my new love story, check it out! :D
http://www.wattpad.com/story/7637622-beautiful-in-its-time
just posted it on wattpad. check it out :
http://www.wattpad.com/23229471-beautiful-in-its-time (prolog)
http://www.wattpad.com/23304234-beautiful-in-its-time-bab-1-those-eyes (bab 1)
http://www.wattpad.com/23376497-beautiful-in-its-time-bab-2-my-trainer?d=ud (bab 2)
http://www.wattpad.com/23449329-beautiful-in-its-time-bab-3 (bab 3)
http://www.wattpad.com/23458033-beautiful-in-its-time-bab-4 (bab 4)
http://www.wattpad.com/23530853-beautiful-in-its-time-bab-5 (bab 5)
http://www.wattpad.com/29177839-beautiful-in-its-time-bab-6 (bab 6)
http://www.wattpad.com/30119596-beautiful-in-its-time-bab-7 (bab 7)
Rabu, 14 Agustus 2013
Sabtu, 30 Maret 2013
#1DLS #ZLS last part 13
#1DLS #ZLS
THE LAST PART
PART 13
CAN'T BELIEVE IT! THIS IS THE LAST PART !
OKAY,,, i'm sweating while i'm making this story.... so,
ENJOY !
--------------------------------------------------------------
THE LAST PART
PART 13
CAN'T BELIEVE IT! THIS IS THE LAST PART !
OKAY,,, i'm sweating while i'm making this story.... so,
ENJOY !
--------------------------------------------------------------
Zayn’s POV
Aku
dengar sekarang harry sudah putus dengan jenna. awalnya aku bingung mengapa
mereka bisa putus, padahal mereka tampak harmonis sekali. Tapi setelah tau
mengapa mereka putus, aku kasian kepada jenna. jenna pasti sakit hati nya gak
main! Harry mencampakkannya, harry berselingkuh di belakang Jenna. he only
sorry when he get caught ! coba kalau pacar harry yang baru itu tidak
memberitahukan jenna bahwa harry itu adalah pacarnya, pasti harry masih tidak
ingin mengaku!
Beberapa
hari ini, jenna menjadi pendiam. Wajahnya menunjukkan patah semangat, matanya
yang bengkak, penampilan jenna sangat hancur. Pasti dia sudah frustasi karena
sakit hati. Kami semua khawatir dengan keadaan Jenna yang semakin hari semakin
lemah.
“jenna,
makan yuk.” Ajak niall. Jenna hanya menatap niall.
“gue gak
mood mau makan niall.” Jawab jenna serak.
“gue aja
yang suapin niall, kalian semua tunggu di luar aja.” Kataku mengambil mangkuk
yang berisi bubur dari tangan niall. Niall keluar dari kamar jenna dengan muka
murung.
Aku
sekarang duduk di samping jenna. dia hanya menatap lurus kedepan dengan
pandangan kosong. Aku mulai mengaduk-ngaduk bubur ayam di mangkuk dan
menyuapinya ke jenna.
“aaa….”
Ujarku membuka mulutku. Jenna menatapku tersenyum, tertawa kecil, dia membuka
mulutnya.
“nah gitu
dong..” kataku. Aku sangat senang bisa melihat jenna tersenyum lagi. Senyuman
yang sudah lama tidak ku lihat. Senyuman manis satu-satunya yang bisa membuatku
senang. Aku kembali menyuapinya bubur.
Jenna
makan dengan lahap, aku yakin dia sangat lapar pastinya. Bubur ayamnya saja
sudah habis tak tersisa satu butir pun dimangkuk.
“feel
better?”
“um…yeah,
thanks.” Jenna tersenyum sangat manis sekali, dan hampir membuat jantungku
berhenti berdetak.
“Are you
okay?” tanya jenna. aku tersenyum kaku.
“eh..y…yes
I’m okay..” holy shit! Mengapa aku menjadi kaku begini?
“Apa ada
yang ingin kau sampaikan?” tanya jenna lagi. Kali ini, dengan tatapannya yang
begitu dalam.
Sebenarnya
ada… tapi, apakah aku berani untuk mengatakannya ke jenna? mengatakan bahwa aku
sangat mencintainya, dan sangat sedih melihat keadaan jenna yang sangat buruk
ini. jangan jadi pengecut zayn!
“aku
sebenarnya ingin mengatakan ini sejak lama.... aku … aku….”
“ya..?”
“aku
rindu kamu jenna. dan, aku sangat sedih dengan keadaan mu yang semakin buruk
dari hari kehari. Aku…. hanya sangat merindukan mu selama 7 tahun ini. kau
tahu, saat aku mengetahui kau berpacaran dengan harry, itu membuat aku sakit. Hatiku
sangat sakit, aku tidak ingin ada orang lain yang memilikimu selain a--- maaf,
jenna.. aku hanya…”
“Zayn…
kau tahu, aku juga merindukan mu. Tapi situasi tidak ingin kita untuk bersama. Lagipula,
kau sudah ada seseorang.. itu perrie kan? Kau tidak boleh menyakiti hatinya..
aku… aku...aku hanya tidak ingin dia tersakiti… sudah lah zayn,”
Perrie’s POV
“Apa ada
yang ingin kau sampaikan?” suara jenna terdengar dari dalam kamar. Aku memberhentikan
langkahku.
“aku
sebenarnya ingin mengatakan ini sejak lama.... aku … aku….” uajr zayn
terbata-bata. What’s going on?
“ya..?”
“aku
rindu kamu jenna. dan, aku sangat sedih dengan keadaan mu yang semakin buruk
dari hari kehari. Aku…. hanya sangat merindukan mu selama 7 tahun ini. kau
tahu, saat aku mengetahui kau berpacaran dengan harry, itu membuat aku sakit. Hatiku
sangat sakit, aku tidak ingin ada orang lain yang memilikimu selain a--- maaf,
jenna.. aku hanya…”
DEG! Jantungku
serasa berhenti begitu saja. Rasanya sangat sakit! Sangat sangat sakit. Aku…aku
tidak percaya ini… tidak.. tidak mungkin…
“Zayn…
kau tahu, aku juga merindukan mu. Tapi situasi tidak ingin kita untuk bersama. Lagipula,
kau sudah ada seseorang.. itu perrie kan? Kau tidak boleh menyakiti hatinya..
aku… aku...aku hanya tidak ingin dia tersakiti… sudah lah zayn,”
Tunggu…mungkin
ini sebabnya mengapa jenna menyuruhku untuk.. untuk tidak mencari cowok yang
dicintainya …. Ternyata,, cowok itu adalah kekasihku.. ya tuhan! Apa yang telah
ku perbuat! aku telah menyakiti hati jenna… aku menghancurkan hubungan mereka
berdua…
Hatiku sangat
sakit, jantungku berdetak tidak beraturan, pikiranku melayang sana sini, dadaku
terasa sangat sesak, yang membuatku ingin mengakhiri penderitaan ini sekarang
juga! aku harus menyatukan mereka kembali, aku hanya ingin memperbaiki
kerusakan yang telah ku lakukan.. ini jalan yang tepat…
“aku
pergi dulu ya, kami harus melakukan rekaman lagu. See you!”
Aku
langsung pura-pura ingin membuka pintu.
“eh,
perrie.” muka zayn menegang.
“eh,
zayn! bukankah kau harus melakukan rekaman lagu?”
“eh..iya
iya, bye perrie!” zayn ingin mencium pipiku, tapi aku menolaknya. Dia menatapku
bingung, aku hanya tersenyum tipis.
“bye.” Ucapku
sembari masuk ke dalam kamar jenna.
Jenna ‘s POV
“Eh,
perrie.” ujar zayn kaku.. perrie? jangan-jangan dia mendengar…
“eh zayn!
bukankah kau harus melakukan rekaman lagu?” suara perrie seperti sangat
ditekan.
“eh..iya
iya, bye perrie!” zayn berusaha menenangkan diri, aku tidak berani menoleh.
“bye.” Jawab
perrie datar.
Terdengar
suara pintu kamarku ditutup.
“jenna,
sudah baikan?” tanya perrie sembari duduk di sebelahku.
“sudah,
terima kasih sudah menanyakannya..” aku tersenyum. Perrie memelukku secara
tiba-tiba. Aku membalas pelukannya.
“perrie?
kangen ya sama aku heheh..” gumamku tidak jelas.
“maaf kan
aku jenna.. aku memang kakak sepupu yang tidak baik untukmu..”
aku
terdiam sejenak. Aku merasakan pakaikan ku basah, perrie menangis.
“perrie,
apa yang kau bicarakan? Kau sangat baik.. aku sangat sayang kepadamu..kau tau
itu kan.”
“iya ,
aku tau. Tapi…. Jenna…aku telah membuat hubungan mu dengan zayn… hancur..”
Lagi-lagi
aku terdiam. Bagaimana perrie bisa tau kalau zayn…dengan aku.. aku telah
membuat perrie sakit hati!
“perrie,…
aku …. Aku… bagaimana kau bisa tahu tentang aku dan zayn? aku minta maaf
perrie, aku seharusnya tidak datang ke london dan menghancurkan hubungan kalian…you
know… I’m really sorry…”
“tidak
jenna, aku lah yang menghancurkan hubungan kalian. Hubungan ku dengan zayn
memang sudah hancur, akhir-akhir ini kami jarang berkomunikasi… kau tahu kan,
hubungan tanpa cinta.. itu … tidak akan berlangsung lama..aku minta maaf jenna…
aku..” perrie menangis terisak
Aku memeluk
perrie erat. Aku sangat menyesal. Sangat sangat menyesal. Aku sangat sedih. Perasaan
itu bercampur aduk…
“tidak
apa-apa perrie,”
“lakukan
1 hal untukku ya jenna?”
“apa itu?”
“hiduplah
dengan zayn. bahagialah.”
“tapi
perrie…”
“tidak
ada tapi-tapi jenna, aku mohon,.. kau sangat sayang aku kan? Kalau begitu
lakukan lah perintahku.” Perrie tersenyum. Aku tersenyum sedih. Mengapa perrie
harus mengorbankan cintanya demi diriku lagi? Aku memang… tidak berguna…
Zayn’s POV
DRRRT
DRRRT DRRRRT. Hp ku bergetar, aku segera membuka hpku. Disitu ada one message..
From : MyPerrie<3
Zayn, I need
to talk with you. Meet me at 7 in my house. X
Aku mengerutkan
dahi. Ada apa?
To : MyPerrie<3
Okay! See
you soon ! <3 x
***
At 7 pm in perrie’s house
Knok knok! Aku mengetuk pintu rumah perrie. seseorang
membukanya. Perrie.
“masuk.” Kata
perrie tersenyum. Aku membalas senyumannya sembari memasuki rumah perrie.
“so… what’s
up?” kataku mencairkan suasana di taman. Perrie hanya menatapku datar.
“zayn… our
relation ship… sudah berakhir.” Kata perrie pelan. Aku terdiam sebentar.
“what?”
“hubungan
kita tidak bisa dilanjutkan lagi… kita sudah tidak cinta satu sama lain…
hubungan kita berakhir disni zayn..”
“jadi.,.maksudmu…
tunggu, mengapa kau tiba-tib---“
“aku
hanya merasa aku sudah tidak mencintaimu lagi. Kita tidak bisa meneruskan
hubungan tanpa cinta. Itu menyakitkan.”
“tapi
perrie…”
“sudah
lah zayn… aku minta maaf, aku tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu..”
“perrie….”
“zayn..
lakukan sesuatu untukku? Please?”
“apa itu?”
“bahagiakan
jenna.” lagi-lagi aku terdiam mendengar perkataan perrie.
“ap…apa
yang kau bicarakan perrie?”
“aku… aku…
zayn, kau tidak mencintaiku selama ini. aku memaksamu untuk mencintaiku… aku
sangat menyesal, seharusnya aku peka pada saat itu… peka bahwa kamu mencintai
oranglain bukan diriku…”
“siapa
orang lain itu perrie?”
“jenna.”
perrie mengetahui semuanya.
“perrie,
aku minta maaf—“
“tidak! Aku
lah yang seharusnya minta maaf. Ohiya, besok aku akan ke LA untuk melakukan
beberapa pemotretan dan konser. Jika tidak keberatan, jaga jenna untukku. Aku mungkin
akan pulang ke london beberapa bulan lagi.” Ujar perrie tersenyum tipis ke
arahku dan meninggalkanku sendiri di taman.
Sudah
berakhir…hubunganku dengan perrie… sudah kandas…hubungan kami hanya bertahan
sampai disni.
Jenna’s POV
“perrie,
jaga drimu baik-baik y!” kataku riang mencium pipinya sekilas. Dia tersenyum.
“kamu
juga ya!” dia melambaikan tangannya. masuk ke dalam mobil dan menghilang. Gak sih,
bukan menghilang seperti PUFF wkwkwkwk
And yeah,
I’m alone in this house…. Not really alone.. ada pelayan… but I’m feel like I’m
lonely…
DRRRT
DRRT DRRT. Hape ku bergetar, aku membukanya, ternyata ada pesan dari zayn.
From : Zayn Malik
HEY JENNA! I’ll pick u at 3. Get ready.
To : zayn malik
Where are we going?
From : zayn malik
Can’t tell ya ! ;)
Aku mendesah malas. Jam menunjukkan 2.40 aku segera
bersiap-siap. Setelah bersiap-siap , aku langsung tunggu di depan pintu rumah
PIP PIP, klakson motor. Motor ninja ?
“hey jenna, yuk naik.” Kata zayn kembali mengenakan
helm berwarna hitam itu. Dan memberikan helm yang satu lagi untuk ku. aku
mengenakannya. Dan langsung duduk di belakang zayn. okay, this is the first
time. Aku tidak pernah menaiki motor sebelumnya!
Aku memeluk zayn erat. Aku tidak berani melihat ke
depan, ataupun kesamping… mengerikan. Tapi asyik juga ya naik motor! Hehehehe….
Akhirnya kami pun berhenti di depan satu café. Tampak sepi
di café itu.
“surprise!”
kata zayn. aku mengerutkan dahi. Café? Surprise? Apanya?
“……” aku
menatap zayn datar. Zayn menarik lenganku kuat. Aku mengikutinya. Ternyata café
itu hanya ada 1 meja dan 2 kursi. Ditengah-tengahnya ada lilin. Aneh, zayn
mengajakku berkencan jam 3 sore? …. Aneh
“jadi…ide
siapa ini?”
“Jenna,
will u be my girlfriend…” zayn berdiri didepanku dan memberikanku bunga mawar.
“TERIMA
TERIMA TERIMA!!!!!!!” tiba-tiba café menjadi ramai. Aku hanya terdiam disitu
tanpa ekspresi.
“jenna….”
“perrie?
kau…”
“jangan
membuat zayn menunggu terlalu lama…”
“so
jenna, kau terima?” zayn tersenyum sangat manis. Aku tersenyum. Mengambil bunga
dari tangan zayn.
“jadi,. Kita
jadian?” aku tersenyum dan mengangguk pelan.
“HURRAAAAAAAAY
!” disitu ada sahabat-sahabatku, ada daboys… ada orang tua ku? what the…
“ini
semua rencana perrie..” bisik zayn mencium pipiku. Aku tersenyum.
terima kasih perrie... kamu orang yang paling baik, rela berkorban, polos, baik dan mementingkan orang lain.
****
Author’s POV
“mummy!”
“yea honey?”
“dulu mummy nge fans sama siapa?” tanya seorang bocah
perempuan yang sangat lucu.
Jenna menunjukkan
foto Zayn Malik kepada anaknya.
“ha? Mummy ngefans sama daddy?”
----------------------------the
end----------------------------
ini hanya cerita! aku buat cerita ini untuk ngerespect perrie edwards, kekasih zayn malik <3
haters go away ! :D
please leave comments ! thanks for reading ! love you all ! god bless you xx
Kamis, 14 Maret 2013
#1DLS #ZLS PART 12 ENJOY ! XX
#1DLS #ZLS
ONE DIRECTION LOVE STORY ; ZAYN'S LOVE STORY
PART 12
by @VenaCornelya
enjoy ! x
-------------------------------------------------------------------------
“yuk, ke pantai main aja. Kita bangun istana pasir
bersama-sama!” liam menarik tanganku keluar dari tempat berteduh. Aku dapat
melihat laut lagi. Tapi kali ini, perasaan ku ketika melihat laut sangat
berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya aku merasa takut jika melihat laut, tapi
sekarang aku merasa tenang dan damai melihat laut. Mendengar pecahan ombak yang
menabrak batu. Angin yang terasa begitu damai. Pasir yang hangat… sangat indah.
Entah mengapa,
setiap bersama Liam, aku merasa sangat tenang. Bagiku Liam bukan hanya sekedar
teman curhat, tapi aku anggap sebagai kakakku sendiri. dia selalu ada ketika
aku sedih, membuatku tertawa ketika aku sedang sedih, aku tidak tau, mengapa
Liam begitu baik kepadaku, tapi apapun niat baik Liam itu, aku sangat senang
dan sangat berterima kasih kepada Liam.
Aku membiarkan
mereka semua yang sedang asyik bermain dengan air laut di tepi pantai. Zayn kan
tidak bisa berenang? Tapi masih nekat main dilaut. Huh. Harry? sedang bermain
dengan ‘teman’ perempuannya yang baru itu. Sama sekali tidak memperdulikan
diriku.
Aku tidak
menyesali keputusanku untuk memberikan kesempatan kepada Harry untuk melupakan
Harry. memberikan kesempatan kepada orang itu sangat berharga, meskipun
kesempatan emas itu tidak digunakan baik-baik, aku sangat senang jika mereka
pernah berusaha untuk mendapatkannya.
“kita
bangun disini aja, biar tidak diganggu mereka.” kata Liam. kami bermain pasir
dengan jarak agak jauh dari mereka.
Aku mulai
membentuk sebuah gunung, dengan perlengkapan yang ada. Aku agak ketepi untuk
mengambil air laut dengan ember kecil. Setelah selesai mengambil, aku menyiram
gunung itu, aku mulai membentuk dengan ember. Liam membantu dengan membuat
bangunan-bangunan kecil disekelilingnya.
Tiba-tiba
istana pasir ku dan liam hancur diinjak seseorang. Aku sangat terkejut
tentunya, begitu juga dengan Liam. padahal tinggal sedikit lagi , istana itu
akan selesai. Dan sekarang, jadi hancur lagi! Urrrggghhhh!
“oh my
god, I’m sorry!” ujar suara perempuan. Aku berdiri dihadapannya. Dia menatapku
dalam-dalam. Muka familiar.
“jenna?
is that you?” ujar perempuan tadi. Aku mengerutkan dahi sambil mengangguk.
“yep, who
are you?” tanyaku bingung.
“aku
sahabat mu! Shaniece!” ujarnya riang. Aku melihat tubuhnya dari atas ke bawah..
ini kan perempuan tadi? Yang bersama harry itu? Sekarang , shaniece terlihat
sangat cantik dan mempunyai body yang ideal.
“shaniece?”
tanyaku lagi.
Aku cukup
terkejut dengan jawaban perempuan tadi. Namanya Shaniece. Lebih tepatnya Shaniece
Nesbitt. Sahabat lamaku. Sahabat yang tidak pernah tau perasaan ku kepada Vins.
Sahabat yang sudah lama hilang, kini datang kembali. sahabat yang sudah pernah
meninggalkanku, seharusnya aku berhenti menyebutnya sahabat.
“iyaa!”
tiba-tiba harry berlari kecil dan berdiri di samping Shaniece. “eh, hey jenna,
ini harry, pacarku.” Aku terkejut hebat. Muka harry tampak gelisah. Liam yang
dari tadi duduk di atas pasir, langsung berdiri di sampingku. dia melihat
wajahku sekilas. Aku hanya terdiam ditempat.
“pa.pa.pacar?”
tanyaku lagi.
“iya! Aku
sudah lama putus dengan Vins. Dia menyakiti hatiku, tapi sekarang aku bertemu
dengan Harry. kami baru berkenalan 1 minggu setelah konser minggu lalu.” Kata Shaniece
tersenyum lalu menggandeng tangan Harry.
“Wow! Congrats
ya!” kataku terpaksa. Aku menahan air mataku ini. aku memaksakan senyuman ku.
aku benar-benar tidak menyangka bahwa harry benar-benar mengkhianatiku. Aku..sungguh
tidak percaya. Aku sangat sedih tentunya.
“thanks!”
shaniece memelukku. Aku membalas pelukannya. Akhirnya air mataku jatuh. Shaniece
menyadarinya, dan langsung bertanya.
“kok
nangis?”
“aku
terlalu bahagia untukmu shaniece, longlast ya !” bohongku. Aku mengelap air
mataku. Aku mungkin dianggap sebagai cewek yang lemah. Aku cengeng, aku lemah,
mentalku tidak kuat.
“thanks
banget ! ini pacar kamu ya?” tanya Shaniece menatap Liam.
“bu.bukan.”
kataku jujur. Shaniece membentuk mulut nya dengan huruf O.
“oke,
kami mau berteduh dulu. Bye.” Katanya menggandeng tangan harry pergi. Setelah mereka
sudah pergi cukup jauh. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku dan
duduk di atas pasir. Aku menangis deras.
Aku benar-benar
dikhianati. Aku sungguh tidak percaya. Aku dikhianati Harry. hatiku sangat
sakit. Nafasku terasa sangat sesak sekali sehingga susah buat diriku untuk
bernafas. Perutku mules, pikiranku melayang entah kemana. Aku sungguh sedih. Aku..
aku tidak menyangka , hidupku akan sesengsara ini.
Rasa ini
lebih sakit. Dikhianati oleh orang yang sudah kita cintai. Ketika aku sudah
mulai jatuh cinta kepada harry, dia malah membuat cintaku retak, membuat hatiku
sakit. Harry berhasil membuatku sakit hati untuk pertama kalinya. Tapi ini
sudah ketiga kalinya hatiku disakiti. Pertama oleh Vins, kedua Zayn, dan
ketiga.,.Harry.
Seharusnya
aku kuat menghadapi masalah seperti ini, karena ini bukan yang pertama kalinya
aku sakit hati. Ini ketiga kalinya. Ya tuhan, setiap cobaan yang kamu berikan
sudah kujalani satu per satu. Tapi mengapa, aku tidak pernah berhasil
menghadapinya, aku gagal. Cintaku gagal. Aku sudah tidak ingin membuka hatiku
lagi. Sudah cukup untukku…merasakan sakitnya jatuh cinta.
“Jenna…”
bisik liam pelan. Dia memelukku erat dari belakang. Aku menghadapnya dan
memeluknya kuat. Aku membenamkan wajahku didadanya. Aku menangis sesedih
sedihnya disitu.
“jangan
menangis lagi ..” kata Liam mengelus-elus rambutku.
Harry’s POV
“shaniece,seharusnya
tadi kamu tidak bilang ke jenna kalau kita pacaran.” Kataku kesal.
“loh,
bukannya memang begitu?”
“iya,
tapi kan kamu uda janji sama aku, mau ngumumin nya minggu depan.” Kataku lagi
“emangnya
kenapa sih?”
“gapapa. Aku
ingin bertemu jenna sebentar ya. dia sangat kasihan, baru dikhianati oleh
pacarnya.”
“iya? Yaudah,
gapapa.”
Aku berlari
kecil ke tempat jenna. aku berhenti agak jauh dari tempat jenna. hatiku sesak
melihat pemandangan itu. Liam dan jenna berpeluka erat. Jenna menangis disitu.
aku sungguh sangat brengsek. Aku cowok yang brengsek. Aku telah menyakiti hati
jenna.
Aku berjalan
ke arah jenna dan liam. jenna menatapku sebentar kemudian membenamkan wajahnya
di dada Liam. matanya sembab dan bengkak. Hidung nya merah. Aku sungguh tidak
tega melihat jenna begitu.
“liam,
kasih waktu bentar. Gue mau ngomong sama Jenna.” ujarku kepada Liam. liam
menatapku tajam. Aku hanya memberikan muka tanpa ekspresi. Kemudian liam
melepaskan pelukannya dari Jenna. setelah liam pergi agak jauh. Aku duduk di
samping jenna.
Jenna memeluk
kedua kakinya, dia melihat ke arah laut. Setelah beberapa menit, aku akhirnya
membuka percakapan.
“hey..”
“hey..”
balasnya kecil dengan suara serak.
“dari
skala 1 sampai 10, seberapa bencinya kamu sama aku?”
“aku
tidak membencimu, harry. aku merindukanmu. Kita sudah pernah berjanji, kita
akan menghadapi godaan diluar hubungan kita yang akan menghancurkan hubungan
kita. Kita sudah menjalaninya dengan sabar. Tapi, kemana semua janji itu harry?”
“aku tau,
dan aku minta maaf. Aku mengaku kalau aku memang cinta shaniece, tapi
bagaimanapun rasa cintaku kepadamu tidak pernah hilang. Aku sangat merindukanmu
jenna.”
“sudahlah
harry,”
“aku akan
memutuskan shaniece jika kau menginginkan hal itu jenna!”
“sudahlah
harry, sudah cukup dengan alasanmu itu. Aku tidak mau berdebat panjang lagi. Sudah
CUKUP , aku saja yang merasakan sakit nya cinta ini.”
“tapi,
jenna...” aku menarik tangannya.
“kamu
benar, ini sudah berakhir.” Katanya tersenyum, dan melepaskan tangannya dari
genggaman tanganku.
masalah cinta jenna dengan harry baru saja selesai, bagaimana dengan zayn?
next part !
saran, kritik dan comment jangan lupa ya! aku harap, kalian tidak hanya sekedar membaca saja. thanks :)
Selasa, 12 Maret 2013
#1DLS #ZLS PART 11 ENJOY X
#1DLS #ZLS
PART 11
by @VenaCornelya
enjoy x
-----------------------------------------------------------------------
***
“aku
menyukaimu zayn….” Kata perrie gugup. Aku terdiam mendengar kata-katanya. Aku
hanya menatapnya dengan bingung. 1 tahun aku bersama perrie menjalani hubungan
sebagai teman dekat, tak ku sangka bisa tumbuh rasa cinta di hati perrie. tidak
bagiku. Dihatiku masih ada jenna. tapi, perrie….
“A..aku
minta maaf. Aku sudah cukup lama menyimpan rasa ini. aku hanya ingin kamu
mengetahuinya zayn malik. Bahwa aku sangat mencintaimu….itu saja.” Tambah
perrie. inikah perasaannya di tembak oleh orang yang tidak kita cintai? Aku
tidak tega menolak perasaan perrie yang tulus itu.
“aku
mengerti,” aku tersenyum. “ I love you too.” Ujarku. Bohong.
“zayn…
apakah itu benar? Jangan membohongi diri sendiri..”
“aku
benar-benar sangat mencintaimu perrie, jangan berpikir macam-macam lagi ya..”
kataku tersenyum. Dia memelukku secara tiba-tiba. Aku tersenyum dan mebalas
pelukannya.
***
Selama 1
tahun aku menjalankan hubungan ini dengan perrie. lama-lama tumbuh cinta
didalam diriku untuk perrie. tetapi cintaku buat jenna tidak hilang. Rasa
sayang itu tetap ada. Aku masih mencintai jenna dengan sepenuh hatiku.
Gimana
yah kabar jenna? dia tambah cantik gak ya? atau sama seperti yang dulu?
Kacamatanya sudah dilepas belum? Jenna, kau sungguh membuatku benar-benar jatuh
cinta padamu.
#flashback off
Mengapa
penyesalan selalu datang terakhir? Jika sudah tau aku akan menyesali
perbuatanku sendiri, pasti sudah ku batalkan perbuatanku ini. andai saja diriku
bisa beruntung seperti harry, bisa mendapat perempuan yang sangat tulus, baik,
cantik, pintar seperti jena. sangat susah mencari wanita yang punya kepribadian
seperti itu. Aku mungkin memang tidak di jodohkan dengan Jenna.
Kadang
aku merasa, Tuhan tidak adil denganku. Tapi yang salah adalah diriku sendiri.
aku tidak pernah puas dengan apa yang aku miliki. Aku selalu mengeluh mengeluh
dan mengeluh , hingga apa yang aku dapatkan aku tidak puas dengan itu. Aku
selalu ingin yang lebih. Seharusnya aku membeli barang yang aku butuhkan tetapi
selalu berakhir dengan membeli barang yang aku inginkan.
Sebenarnya,
kita dapat hidup sampai disini ,itu adalah keajaiban. Kita masih dapat melihat
seseorang yang kita cintai tersenyum sehat , itu adalah keajaiban.
Tidak ada
yang namanya kebetulan, semua terjadi karena ada alasan tertentu. Dan aku
percaya bahwa pertemuan aku dan perrie ada hasil dan alasan tertentu. Dan semua
itu akan berbuah. Aku sedang menunggu hasilnya. Dan semoga hasilnya sama
seperti yang kuinginkan.
Sudah 1
minggu aku tidak bertemu dengan perrie. dan juga jenna. aku harus tour keluar
kota. Dan katanya, sehabis tour kemarin, harry sedang dekat dengan salah satu
perempuan. Aku tidak yakin harry begitu.
Ringtone
hape ku membuyarkan aku dari lamunan. ‘MyPerrie<3’ nama itu terpampang di
layar hapeku. Segera aku mengangkatnya.
“Olaaa!”
sapa perrie diseberang sana.
“Olaa !
wassup?”
“hari ini
ada acara?”
“um…
kayaknya tidak. Ada apa ?”
“kau mau
berjalan dengan kami?” tanya perrie. aku mengerutkan dahiku. ‘kami’?
“kami?”
“iya,
aku, jenna dan harry! ayolah, kita akan berjalan seharian di pantai…”
“aku…”
“pleaseeeeeeeeeeeee…..”
goda perrie. aku tersenyum kecil.
“iyalah.,”
jawabku menghembuskan nafas panjang.
“yayyy! We’ll
pick you at ten!tut…” telepon di putuskan.
At ten? GEEZZZ
! 10 menit lagi ?! belum lagi mandi! Aku berlari kecil ke toilet. Membuka semua
pakaianku. Segera ku hidupkan shower. Gosok gigi, shampoo, sabun selesai sudah!
Segera ku kenakan baju t-shirt dan celana jeans. Casual seperti biasa. Aku
mengacak-acakan rambutku. ‘cakep’ kataku melihat diriku didepan cermin.
Aku segera keluar dari apartmen diam-diam
dan berlari menuju tempat parkiran. ‘pip pip!’ suara klakson mobil membuat ku
terkejut. aku berjalan ke arah mobil itu.
“hey!”
teriak perrie. aku tersenyum dan masuk ke dalam mobil tersebut. Sudah ada
jenna, harry , dan perrie. jenna… sangat cantik!
Jenna’s POV
Jalan-jalan
ke pantai bersama harry,perrie dan zayn. Menyebalkan sekali…. Menyebalkan karena
aku sangat benci pantai! Aku trauma akan film-film hiu. Aku sangat takut dengan
hiu. Tapi perrie berkata bahwa dipantai tidak ada hiu, pantai tersebut ada
keamanan. Gaje ah, kata-kata tersebut sama sekali tidak membantuku
menghilangkan rasa takut ku kepada ikan – ikan hiu yang sangat jelek!
“hey!”
teriak perrie ke arah luar jendela mobil. Tiba-tiba ada yang membuka pintu
mobil… zayn. Aku merasakan mata zayn menatapku sedari tadi.
Selama di
mobil, mereka bertiga bercanda melulu. Aku disini kayak dianggap gak ada. Baguslah,
kalau aku punya kekuatan bisa menghilang.
Tiba-tiba,
hape harry berbunyi. Harry mengangkatnya. Aku dapat mendengar, suara diseberang
sana seperti suara perempuan. Harry tersenyum dan tertawa terus. Aku yang ada
disampingnya merasa aneh. Selama 1 minggu tidak bertemu dengan harry, sikapnya
berubah. Aku tidak tau mengapa. Tapi aku harap harry tidak akan menyakiti
hatiku.
“siapa
itu haz?” tanya zayn tiba-tiba.
“teman.” Jawab
harry singkat. Mereka kembali bercanda lagi.
***
Setelah setengah
jam berada di mobil dengan memakai kekuatanku untuk menghilang, akhirnya sampai
juga di pantai. Pemandangannya sangat indah….. dan sangat sepi. Hanya ada
beberapa orang. aku kembali teringat akan ikan hiu. Aaaaaaaaaargh !
“heyyyy!”
tepuk seseorang. Aku terkejut hebat. Aku menoleh ke arahnya, ternyata louis.
“ada apa
lou?”
“nothing,
mau ikut kami untuk berenang?” tanyanya. Aku menggeleng kepala sambil
tersenyum. Dia tersenyum manis dan meninggalkanku. Aku hanya duduk di atas
pasir, menyaksikan mereka bermain di tepi pantai. Hari masih siang. Sekitar jam
12 lewat. Sangat panas tentunya, tapi aku tetap bertahan di atas pasir dengan
angin sepoi-sepoi yang sedari tadi menemaniku.
Tiba-tiba
aku melihat seorang perempuan cantik yang datang dengan pakaian berenangnya
yang seksi. Dari jauh aku melihat harry menghampirinya dan mereka saling
berpelukan. Betapa terkejutnya aku melihat pemandangan itu. Aku beranjak ke
tempat berteduh. Disitu terasa sangat damai. Disitu aku boleh menangis
sepuas-puasnya. Tidak ada yang akan melihatku.
Aku memeluk
kedua kakiku. Membenamkan wajahku di antara tangan dan kakiku. Airmata yang
sudah ingin kukeluarkan sedari tadi akhirnya keluar. Aku menangis deras disitu.
mengapa harry mengkhianati diriku? Apa salahku?
“hei….” Sapa
seseorang. Suara yang berat itu.. Liam.
“pergi,aku
sedang ingin sendiri.” kataku. Aku menggunakan ‘aku.’ karena aku sudah
menganggap liam kakakku.
“benarkah?”
aku tidak menjawabnya. Liam duduk di sampingku dan merangkulku. Aku membenamkan
wajahku di dadanya. Liam mengelus-elus rambutku. Aku terasa sangat nyaman
disitu.
“aku tau
loh kamu nangis gara-gara apa….” Goda liam.
“apa?”
“gara-gara
rindu sama aku kan?” tanya liam tertawa, aku ikut tertawa.
“nah gitu
dong,” kata liam. aku tersenyum. Liam memang sangat baik, orang yang
mendapatkannya pasti sangat beruntung sekali.
“dasar,
geer banget jadi orang!” kataku tersenyum. Aku bangun dari pelukan liam. kami
saling bertatap-tatapan tersenyum.
“jangan
nangis lagi dong! Jelek tuh!” kata liam menghapus sisa-sisa air mataku dengan
ibu jarinya. Aku tersenyum lagi. Coba saja orang yang menghapus air mataku
sekarang adalah zayn. Coba saja….
lanjutannya?
next part !
sorry ya kalau jelek :p mimin bener-bener akhir ini kurang fit, jadi postnya lama. tapi mimin usahain bikin ceritanya panjang kok! jangan lupa comment saran dan kritiknya ya!
thanks alot :p
Langganan:
Postingan (Atom)