Kamis, 14 Maret 2013

#1DLS #ZLS PART 12 ENJOY ! XX


#1DLS #ZLS
ONE DIRECTION LOVE STORY ; ZAYN'S LOVE STORY

PART 12

by @VenaCornelya


enjoy ! x

-------------------------------------------------------------------------


“yuk, ke pantai main aja. Kita bangun istana pasir bersama-sama!” liam menarik tanganku keluar dari tempat berteduh. Aku dapat melihat laut lagi. Tapi kali ini, perasaan ku ketika melihat laut sangat berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya aku merasa takut jika melihat laut, tapi sekarang aku merasa tenang dan damai melihat laut. Mendengar pecahan ombak yang menabrak batu. Angin yang terasa begitu damai. Pasir yang hangat… sangat indah.

        Entah mengapa, setiap bersama Liam, aku merasa sangat tenang. Bagiku Liam bukan hanya sekedar teman curhat, tapi aku anggap sebagai kakakku sendiri. dia selalu ada ketika aku sedih, membuatku tertawa ketika aku sedang sedih, aku tidak tau, mengapa Liam begitu baik kepadaku, tapi apapun niat baik Liam itu, aku sangat senang dan sangat berterima kasih kepada Liam.

        Aku membiarkan mereka semua yang sedang asyik bermain dengan air laut di tepi pantai. Zayn kan tidak bisa berenang? Tapi masih nekat main dilaut. Huh. Harry? sedang bermain dengan ‘teman’ perempuannya yang baru itu. Sama sekali tidak memperdulikan diriku.

        Aku tidak menyesali keputusanku untuk memberikan kesempatan kepada Harry untuk melupakan Harry. memberikan kesempatan kepada orang itu sangat berharga, meskipun kesempatan emas itu tidak digunakan baik-baik, aku sangat senang jika mereka pernah berusaha untuk mendapatkannya.

        “kita bangun disini aja, biar tidak diganggu mereka.” kata Liam. kami bermain pasir dengan jarak agak jauh dari mereka.

        Aku mulai membentuk sebuah gunung, dengan perlengkapan yang ada. Aku agak ketepi untuk mengambil air laut dengan ember kecil. Setelah selesai mengambil, aku menyiram gunung itu, aku mulai membentuk dengan ember. Liam membantu dengan membuat bangunan-bangunan kecil disekelilingnya.

        Tiba-tiba istana pasir ku dan liam hancur diinjak seseorang. Aku sangat terkejut tentunya, begitu juga dengan Liam. padahal tinggal sedikit lagi , istana itu akan selesai. Dan sekarang, jadi hancur lagi! Urrrggghhhh!

        “oh my god, I’m sorry!” ujar suara perempuan. Aku berdiri dihadapannya. Dia menatapku dalam-dalam. Muka familiar.

        “jenna? is that you?” ujar perempuan tadi. Aku mengerutkan dahi sambil mengangguk.

        “yep, who are you?” tanyaku bingung.

        “aku sahabat mu! Shaniece!” ujarnya riang. Aku melihat tubuhnya dari atas ke bawah.. ini kan perempuan tadi? Yang bersama harry itu? Sekarang , shaniece terlihat sangat cantik dan mempunyai body yang ideal.

        “shaniece?” tanyaku lagi.

        Aku cukup terkejut dengan jawaban perempuan tadi. Namanya Shaniece. Lebih tepatnya Shaniece Nesbitt. Sahabat lamaku. Sahabat yang tidak pernah tau perasaan ku kepada Vins. Sahabat yang sudah lama hilang, kini datang kembali. sahabat yang sudah pernah meninggalkanku, seharusnya aku berhenti menyebutnya sahabat.

        “iyaa!” tiba-tiba harry berlari kecil dan berdiri di samping Shaniece. “eh, hey jenna, ini harry, pacarku.” Aku terkejut hebat. Muka harry tampak gelisah. Liam yang dari tadi duduk di atas pasir, langsung berdiri di sampingku. dia melihat wajahku sekilas. Aku hanya terdiam ditempat.

        “pa.pa.pacar?” tanyaku lagi.

        “iya! Aku sudah lama putus dengan Vins. Dia menyakiti hatiku, tapi sekarang aku bertemu dengan Harry. kami baru berkenalan 1 minggu setelah konser minggu lalu.” Kata Shaniece tersenyum lalu menggandeng tangan Harry.

        “Wow! Congrats ya!” kataku terpaksa. Aku menahan air mataku ini. aku memaksakan senyuman ku. aku benar-benar tidak menyangka bahwa harry benar-benar mengkhianatiku. Aku..sungguh tidak percaya. Aku sangat sedih tentunya.

        “thanks!” shaniece memelukku. Aku membalas pelukannya. Akhirnya air mataku jatuh. Shaniece menyadarinya, dan langsung bertanya.

        “kok nangis?”

        “aku terlalu bahagia untukmu shaniece, longlast ya !” bohongku. Aku mengelap air mataku. Aku mungkin dianggap sebagai cewek yang lemah. Aku cengeng, aku lemah, mentalku tidak kuat.

        “thanks banget ! ini pacar kamu ya?” tanya Shaniece menatap Liam.

        “bu.bukan.” kataku jujur. Shaniece membentuk mulut nya dengan huruf O.

        “oke, kami mau berteduh dulu. Bye.” Katanya menggandeng tangan harry pergi. Setelah mereka sudah pergi cukup jauh. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku dan duduk di atas pasir. Aku menangis deras.

        Aku benar-benar dikhianati. Aku sungguh tidak percaya. Aku dikhianati Harry. hatiku sangat sakit. Nafasku terasa sangat sesak sekali sehingga susah buat diriku untuk bernafas. Perutku mules, pikiranku melayang entah kemana. Aku sungguh sedih. Aku.. aku tidak menyangka , hidupku akan sesengsara ini.

        Rasa ini lebih sakit. Dikhianati oleh orang yang sudah kita cintai. Ketika aku sudah mulai jatuh cinta kepada harry, dia malah membuat cintaku retak, membuat hatiku sakit. Harry berhasil membuatku sakit hati untuk pertama kalinya. Tapi ini sudah ketiga kalinya hatiku disakiti. Pertama oleh Vins, kedua Zayn, dan ketiga.,.Harry.

        Seharusnya aku kuat menghadapi masalah seperti ini, karena ini bukan yang pertama kalinya aku sakit hati. Ini ketiga kalinya. Ya tuhan, setiap cobaan yang kamu berikan sudah kujalani satu per satu. Tapi mengapa, aku tidak pernah berhasil menghadapinya, aku gagal. Cintaku gagal. Aku sudah tidak ingin membuka hatiku lagi. Sudah cukup untukku…merasakan sakitnya jatuh cinta.

        “Jenna…” bisik liam pelan. Dia memelukku erat dari belakang. Aku menghadapnya dan memeluknya kuat. Aku membenamkan wajahku didadanya. Aku menangis sesedih sedihnya disitu.

        “jangan menangis lagi ..” kata Liam mengelus-elus rambutku.

Harry’s POV

        “shaniece,seharusnya tadi kamu tidak bilang ke jenna kalau kita pacaran.” Kataku kesal.

        “loh, bukannya memang begitu?”
       
        “iya, tapi kan kamu uda janji sama aku, mau ngumumin nya minggu depan.” Kataku lagi

        “emangnya kenapa sih?”

        “gapapa. Aku ingin bertemu jenna sebentar ya. dia sangat kasihan, baru dikhianati oleh pacarnya.”

        “iya? Yaudah, gapapa.”

        Aku berlari kecil ke tempat jenna. aku berhenti agak jauh dari tempat jenna. hatiku sesak melihat pemandangan itu. Liam dan jenna berpeluka erat. Jenna menangis disitu. aku sungguh sangat brengsek. Aku cowok yang brengsek. Aku telah menyakiti hati jenna.

        Aku berjalan ke arah jenna dan liam. jenna menatapku sebentar kemudian membenamkan wajahnya di dada Liam. matanya sembab dan bengkak. Hidung nya merah. Aku sungguh tidak tega melihat jenna begitu.

        “liam, kasih waktu bentar. Gue mau ngomong sama Jenna.” ujarku kepada Liam. liam menatapku tajam. Aku hanya memberikan muka tanpa ekspresi. Kemudian liam melepaskan pelukannya dari Jenna. setelah liam pergi agak jauh. Aku duduk di samping jenna.

        Jenna memeluk kedua kakinya, dia melihat ke arah laut. Setelah beberapa menit, aku akhirnya membuka percakapan.

        “hey..”

        “hey..” balasnya kecil dengan suara serak.

        “dari skala 1 sampai 10, seberapa bencinya kamu sama aku?”

        “aku tidak membencimu, harry. aku merindukanmu. Kita sudah pernah berjanji, kita akan menghadapi godaan diluar hubungan kita yang akan menghancurkan hubungan kita. Kita sudah menjalaninya dengan sabar. Tapi, kemana semua janji itu harry?”

        “aku tau, dan aku minta maaf. Aku mengaku kalau aku memang cinta shaniece, tapi bagaimanapun rasa cintaku kepadamu tidak pernah hilang. Aku sangat merindukanmu jenna.”

        “sudahlah harry,”

        “aku akan memutuskan shaniece jika kau menginginkan hal itu jenna!”

        “sudahlah harry, sudah cukup dengan alasanmu itu. Aku tidak mau berdebat panjang lagi. Sudah CUKUP , aku saja yang merasakan sakit nya cinta ini.”

        “tapi, jenna...” aku menarik tangannya.

        “kamu benar, ini sudah berakhir.” Katanya tersenyum, dan melepaskan tangannya dari genggaman tanganku.

                Jenna benar, sudah berakhir. It’s over now. Goodbye jenna. I’m sorry I’ve broke your heart. But I promise that I won’t hurt people’s heart, again. 


masalah cinta jenna dengan harry baru saja selesai, bagaimana dengan zayn? 
next part !

saran, kritik dan comment jangan lupa ya! aku harap, kalian tidak hanya sekedar membaca saja. thanks :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar