mau tidur , sono keluar!” kata zayn mengusirku. aku langsung keluar dari kamarnya zayn.

Zayn tau Jenna, tapi dia tidak peduli. Something’s wrong… aku melihat liam sedang duduk diruang tamu dan bermain dengan iphonenya.

“hey,,,” sapaku

“hey,”

“cie ngapain tuh?” godaku

“sms-an sama jenna gitu loh…” kata liam bergaya

“what?!” seruku, “Lo dapat nomornya dari mana?” tanyaku bingung

“dia sms gue duluan, padahal gue mau sms dia duluan tadi.” Jawab liam santai

“lo.suka.sama. jenna.ya?” tanyaku terputus-putus.

“maybe yes maybe no.” kata liam senyum gigi. Aku cemberut total.

“nape? Lo juga suka sama si jenna?” tanya liam bingung. Aku mengangguk lemas.

“gue cuman suka, gak cemburu sih biasa aja. Hehehe.” Kataku bohong. Liam mengangguk-angguk

“gue mau tidur dulu.” Kata liam langsung pergi ke kamarnya. Argh ! kampret , emang gak jodoh kali ya gue sama jenna (?)

Zayn’s POV

Mengapa kamu datang saat aku sedang berusaha melupakan mu? Sudah cukup penderitaan ku ini. Sudah cukup. Aku tidak bisa melihat mu sengsara. Janji manisku itu…. Aku masih ingin menanyakannya ke kamu. tetapi , aku sudah ada yang punya. Perrie, ya my perrie. Aargh ! aku sangka hidupku akan semakin membaik jika aku berpacaran dengan perrie! Tapi kenyataannya tidak ! berantakan !

Tiba-tiba hapeku berbunyi ringtone summer love. Aku mengambil hapeku dan melihat nama yang terpampang di sana. Perrie.

“Halo?” sapaku

“Halo ! zayn kamu belum tidur?” tanya perrie di seberang telepon.

“Belum, kamu sendiri belum tidur babe?”

“belum nih, lagi main sama jenna. ‘jenna say hi sama zayn’ “ bisik perrie ke jenna , tapi aku tetap dapat mendengarnya.

“halo?” sudah 2 menit tidak ada yang jawab.

“eh halo ! jenna tidak ingin berbicara, katanya malas. Hahaha.” Ujar perrie tertawa lepas.

“Hahaha, no problemo babe! Lagi ngapain nih? Kamu ingin bermain dengan jenna ya? kalau begitu aku tidak menganggumu lagi.” Kataku.

“oke ! night babe ! muah!” perrie menutup teleponnya.

My life’s getting worse day by day. Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan, aku tidak ingin merusak hubungan keluarga perrie dengan jenna. kenapa ini harus terjadi ?! calm down zayn ! calm down….

“this is can’t be happening ! god please !” teriakku memenuhi satu ruangan. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. Aku membukanya , ternyata liam.

lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me  xx
http://tl.gd/l49018 · Reply

Kamis, 21 Februari 2013

#1dls #zls part 3 enjoy xx

#1DLS #ZLS Part 3

#1DLS #ZLS
Part 3
' something's wrong '



enjoy xx

....................................................


Aku kembali berjalan keluar dari pintu. Aku terkejut sendiri dengan banyaknya wartawan didepan. Aku cepat-cepat masuk kembali ke dalam. Aku menyandarkan diriku di depan pintu dan mengelus dadaku. Perasaan tadi gak ramai deh, kok bisa-bisanya jadi seramai gini ? atau mungkin gara-gara kedatangan lima cowok bergaya itu? Lamunan ku tersadar saat kelima cowok it menatapku ngakak. Aku hanya menatapnya sinis.

Aku berjalan melewati mereka yang dari tadi menatapku ngakak, aku membiarkan mereka. aku berjalan menuju arah tempat pemotretan. Disitu aku melihat perrie melakukan gaya yang menurut ku cocok dengannya. Sangat cantik! Perfect! Teman-temannya juga cantik banget…. disitu perrie menatapku dan tersenyum ke aku. begitu juga dengan teman-temannya.

“eh ? ini sepupu mu perrie ? lakukan beberapa pemotretan ! majalah tentang sepupu mu akan keluar.” Kata salah satu cowok. Aku mendongak hebat. Perrie tersenyum dan menarikku ke depan kamera.

“cheese!” kata perrie tersenyum. Aku tidak biasa ada di depan kamera. Apalagi kameranya bukan hanya 1.

5 cowok tadi menatapku dengan sinis. Aku hanya membiarkan mereka. jangan-jangan mereka meledekku! Tidak boleh! Aaaaa aku beranikan diriku untuk tersenyum semanis-manisnya di depan kamera bersama perrie. Perrie berdiri di sampingku dan tersenyum lebar. aku tersenyum lepas. Aku yakin kedua lesung pipiku nampak. Banyak foto yang diambil, selama beberapa menit. Akhirnya selesai juga.

“nice job girls!” kata tukang potret itu mengacungkan kedua jempolnya. Perrie merangkulku dan tersenyum. Terus perrie berjalan ke arah 5 cowok itu, kelima cowok itu tersenyum. Sok baik kalian! Ew banget !

“sini Jenna!” teriak perrie. Aku menggelengkan kepala. Perrie datang dan menarik tanganku. Sekarang aku ada dihadapan kelima cowok itu. Satu keriting, satu blonde, satu botak, satu memasang muka jahil dan satunya lagi……

“ini Harry.” kata perrie menunjuk ke arah rambut keriting itu. Aku menatapnya kosong.

“gue ganteng banget ya?” kata si keriting itu sambil tersenyum miring. Aku menatapnya sinis.

“ini Niall.” Kata perrie menunjukkan ke satu cowok blonde dan berbehel. Dia tersenyum manis. Aku tidak membalasnya.

“ini Liam.” Kata perrie menunjukkan ke arah cowok botak itu. Dia menatapku kosong. Aku tidak menghiraukannya.

“ini louis.” Kata perrie menunjuk ke arah cowok yang bermuka jahil itu. Aku menatapnya dengan kedua alis mata terangkat.

“ini…………”

“sudahlah perrie, aku ingin pulang.” Kataku memotong pembicaraan Perrie. Perrie tersenyum.

“aku pulang dulu yah babe!” kata perrie ke satu cowok yang tidak ku ketahui namanya. Dia mengingatkan ku kepada zayn…. Ah! Tidak mungkin itu zayn. Zayn sangat lugu, tidak mungkin dia memiliki tato ! forget it jenna !

“wait… siapa cewek ini?” tanya pacar si perrie sinis.

“sepupuku. Namanya ……”

“perrie, aku benar-benar lelah!” kataku memotong pembicaraan perrie. Pacar nya perrie mengerutkan alis matanya dan menatapku dingin. Aku merinding. Aku membuang wajahku agar tidak melihat tatapan dinginnya itu lagi.

“bye semuanya!” kata perrie langsung menarik tanganku. Aku tersenyum puas. Akhirnya…… bisa jauh dari hadapan kelima cowok gak jelas itu. Tha….

“Tunggu ! aku ikut!” teriak salah satu cowok dan keempat temannya langsung ikut berlari ke arah perrie. Padahal baru mau bilang ‘ thanks god ‘ ! agh ! maybe this is not my lucky day. It’s just a bad day jenna , bad day.. not a bad life.

“mau ngapain dirumah ku? kalian mau makan-makan gitu ya? sekalian rayain kedatangan speupuku.” kata perrie tersenyum. Aku cemberut.

***
Perrie’s POV

Senangnya aku hari ini ! bisa berkumpul dengan zayn dan da boys and my lovely cousin JENNA!! aku sedang duduk di ruang tamu bersama the boys. Sedangkan jenna sedang mandi. Aku tidak tau ini benar atau tidak , aku merasakan bahwa jenna tidak senang dengan adanya da boys. Dan sikap zayn…. Sangat aneh sekali.

“Jenna, itu sepupu lo ya?” tanya Harry membuyarkan lamunanku.

“iya.” Jawabku singkat.

“asal dari mana?” tanya Harry lagi.

“dari bradford.”

“umur nya berapa?”

“lo kok nanya terus sih? Naksir ?” tanyaku bingung. Dia terkejut.


“ngaa… ngaa kok. Hehe,” jawab Harry. aku hanya menganggukkan kepala.

“Non, makanannya uda siap.” Kata Mbak Maria, pembantu rumah tangga ku. Aku tersenyum.

“Dinner’s ready !” teriakku. Daboys langsung berlari ke arah ruang makan. Aku berlari ke lantai dua untuk memanggil jenna.

“jenna, dinner’s ready.” Kataku berbicara didepan kamar Jenna. Pintu dibuka, jenna tersenyum.

“aku habis mandi barusan.” Ujarnya singkat.

“aku tau. ayok, dinner’s ready!” aku menarik jenna keluar.

Aku duduk disamping Zayn, di sampingnya zayn ada niall, di depan zayn ada harry, di samping harry ada Jenna, di samping Jenna ada Louis dan di samping aku ada Liam. Jenna tampak tidak mood disana, dia tidak memakan makanannya. Dia hanya mengaduk-aduk makanannya.

“Jenna? Kau tidak makan?” tanyaku bingung. Dia menatapku kosong.

“Body lo uda sexy kok, ngapain diet lagi?” sambung Harry usil. Jenna menatapnya dengan jijik. Aku hanya tertawa kecil. Harry cengengesan gak jelas. Jenna tersenyum tipis. Sedangkan zayn ? zayn kelihatan murung.

“hey, what’s wrong?” bisikku. Dia menatapku dan tersenyum.

“nothing.” Katanya pelan, aku hanya menganggukkan kepalaku.

lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me  xx

Rabu, 20 Februari 2013

#1DLS #ZLS Part 2

#1DLS #ZLS Part 2

#1DLS #ZLS
Part 2
'perrie ! '



enjoy xx

....................................................

Sampai juga akhirnya. Aku berjalan keluar dari pesawat. Aku mencari-cari dimana perrie. Aku berjalan menyusuri airport, aku mengambil tasku dan kembali berjalan menyusuri airport. yang kutemukan adalah kerumunan wartawan.

“Perrie ! perrie !” teriak para wartawan itu. perrie? Aku ingin mencari tau, jadi aku menyelip diantara kerumunan itu. Yang kutemukan adalah cewek yang sangat cantik,putih dan tinggi bersama dua bodyguard yang sedang menjaga kerumunan itu.Perrie? Apakah dia perrie sepupuku? Aku tersadar dari lamunan ku saat cewek itu menatapku.

“Jenna? Apakah itu kamu?” tanyanya. Aku terkejut, dan menganggukkan kepala. Dia tersenyum dan menarik tanganku.

Aku berada di mobil bersama Perrie. Di kemudikan oleh supirnya.Yep, Perrie Edwards adalah sepupu ku. tak ku sangka dia sudah menjadi terkenal disini. Aku dan dia berbeda 2 tahun, dia sekarang 19 tahun. Dia lebih tua dari aku. aku masih ingat beberapa kenangan bersama dia. aku ingat waktu itu aku makan eskrim , dan eskrimku jatuh. Aku menangis, dia memberikan eskrimnya kepadaku supaya aku tidak menangis lagi. Aku tersenyum, dia tersenyum. Eskrimnya aku bagi berdua dengan perrie. Kami melahapnya hingga habis. Malamnya saat di kamarku. Aku dan perrie batuk-batuk. Mama menghampiri kami dan memberikan obat batuk kepada kami. Waktu itu, aku berumur 1 tahun dan perrie 3 tahun. Indahnya kenangan itu.. hahahaha.

“Jenna, kamu bertambah dewasa! Kamu tambah cantik aja ya! bahkan kamu lebih tinggi dari aku!” kata Perrie tersenyum. Aku tersenyum.

“kamu juga kok perrie. Aku rindu banget sama kamu perrie.” Kataku cemberut. Dia memelukku erat.

“aku juga merindukanmu Jen,” katanya sambil melepaskan pelukannya. Aku tersenyum senang.

“jadi, aku bakal tinggal serumah dengan mu dong?” tanyaku.

“iya! Kemana pun aku pergi, kamu harus berada di sampingku! aku sudah pernah berjanji dengan kamu kan, bahwa aku akan menjagamu setiap waktu!” katanya memberikan senyum gigi. Aku tertawa kecil.

Yep, dia pernah berjanji dengan ku bahwa dia akan menjagaku setiap waktu. Waktu itu, saat aku berumur 6 tahun, dia berumur 8 tahun. Dia berangkat ke london, aku nangis seharian. Dia meneleponku dan betapa senangnya aku dapat mendengarkan suaranya. Dia berkata, ‘ jenna! Kamu jangan nangis! Aku akan menjagamu setiap waktu kok meskipun aku tidak ada di sampingmu,’ aku menghentikan tangisku, ‘janji?’ ‘Janji!’ katanya. Hahaha! I really miss that moment.

“Ayok jenna! Kita sudah sampai, kamar kita bersebelahan loh!” kata perrie menarik tanganku.

“tas ku gimana?” tanyaku bingung.

“nanti biar mr.powni aja yah ambil!” kata Perrie. Dia tetap menarik tanganku hingga ke lantai 2 di rumahnya. Rumahnya sangat besar dan indah! Terdapat banyak pembantu dan body guard! Akhirnya kami sampai di depan kamar yang bersebelahan. ada tulisan di antara kedua pintu kami. ‘ Perrie Edwards and Jenna Oliver ‘. Dia membukakan pintu kamarku dan indahnya kamar aku! aku memelukknya.

“thanks perrie!” ujarku riang.

“sama-sama! Aku masih ingat, kamu sangat menyukai warna kuning pudar.” Katanya. Yep, kamarku hampir semuanya berwarna kuning pudar. Cantiknya!!!!!!!!

“dan aku masih ingat, kamu sangat menyukai warna kuning terang kan? Tapi kamu hanya memberitahukan itu kepadaku. Kamu bilang ke orang lain bahwa kamu menyukai warna merah. Kenapa sih?” tanyaku heran.

“karna kamu itu sudah ku anggap adik kandung Jenna!!!” katanya menjepit hidungku.

“ini tasnya , non.” Kata Mr.Powni terengah-engah membawa tasku yang super gede itu.

“thanks mr.powni!” jawab kami serentak. Aku langsung menyusun barang-barangku di kamar ku. sedangkan perrie sedang berada di kamarnya. Katanya sih lagi mau nelpon pacarnya.

“sudah selesai?” tanya perrie tiba-tiba. Aku terkejut. aku langsung mengelus dadaku sebanyak 3 kali.

“sudah kok.” Jawabku, dia cekikian. Aku menatapnya kesal. Perrie memang begitu, suka sekali mengerjai aku.

“kamu ingin beristirahat?” tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat sambil tersenyum.

“Kalau begitu, ikutlah denganku! Hari ini aku ada photo model.” Katanya.

“Asyik!”

“ganti baju mu ya. aku tunggu dibawah.” Katanya. Aku langsung capcus ke kamar mandi dan mengganti pakaianku. Aku memakai tanktop putih didalam dan di luarnya aku memakai croptee transparan, celana pendek berwarna jins dan sepatu convers putih. Rambut aku biarkan tergerai, tetapi poniku aku jepit dengan jepit kesayanganku. Aku langsung berlari ke bawah dengan cepat.

“Jenna! Jangan berlari di tangga!” teriak perrie saat aku berlari di tangga. Aku langsung berlari ke arah nya. Dan memberikan senyum gigi. Dia menggelengkan kepalanya. Kami pun masuk ke mobil.

“tempat pemotretan sangat jauh ya perrie???” tanyaku tidak sabar.

“biasa saja kok.” Jawabnya.

“kok lama sekali? Aku tidak sabar!!” kataku cemberut. Dia cekikikan. Sampai akhirnya mobil kami berhenti di satu tempat.

“sudah sampai.” Katanya sambil menunggu dibukakan pintu mobil oleh mr.powni. begitu juga dengan aku. aku melongo lebar, besarnya tempat ini. Dan ramai juga ._.

“hey perrie!” sapa 3 perempuan yang cantik dan juga manis. Mereka memeluk perrie dan kemudian melepaskannya. Mereka menatapku dan tersenyum ramah, aku membalasnya.

“Jade…” salah satu perempuan itu mengulurkan tangannya ke aku. aku membalas uluran tangannya.

“this is leigh and this is jesy.” Sambung perrie memperkenalkan mereka.

“Jenna.” Ujarku singkat dan tersenyum.

“Perrie, ini sepupu mu? Cantik banget yah!” puji Jade. Aku tersenyum.

“hahaha, yes. Jenna itu sepupu ku, sudah ku anggap dia sebagai adik kandung!” kata perrie tertawa kecil.

“Eh, pemotretannya bentar lagi dimulai.” Ajak Jesy.

“Kamu mau jalan-jalan dulu Jenna? Suruh mr.powni aja yang antar ya! aku selesai sekitar jam 7 malam gitu. Bye! Carefull!!!!” ujar Perrie. Aku tersenyum.

Aku berjalan menuju pintu , tiba-tiba ada 5 laki-laki gagah yang masuk dari pintu tersebut. Aku berjalan melewati mereka, mereka menatapku dengan tatapan sinis. Aku tak kalah sinisnya menatapi mereka. ugh! Menyebalkan! Ganteng-ganteng tapi sengak. Hueeeek! Siapa juga yang mau cowok banyak gaya gitu?

lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me  xx


Selasa, 19 Februari 2013

#1DLS #ZLS Part 1


#1DLS #ZLS
Part 1
'Wait for me'

@VenaCornelya

enjoy xx

....................................................


Jenna’s POV

“ jadi, umm …k…kaamu mau jadi pa… paacar aku?” tanya seorang cowok berumur 12 tahun ini.
“tapi, aku sudah mencintai orang lain zayn, aku masih menunggu nya.” Jawabku.

Sebenarnya aku mencoba melupakan orang yang aku cintai itu, Vins Lockey. Orang yang aku cintai dengan sepenuh hati, orang yang aku sayangi dengan seluruh jiwa ku, tapi itu semua sia-sia. Dia tidak mencintaiku. It’s like unrequited love ; cinta yang tak terbalaskan. Ya, dia tidak mencintaiku melainkan membenciku.

“ka..kamu mencintai orang lain?” tanya zayn

Sebenarnya….Aku juga mencintai mu. Tapi disisi lain aku juga mencintai Vins. Aku sadar , selama ini kamu lah yang selalu di samping ku, membuat ku tertawa, menjaga ku, mencintaiku sepenuh hati saat aku kesepian. Kamu lah yang akan menjadi pacarku kelak jika kamu menegetahuinya zayn, akan ku pastikan itu. I bet on it zayn, tapi ini masih belum saatnya. Aku harus berkuliah dan mencoba melupakan Vins dari hidupku.

“apakah orang yang kau cintai itu Vins?” tanya Zayn lagi. Aku menganggukkan kepala, dia mengangguk tanda mengerti.

“Jenna, aku akan selalu menunggumu… aku akan menanyakan hal itu lagi.” Kata zayn sambil pergi. Aku menarik tangannya, dia menoleh.

“zayn, mungkin kamu memang harus pergi ke London dan mengikuti kontes X-factor… bukankah itu hal yang kau inginkan? Aku akan mendukungmu! ” kata ku.

“ummmm,” gumam zayn.

“please do it just for me….”

“okayyy….i’ll do it.” Jawab zayn mantap

***

“Zayn, ini saat nya kita berpisah. Good luck untuk x-factor mu ya! see you ! ” seru ku langsung memeluknya. Dia membalas pelukan ku dan mencium pipiku sekilas.

“bye Jenna!” seru zayn sambil berjalan menjauh dariku. Ini perpisahan yang sangat menyedihkan.

Hari demi hari aku berusaha melupakan vins, perasaan itu aku buang jauh-jauh. Aku menabur benih cintaku kepada zayn, cara itu berhasil tapi dia sama sekali tidak mengabariku. Apakah dia sudah ada penggantiku disana? Zayn, jangan kau ingarkan janji manismu itu…

***

Aku terkejut dengan perkataan orang tua ku yang barusan mereka sampaikan, mereka bilang bahwa kami sekeluarga akan pindah ke London, dan itu artinya aku bisa mencari zayn! Aku tidak pernah mendapat kabarnya selama 7 tahun belakangan ini, aku sudah selesai kuliah dan masih menunggu Zayn. Kemana kamu zayn? Bisa kah kita bertemu?

“ma, kalau kita ke London, kita bakalan tinggal dimana ma?” tanya ku saat mama membantu aku membereskan barang-barang.

“sebenarnya hanya kamu saja yang pindah ke London, papa ingin kamu mencari kerja sendiri dan berusaha membuat mu mandiri.” Kata mama.

“loh? Aku kan bisa bekerja di perusahaan papa…” kataku lagi.

“iya, mama tahu nak, tapi papa ingin kamu mencari kerja sendiri, menabung uang sendiri. Tapi kalau ada keinginan mendadak, papa sudah memberikan ini..” kata mama sambil memberikan credit card.

“hmm, makasi ma.” Kata ku sambil mengambil credit card dan menyimpannya baik-baik di tas.

“oh iya, kalau sudah sampai disitu, kamu bakalan di jemput sama sepupu kamu, Perrie.” Sambung mama, aku hanya menganggukan kepala.

“makasi ma, dadah!” teriakku saat sudah di luar mobil. Mama melambaikan tangan, aku membalasnya. Aku segera memasuki mobil, papa sudah bersiap-siap mengantarku ke airport.

Oh iya, nama ku Jenna Oliver Charlotte. Tapi panggil saja aku Jenna, aku berumur  17 tahun. Yep, aku terlalu muda untuk kuliah di 5 tahun yang lalu. Kuliah di umur 12 tahun itu sangat impossible , tapi aku berusaha dan ya, aku berhasil. Aku berasal dari keluarga ya bisa dibilang kaya. Aku tidak ingin sombong, dan papa juga tidak ingin aku hidup dengan manja, ia ingin aku hidup mandiri, makanya aku dikirim ke London dan bakal tinggal sama sepupu ku Perrie. Aaaa, I miss her so much !

“nak, sudah sampai,” kata papa sambil membantuku membawa koper super xtra gede itu keluar dari mobil.

“makasih ya pa untuk semuanyaa, Jenna janji bakal baik-baik disitu, jaga diri dan berusaha mandiri.” Kata ku sambil memeluk papaku. Papaku membalas pelukan ku.

“iya nak, papa bangga kepadamu. Hati-hati ya!” kata papa sambil melambaikan tangan. Aku membalasnya. Aku berjalan menjauh dari papa.

***
Perjalanan ke London itu sangat jauh. Jauhhh sekali, dan pesawat ini, damn! Sepi banget. papa membelikan tiket untuk pesawat VIP. Selama perjalanan di london, aku hanya memikirkan Zayn. Apakah dia memikirkan ku juga? bagaimana ya penampilan dia sekarang? Apakah masih culun? Apakah dia berhasil di x-factor itu? Bagaimana kehidupannya sekarang? Aku harap baik-baik saja. I wish I could meet zayn. Zayn, wait for me x.

lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me @VenaCornelya xx