#1DLS #ZLS
ONE DIRECTION LOVE STORY ; ZAYN'S LOVE STORY
PART 12
by @VenaCornelya
enjoy ! x
-------------------------------------------------------------------------
“yuk, ke pantai main aja. Kita bangun istana pasir
bersama-sama!” liam menarik tanganku keluar dari tempat berteduh. Aku dapat
melihat laut lagi. Tapi kali ini, perasaan ku ketika melihat laut sangat
berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya aku merasa takut jika melihat laut, tapi
sekarang aku merasa tenang dan damai melihat laut. Mendengar pecahan ombak yang
menabrak batu. Angin yang terasa begitu damai. Pasir yang hangat… sangat indah.
Entah mengapa,
setiap bersama Liam, aku merasa sangat tenang. Bagiku Liam bukan hanya sekedar
teman curhat, tapi aku anggap sebagai kakakku sendiri. dia selalu ada ketika
aku sedih, membuatku tertawa ketika aku sedang sedih, aku tidak tau, mengapa
Liam begitu baik kepadaku, tapi apapun niat baik Liam itu, aku sangat senang
dan sangat berterima kasih kepada Liam.
Aku membiarkan
mereka semua yang sedang asyik bermain dengan air laut di tepi pantai. Zayn kan
tidak bisa berenang? Tapi masih nekat main dilaut. Huh. Harry? sedang bermain
dengan ‘teman’ perempuannya yang baru itu. Sama sekali tidak memperdulikan
diriku.
Aku tidak
menyesali keputusanku untuk memberikan kesempatan kepada Harry untuk melupakan
Harry. memberikan kesempatan kepada orang itu sangat berharga, meskipun
kesempatan emas itu tidak digunakan baik-baik, aku sangat senang jika mereka
pernah berusaha untuk mendapatkannya.
“kita
bangun disini aja, biar tidak diganggu mereka.” kata Liam. kami bermain pasir
dengan jarak agak jauh dari mereka.
Aku mulai
membentuk sebuah gunung, dengan perlengkapan yang ada. Aku agak ketepi untuk
mengambil air laut dengan ember kecil. Setelah selesai mengambil, aku menyiram
gunung itu, aku mulai membentuk dengan ember. Liam membantu dengan membuat
bangunan-bangunan kecil disekelilingnya.
Tiba-tiba
istana pasir ku dan liam hancur diinjak seseorang. Aku sangat terkejut
tentunya, begitu juga dengan Liam. padahal tinggal sedikit lagi , istana itu
akan selesai. Dan sekarang, jadi hancur lagi! Urrrggghhhh!
“oh my
god, I’m sorry!” ujar suara perempuan. Aku berdiri dihadapannya. Dia menatapku
dalam-dalam. Muka familiar.
“jenna?
is that you?” ujar perempuan tadi. Aku mengerutkan dahi sambil mengangguk.
“yep, who
are you?” tanyaku bingung.
“aku
sahabat mu! Shaniece!” ujarnya riang. Aku melihat tubuhnya dari atas ke bawah..
ini kan perempuan tadi? Yang bersama harry itu? Sekarang , shaniece terlihat
sangat cantik dan mempunyai body yang ideal.
“shaniece?”
tanyaku lagi.
Aku cukup
terkejut dengan jawaban perempuan tadi. Namanya Shaniece. Lebih tepatnya Shaniece
Nesbitt. Sahabat lamaku. Sahabat yang tidak pernah tau perasaan ku kepada Vins.
Sahabat yang sudah lama hilang, kini datang kembali. sahabat yang sudah pernah
meninggalkanku, seharusnya aku berhenti menyebutnya sahabat.
“iyaa!”
tiba-tiba harry berlari kecil dan berdiri di samping Shaniece. “eh, hey jenna,
ini harry, pacarku.” Aku terkejut hebat. Muka harry tampak gelisah. Liam yang
dari tadi duduk di atas pasir, langsung berdiri di sampingku. dia melihat
wajahku sekilas. Aku hanya terdiam ditempat.
“pa.pa.pacar?”
tanyaku lagi.
“iya! Aku
sudah lama putus dengan Vins. Dia menyakiti hatiku, tapi sekarang aku bertemu
dengan Harry. kami baru berkenalan 1 minggu setelah konser minggu lalu.” Kata Shaniece
tersenyum lalu menggandeng tangan Harry.
“Wow! Congrats
ya!” kataku terpaksa. Aku menahan air mataku ini. aku memaksakan senyuman ku.
aku benar-benar tidak menyangka bahwa harry benar-benar mengkhianatiku. Aku..sungguh
tidak percaya. Aku sangat sedih tentunya.
“thanks!”
shaniece memelukku. Aku membalas pelukannya. Akhirnya air mataku jatuh. Shaniece
menyadarinya, dan langsung bertanya.
“kok
nangis?”
“aku
terlalu bahagia untukmu shaniece, longlast ya !” bohongku. Aku mengelap air
mataku. Aku mungkin dianggap sebagai cewek yang lemah. Aku cengeng, aku lemah,
mentalku tidak kuat.
“thanks
banget ! ini pacar kamu ya?” tanya Shaniece menatap Liam.
“bu.bukan.”
kataku jujur. Shaniece membentuk mulut nya dengan huruf O.
“oke,
kami mau berteduh dulu. Bye.” Katanya menggandeng tangan harry pergi. Setelah mereka
sudah pergi cukup jauh. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku dan
duduk di atas pasir. Aku menangis deras.
Aku benar-benar
dikhianati. Aku sungguh tidak percaya. Aku dikhianati Harry. hatiku sangat
sakit. Nafasku terasa sangat sesak sekali sehingga susah buat diriku untuk
bernafas. Perutku mules, pikiranku melayang entah kemana. Aku sungguh sedih. Aku..
aku tidak menyangka , hidupku akan sesengsara ini.
Rasa ini
lebih sakit. Dikhianati oleh orang yang sudah kita cintai. Ketika aku sudah
mulai jatuh cinta kepada harry, dia malah membuat cintaku retak, membuat hatiku
sakit. Harry berhasil membuatku sakit hati untuk pertama kalinya. Tapi ini
sudah ketiga kalinya hatiku disakiti. Pertama oleh Vins, kedua Zayn, dan
ketiga.,.Harry.
Seharusnya
aku kuat menghadapi masalah seperti ini, karena ini bukan yang pertama kalinya
aku sakit hati. Ini ketiga kalinya. Ya tuhan, setiap cobaan yang kamu berikan
sudah kujalani satu per satu. Tapi mengapa, aku tidak pernah berhasil
menghadapinya, aku gagal. Cintaku gagal. Aku sudah tidak ingin membuka hatiku
lagi. Sudah cukup untukku…merasakan sakitnya jatuh cinta.
“Jenna…”
bisik liam pelan. Dia memelukku erat dari belakang. Aku menghadapnya dan
memeluknya kuat. Aku membenamkan wajahku didadanya. Aku menangis sesedih
sedihnya disitu.
“jangan
menangis lagi ..” kata Liam mengelus-elus rambutku.
Harry’s POV
“shaniece,seharusnya
tadi kamu tidak bilang ke jenna kalau kita pacaran.” Kataku kesal.
“loh,
bukannya memang begitu?”
“iya,
tapi kan kamu uda janji sama aku, mau ngumumin nya minggu depan.” Kataku lagi
“emangnya
kenapa sih?”
“gapapa. Aku
ingin bertemu jenna sebentar ya. dia sangat kasihan, baru dikhianati oleh
pacarnya.”
“iya? Yaudah,
gapapa.”
Aku berlari
kecil ke tempat jenna. aku berhenti agak jauh dari tempat jenna. hatiku sesak
melihat pemandangan itu. Liam dan jenna berpeluka erat. Jenna menangis disitu.
aku sungguh sangat brengsek. Aku cowok yang brengsek. Aku telah menyakiti hati
jenna.
Aku berjalan
ke arah jenna dan liam. jenna menatapku sebentar kemudian membenamkan wajahnya
di dada Liam. matanya sembab dan bengkak. Hidung nya merah. Aku sungguh tidak
tega melihat jenna begitu.
“liam,
kasih waktu bentar. Gue mau ngomong sama Jenna.” ujarku kepada Liam. liam
menatapku tajam. Aku hanya memberikan muka tanpa ekspresi. Kemudian liam
melepaskan pelukannya dari Jenna. setelah liam pergi agak jauh. Aku duduk di
samping jenna.
Jenna memeluk
kedua kakinya, dia melihat ke arah laut. Setelah beberapa menit, aku akhirnya
membuka percakapan.
“hey..”
“hey..”
balasnya kecil dengan suara serak.
“dari
skala 1 sampai 10, seberapa bencinya kamu sama aku?”
“aku
tidak membencimu, harry. aku merindukanmu. Kita sudah pernah berjanji, kita
akan menghadapi godaan diluar hubungan kita yang akan menghancurkan hubungan
kita. Kita sudah menjalaninya dengan sabar. Tapi, kemana semua janji itu harry?”
“aku tau,
dan aku minta maaf. Aku mengaku kalau aku memang cinta shaniece, tapi
bagaimanapun rasa cintaku kepadamu tidak pernah hilang. Aku sangat merindukanmu
jenna.”
“sudahlah
harry,”
“aku akan
memutuskan shaniece jika kau menginginkan hal itu jenna!”
“sudahlah
harry, sudah cukup dengan alasanmu itu. Aku tidak mau berdebat panjang lagi. Sudah
CUKUP , aku saja yang merasakan sakit nya cinta ini.”
“tapi,
jenna...” aku menarik tangannya.
“kamu
benar, ini sudah berakhir.” Katanya tersenyum, dan melepaskan tangannya dari
genggaman tanganku.
masalah cinta jenna dengan harry baru saja selesai, bagaimana dengan zayn?
next part !
saran, kritik dan comment jangan lupa ya! aku harap, kalian tidak hanya sekedar membaca saja. thanks :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar