Sabtu, 30 Maret 2013

#1DLS #ZLS last part 13

#1DLS #ZLS


THE LAST PART
PART 13

CAN'T BELIEVE IT! THIS IS THE LAST PART !
OKAY,,, i'm sweating while i'm making this story.... so,

ENJOY !

--------------------------------------------------------------



Zayn’s POV

        Aku dengar sekarang harry sudah putus dengan jenna. awalnya aku bingung mengapa mereka bisa putus, padahal mereka tampak harmonis sekali. Tapi setelah tau mengapa mereka putus, aku kasian kepada jenna. jenna pasti sakit hati nya gak main! Harry mencampakkannya, harry berselingkuh di belakang Jenna. he only sorry when he get caught ! coba kalau pacar harry yang baru itu tidak memberitahukan jenna bahwa harry itu adalah pacarnya, pasti harry masih tidak ingin mengaku!

        Beberapa hari ini, jenna menjadi pendiam. Wajahnya menunjukkan patah semangat, matanya yang bengkak, penampilan jenna sangat hancur. Pasti dia sudah frustasi karena sakit hati. Kami semua khawatir dengan keadaan Jenna yang semakin hari semakin lemah.

        “jenna, makan yuk.” Ajak niall. Jenna hanya menatap niall.

        “gue gak mood mau makan niall.” Jawab jenna serak.

        “gue aja yang suapin niall, kalian semua tunggu di luar aja.” Kataku mengambil mangkuk yang berisi bubur dari tangan niall. Niall keluar dari kamar jenna dengan muka murung.

        Aku sekarang duduk di samping jenna. dia hanya menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong. Aku mulai mengaduk-ngaduk bubur ayam di mangkuk dan menyuapinya ke jenna.

        “aaa….” Ujarku membuka mulutku. Jenna menatapku tersenyum, tertawa kecil, dia membuka mulutnya.

        “nah gitu dong..” kataku. Aku sangat senang bisa melihat jenna tersenyum lagi. Senyuman yang sudah lama tidak ku lihat. Senyuman manis satu-satunya yang bisa membuatku senang. Aku kembali menyuapinya bubur.

        Jenna makan dengan lahap, aku yakin dia sangat lapar pastinya. Bubur ayamnya saja sudah habis tak tersisa satu butir pun dimangkuk.

        “feel better?”

        “um…yeah, thanks.” Jenna tersenyum sangat manis sekali, dan hampir membuat jantungku berhenti berdetak.

        “Are you okay?” tanya jenna. aku tersenyum kaku.

        “eh..y…yes I’m okay..” holy shit! Mengapa aku menjadi kaku begini?

        “Apa ada yang ingin kau sampaikan?” tanya jenna lagi. Kali ini, dengan tatapannya yang begitu dalam.

        Sebenarnya ada… tapi, apakah aku berani untuk mengatakannya ke jenna? mengatakan bahwa aku sangat mencintainya, dan sangat sedih melihat keadaan jenna yang sangat buruk ini. jangan jadi pengecut zayn!

        “aku sebenarnya ingin mengatakan ini sejak lama.... aku … aku….”

        “ya..?”

        “aku rindu kamu jenna. dan, aku sangat sedih dengan keadaan mu yang semakin buruk dari hari kehari. Aku…. hanya sangat merindukan mu selama 7 tahun ini. kau tahu, saat aku mengetahui kau berpacaran dengan harry, itu membuat aku sakit. Hatiku sangat sakit, aku tidak ingin ada orang lain yang memilikimu selain a--- maaf, jenna.. aku hanya…”

        “Zayn… kau tahu, aku juga merindukan mu. Tapi situasi tidak ingin kita untuk bersama. Lagipula, kau sudah ada seseorang.. itu perrie kan? Kau tidak boleh menyakiti hatinya.. aku… aku...aku hanya tidak ingin dia tersakiti… sudah lah zayn,”

Perrie’s POV

        “Apa ada yang ingin kau sampaikan?” suara jenna terdengar dari dalam kamar. Aku memberhentikan langkahku.

        “aku sebenarnya ingin mengatakan ini sejak lama.... aku … aku….” uajr zayn terbata-bata. What’s going on?

        “ya..?”

        “aku rindu kamu jenna. dan, aku sangat sedih dengan keadaan mu yang semakin buruk dari hari kehari. Aku…. hanya sangat merindukan mu selama 7 tahun ini. kau tahu, saat aku mengetahui kau berpacaran dengan harry, itu membuat aku sakit. Hatiku sangat sakit, aku tidak ingin ada orang lain yang memilikimu selain a--- maaf, jenna.. aku hanya…”

        DEG! Jantungku serasa berhenti begitu saja. Rasanya sangat sakit! Sangat sangat sakit. Aku…aku tidak percaya ini… tidak.. tidak mungkin…

        “Zayn… kau tahu, aku juga merindukan mu. Tapi situasi tidak ingin kita untuk bersama. Lagipula, kau sudah ada seseorang.. itu perrie kan? Kau tidak boleh menyakiti hatinya.. aku… aku...aku hanya tidak ingin dia tersakiti… sudah lah zayn,”

        Tunggu…mungkin ini sebabnya mengapa jenna menyuruhku untuk.. untuk tidak mencari cowok yang dicintainya …. Ternyata,, cowok itu adalah kekasihku.. ya tuhan! Apa yang telah ku perbuat! aku telah menyakiti hati jenna… aku menghancurkan hubungan mereka berdua…

        Hatiku sangat sakit, jantungku berdetak tidak beraturan, pikiranku melayang sana sini, dadaku terasa sangat sesak, yang membuatku ingin mengakhiri penderitaan ini sekarang juga! aku harus menyatukan mereka kembali, aku hanya ingin memperbaiki kerusakan yang telah ku lakukan.. ini jalan yang tepat…

        “aku pergi dulu ya, kami harus melakukan rekaman lagu. See you!”

        Aku langsung pura-pura ingin membuka pintu.

        “eh, perrie.” muka zayn menegang.

        “eh, zayn! bukankah kau harus melakukan rekaman lagu?”

        “eh..iya iya, bye perrie!” zayn ingin mencium pipiku, tapi aku menolaknya. Dia menatapku bingung, aku hanya tersenyum tipis.

        “bye.” Ucapku sembari masuk ke dalam kamar jenna.


Jenna ‘s POV

        “Eh, perrie.” ujar zayn kaku.. perrie? jangan-jangan dia mendengar…

        “eh zayn! bukankah kau harus melakukan rekaman lagu?” suara perrie seperti sangat ditekan.

        “eh..iya iya, bye perrie!” zayn berusaha menenangkan diri, aku tidak berani menoleh.

        “bye.” Jawab perrie datar.

        Terdengar suara pintu kamarku ditutup.

        “jenna, sudah baikan?” tanya perrie sembari duduk di sebelahku.

        “sudah, terima kasih sudah menanyakannya..” aku tersenyum. Perrie memelukku secara tiba-tiba. Aku membalas pelukannya.

        “perrie? kangen ya sama aku heheh..” gumamku tidak jelas.

        “maaf kan aku jenna.. aku memang kakak sepupu yang tidak baik untukmu..”

        aku terdiam sejenak. Aku merasakan pakaikan ku basah, perrie menangis.

        “perrie, apa yang kau bicarakan? Kau sangat baik.. aku sangat sayang kepadamu..kau tau itu kan.”

        “iya , aku tau. Tapi…. Jenna…aku telah membuat hubungan mu dengan zayn… hancur..”

        Lagi-lagi aku terdiam. Bagaimana perrie bisa tau kalau zayn…dengan aku.. aku telah membuat perrie sakit hati!

        “perrie,… aku …. Aku… bagaimana kau bisa tahu tentang aku dan zayn? aku minta maaf perrie, aku seharusnya tidak datang ke london dan menghancurkan hubungan kalian…you know… I’m really sorry…”

        “tidak jenna, aku lah yang menghancurkan hubungan kalian. Hubungan ku dengan zayn memang sudah hancur, akhir-akhir ini kami jarang berkomunikasi… kau tahu kan, hubungan tanpa cinta.. itu … tidak akan berlangsung lama..aku minta maaf jenna… aku..” perrie menangis terisak

        Aku memeluk perrie erat. Aku sangat menyesal. Sangat sangat menyesal. Aku sangat sedih. Perasaan itu bercampur aduk…

        “tidak apa-apa perrie,”
               
        “lakukan 1 hal untukku ya jenna?”
               
        “apa itu?”

        “hiduplah dengan zayn. bahagialah.”

        “tapi perrie…”

        “tidak ada tapi-tapi jenna, aku mohon,.. kau sangat sayang aku kan? Kalau begitu lakukan lah perintahku.” Perrie tersenyum. Aku tersenyum sedih. Mengapa perrie harus mengorbankan cintanya demi diriku lagi? Aku memang… tidak berguna…

Zayn’s POV

        DRRRT DRRRT DRRRRT. Hp ku bergetar, aku segera membuka hpku. Disitu ada one message..

From : MyPerrie<3

        Zayn, I need to talk with you. Meet me at 7 in my house. X

        Aku mengerutkan dahi. Ada apa?

To : MyPerrie<3
       
        Okay! See you soon ! <3 x

***

At 7 pm in perrie’s house

Knok knok! Aku mengetuk pintu rumah perrie. seseorang membukanya. Perrie.

        “masuk.” Kata perrie tersenyum. Aku membalas senyumannya sembari memasuki rumah perrie.

        “so… what’s up?” kataku mencairkan suasana di taman. Perrie hanya menatapku datar.

        “zayn… our relation ship… sudah berakhir.” Kata perrie pelan. Aku terdiam sebentar.

        “what?”

        “hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi… kita sudah tidak cinta satu sama lain… hubungan kita berakhir disni zayn..”

        “jadi.,.maksudmu… tunggu, mengapa kau tiba-tib---“

        “aku hanya merasa aku sudah tidak mencintaimu lagi. Kita tidak bisa meneruskan hubungan tanpa cinta. Itu menyakitkan.”

        “tapi perrie…”

        “sudah lah zayn… aku minta maaf, aku tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu..”

        “perrie….”

        “zayn.. lakukan sesuatu untukku? Please?”

        “apa itu?”

        “bahagiakan jenna.” lagi-lagi aku terdiam mendengar perkataan perrie.

        “ap…apa yang kau bicarakan perrie?”

        “aku… aku… zayn, kau tidak mencintaiku selama ini. aku memaksamu untuk mencintaiku… aku sangat menyesal, seharusnya aku peka pada saat itu… peka bahwa kamu mencintai oranglain bukan diriku…”

        “siapa orang lain itu perrie?”

        “jenna.” perrie mengetahui semuanya.

        “perrie, aku minta maaf—“

        “tidak! Aku lah yang seharusnya minta maaf. Ohiya, besok aku akan ke LA untuk melakukan beberapa pemotretan dan konser. Jika tidak keberatan, jaga jenna untukku. Aku mungkin akan pulang ke london beberapa bulan lagi.” Ujar perrie tersenyum tipis ke arahku dan meninggalkanku sendiri di taman.


        Sudah berakhir…hubunganku dengan perrie… sudah kandas…hubungan kami hanya bertahan sampai disni.

Jenna’s POV

        “perrie, jaga drimu baik-baik y!” kataku riang mencium pipinya sekilas. Dia tersenyum.

        “kamu juga ya!” dia melambaikan tangannya. masuk ke dalam mobil dan menghilang. Gak sih, bukan menghilang seperti PUFF wkwkwkwk

        And yeah, I’m alone in this house…. Not really alone.. ada pelayan… but I’m feel like I’m lonely…

        DRRRT DRRT DRRT. Hape ku bergetar, aku membukanya, ternyata ada pesan dari zayn.

From : Zayn Malik

HEY JENNA! I’ll pick u at 3. Get ready.

To : zayn malik

Where are we going?

From : zayn malik

Can’t tell ya ! ;)

Aku mendesah malas. Jam menunjukkan 2.40 aku segera bersiap-siap. Setelah bersiap-siap , aku langsung tunggu di depan pintu rumah

PIP PIP, klakson motor. Motor ninja ?

“hey jenna, yuk naik.” Kata zayn kembali mengenakan helm berwarna hitam itu. Dan memberikan helm yang satu lagi untuk ku. aku mengenakannya. Dan langsung duduk di belakang zayn. okay, this is the first time. Aku tidak pernah menaiki motor sebelumnya!

Aku memeluk zayn erat. Aku tidak berani melihat ke depan, ataupun kesamping… mengerikan. Tapi asyik juga ya naik motor! Hehehehe….

Akhirnya kami pun berhenti di depan satu café. Tampak sepi di café itu.

        “surprise!” kata zayn. aku mengerutkan dahi. Café? Surprise? Apanya?

        “……” aku menatap zayn datar. Zayn menarik lenganku kuat. Aku mengikutinya. Ternyata café itu hanya ada 1 meja dan 2 kursi. Ditengah-tengahnya ada lilin. Aneh, zayn mengajakku berkencan jam 3 sore? …. Aneh

        “jadi…ide siapa ini?”

        “Jenna, will u be my girlfriend…” zayn berdiri didepanku dan memberikanku bunga mawar.

        “TERIMA TERIMA TERIMA!!!!!!!” tiba-tiba café menjadi ramai. Aku hanya terdiam disitu tanpa ekspresi.

        “jenna….”

        “perrie? kau…”

        “jangan membuat zayn menunggu terlalu lama…”

        “so jenna, kau terima?” zayn tersenyum sangat manis. Aku tersenyum. Mengambil bunga dari tangan zayn.

        “jadi,. Kita jadian?” aku tersenyum dan mengangguk pelan.

        “HURRAAAAAAAAY !” disitu ada sahabat-sahabatku, ada daboys… ada orang tua ku? what the…

        “ini semua rencana perrie..” bisik zayn mencium pipiku. Aku tersenyum.

terima kasih perrie... kamu orang yang paling baik, rela berkorban, polos, baik dan mementingkan orang lain. 

        ****
Author’s POV

“mummy!”

“yea honey?”

“dulu mummy nge fans sama siapa?” tanya seorang bocah perempuan yang sangat lucu.

        Jenna menunjukkan foto Zayn Malik kepada anaknya.

“ha? Mummy ngefans sama daddy?”

----------------------------the end----------------------------


ini hanya cerita! aku buat cerita ini untuk ngerespect perrie edwards, kekasih zayn malik <3

haters go away ! :D


please leave comments ! thanks for reading ! love you all ! god bless you xx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar