#1DLS #ZLS
PART 11
by @VenaCornelya
enjoy x
-----------------------------------------------------------------------
***
“aku
menyukaimu zayn….” Kata perrie gugup. Aku terdiam mendengar kata-katanya. Aku
hanya menatapnya dengan bingung. 1 tahun aku bersama perrie menjalani hubungan
sebagai teman dekat, tak ku sangka bisa tumbuh rasa cinta di hati perrie. tidak
bagiku. Dihatiku masih ada jenna. tapi, perrie….
“A..aku
minta maaf. Aku sudah cukup lama menyimpan rasa ini. aku hanya ingin kamu
mengetahuinya zayn malik. Bahwa aku sangat mencintaimu….itu saja.” Tambah
perrie. inikah perasaannya di tembak oleh orang yang tidak kita cintai? Aku
tidak tega menolak perasaan perrie yang tulus itu.
“aku
mengerti,” aku tersenyum. “ I love you too.” Ujarku. Bohong.
“zayn…
apakah itu benar? Jangan membohongi diri sendiri..”
“aku
benar-benar sangat mencintaimu perrie, jangan berpikir macam-macam lagi ya..”
kataku tersenyum. Dia memelukku secara tiba-tiba. Aku tersenyum dan mebalas
pelukannya.
***
Selama 1
tahun aku menjalankan hubungan ini dengan perrie. lama-lama tumbuh cinta
didalam diriku untuk perrie. tetapi cintaku buat jenna tidak hilang. Rasa
sayang itu tetap ada. Aku masih mencintai jenna dengan sepenuh hatiku.
Gimana
yah kabar jenna? dia tambah cantik gak ya? atau sama seperti yang dulu?
Kacamatanya sudah dilepas belum? Jenna, kau sungguh membuatku benar-benar jatuh
cinta padamu.
#flashback off
Mengapa
penyesalan selalu datang terakhir? Jika sudah tau aku akan menyesali
perbuatanku sendiri, pasti sudah ku batalkan perbuatanku ini. andai saja diriku
bisa beruntung seperti harry, bisa mendapat perempuan yang sangat tulus, baik,
cantik, pintar seperti jena. sangat susah mencari wanita yang punya kepribadian
seperti itu. Aku mungkin memang tidak di jodohkan dengan Jenna.
Kadang
aku merasa, Tuhan tidak adil denganku. Tapi yang salah adalah diriku sendiri.
aku tidak pernah puas dengan apa yang aku miliki. Aku selalu mengeluh mengeluh
dan mengeluh , hingga apa yang aku dapatkan aku tidak puas dengan itu. Aku
selalu ingin yang lebih. Seharusnya aku membeli barang yang aku butuhkan tetapi
selalu berakhir dengan membeli barang yang aku inginkan.
Sebenarnya,
kita dapat hidup sampai disini ,itu adalah keajaiban. Kita masih dapat melihat
seseorang yang kita cintai tersenyum sehat , itu adalah keajaiban.
Tidak ada
yang namanya kebetulan, semua terjadi karena ada alasan tertentu. Dan aku
percaya bahwa pertemuan aku dan perrie ada hasil dan alasan tertentu. Dan semua
itu akan berbuah. Aku sedang menunggu hasilnya. Dan semoga hasilnya sama
seperti yang kuinginkan.
Sudah 1
minggu aku tidak bertemu dengan perrie. dan juga jenna. aku harus tour keluar
kota. Dan katanya, sehabis tour kemarin, harry sedang dekat dengan salah satu
perempuan. Aku tidak yakin harry begitu.
Ringtone
hape ku membuyarkan aku dari lamunan. ‘MyPerrie<3’ nama itu terpampang di
layar hapeku. Segera aku mengangkatnya.
“Olaaa!”
sapa perrie diseberang sana.
“Olaa !
wassup?”
“hari ini
ada acara?”
“um…
kayaknya tidak. Ada apa ?”
“kau mau
berjalan dengan kami?” tanya perrie. aku mengerutkan dahiku. ‘kami’?
“kami?”
“iya,
aku, jenna dan harry! ayolah, kita akan berjalan seharian di pantai…”
“aku…”
“pleaseeeeeeeeeeeee…..”
goda perrie. aku tersenyum kecil.
“iyalah.,”
jawabku menghembuskan nafas panjang.
“yayyy! We’ll
pick you at ten!tut…” telepon di putuskan.
At ten? GEEZZZ
! 10 menit lagi ?! belum lagi mandi! Aku berlari kecil ke toilet. Membuka semua
pakaianku. Segera ku hidupkan shower. Gosok gigi, shampoo, sabun selesai sudah!
Segera ku kenakan baju t-shirt dan celana jeans. Casual seperti biasa. Aku
mengacak-acakan rambutku. ‘cakep’ kataku melihat diriku didepan cermin.
Aku segera keluar dari apartmen diam-diam
dan berlari menuju tempat parkiran. ‘pip pip!’ suara klakson mobil membuat ku
terkejut. aku berjalan ke arah mobil itu.
“hey!”
teriak perrie. aku tersenyum dan masuk ke dalam mobil tersebut. Sudah ada
jenna, harry , dan perrie. jenna… sangat cantik!
Jenna’s POV
Jalan-jalan
ke pantai bersama harry,perrie dan zayn. Menyebalkan sekali…. Menyebalkan karena
aku sangat benci pantai! Aku trauma akan film-film hiu. Aku sangat takut dengan
hiu. Tapi perrie berkata bahwa dipantai tidak ada hiu, pantai tersebut ada
keamanan. Gaje ah, kata-kata tersebut sama sekali tidak membantuku
menghilangkan rasa takut ku kepada ikan – ikan hiu yang sangat jelek!
“hey!”
teriak perrie ke arah luar jendela mobil. Tiba-tiba ada yang membuka pintu
mobil… zayn. Aku merasakan mata zayn menatapku sedari tadi.
Selama di
mobil, mereka bertiga bercanda melulu. Aku disini kayak dianggap gak ada. Baguslah,
kalau aku punya kekuatan bisa menghilang.
Tiba-tiba,
hape harry berbunyi. Harry mengangkatnya. Aku dapat mendengar, suara diseberang
sana seperti suara perempuan. Harry tersenyum dan tertawa terus. Aku yang ada
disampingnya merasa aneh. Selama 1 minggu tidak bertemu dengan harry, sikapnya
berubah. Aku tidak tau mengapa. Tapi aku harap harry tidak akan menyakiti
hatiku.
“siapa
itu haz?” tanya zayn tiba-tiba.
“teman.” Jawab
harry singkat. Mereka kembali bercanda lagi.
***
Setelah setengah
jam berada di mobil dengan memakai kekuatanku untuk menghilang, akhirnya sampai
juga di pantai. Pemandangannya sangat indah….. dan sangat sepi. Hanya ada
beberapa orang. aku kembali teringat akan ikan hiu. Aaaaaaaaaargh !
“heyyyy!”
tepuk seseorang. Aku terkejut hebat. Aku menoleh ke arahnya, ternyata louis.
“ada apa
lou?”
“nothing,
mau ikut kami untuk berenang?” tanyanya. Aku menggeleng kepala sambil
tersenyum. Dia tersenyum manis dan meninggalkanku. Aku hanya duduk di atas
pasir, menyaksikan mereka bermain di tepi pantai. Hari masih siang. Sekitar jam
12 lewat. Sangat panas tentunya, tapi aku tetap bertahan di atas pasir dengan
angin sepoi-sepoi yang sedari tadi menemaniku.
Tiba-tiba
aku melihat seorang perempuan cantik yang datang dengan pakaian berenangnya
yang seksi. Dari jauh aku melihat harry menghampirinya dan mereka saling
berpelukan. Betapa terkejutnya aku melihat pemandangan itu. Aku beranjak ke
tempat berteduh. Disitu terasa sangat damai. Disitu aku boleh menangis
sepuas-puasnya. Tidak ada yang akan melihatku.
Aku memeluk
kedua kakiku. Membenamkan wajahku di antara tangan dan kakiku. Airmata yang
sudah ingin kukeluarkan sedari tadi akhirnya keluar. Aku menangis deras disitu.
mengapa harry mengkhianati diriku? Apa salahku?
“hei….” Sapa
seseorang. Suara yang berat itu.. Liam.
“pergi,aku
sedang ingin sendiri.” kataku. Aku menggunakan ‘aku.’ karena aku sudah
menganggap liam kakakku.
“benarkah?”
aku tidak menjawabnya. Liam duduk di sampingku dan merangkulku. Aku membenamkan
wajahku di dadanya. Liam mengelus-elus rambutku. Aku terasa sangat nyaman
disitu.
“aku tau
loh kamu nangis gara-gara apa….” Goda liam.
“apa?”
“gara-gara
rindu sama aku kan?” tanya liam tertawa, aku ikut tertawa.
“nah gitu
dong,” kata liam. aku tersenyum. Liam memang sangat baik, orang yang
mendapatkannya pasti sangat beruntung sekali.
“dasar,
geer banget jadi orang!” kataku tersenyum. Aku bangun dari pelukan liam. kami
saling bertatap-tatapan tersenyum.
“jangan
nangis lagi dong! Jelek tuh!” kata liam menghapus sisa-sisa air mataku dengan
ibu jarinya. Aku tersenyum lagi. Coba saja orang yang menghapus air mataku
sekarang adalah zayn. Coba saja….
lanjutannya?
next part !
sorry ya kalau jelek :p mimin bener-bener akhir ini kurang fit, jadi postnya lama. tapi mimin usahain bikin ceritanya panjang kok! jangan lupa comment saran dan kritiknya ya!
thanks alot :p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar