Selasa, 12 Maret 2013

#1DLS #ZLS PART 11 ENJOY X


#1DLS #ZLS

PART 11

by @VenaCornelya

enjoy x


-----------------------------------------------------------------------


***

        “aku menyukaimu zayn….” Kata perrie gugup. Aku terdiam mendengar kata-katanya. Aku hanya menatapnya dengan bingung. 1 tahun aku bersama perrie menjalani hubungan sebagai teman dekat, tak ku sangka bisa tumbuh rasa cinta di hati perrie. tidak bagiku. Dihatiku masih ada jenna. tapi, perrie….

        “A..aku minta maaf. Aku sudah cukup lama menyimpan rasa ini. aku hanya ingin kamu mengetahuinya zayn malik. Bahwa aku sangat mencintaimu….itu saja.” Tambah perrie. inikah perasaannya di tembak oleh orang yang tidak kita cintai? Aku tidak tega menolak perasaan perrie yang tulus itu.

        “aku mengerti,” aku tersenyum. “ I love you too.” Ujarku. Bohong.

        “zayn… apakah itu benar? Jangan membohongi diri sendiri..”

        “aku benar-benar sangat mencintaimu perrie, jangan berpikir macam-macam lagi ya..” kataku tersenyum. Dia memelukku secara tiba-tiba. Aku tersenyum dan mebalas pelukannya.

***

        Selama 1 tahun aku menjalankan hubungan ini dengan perrie. lama-lama tumbuh cinta didalam diriku untuk perrie. tetapi cintaku buat jenna tidak hilang. Rasa sayang itu tetap ada. Aku masih mencintai jenna dengan sepenuh hatiku.

        Gimana yah kabar jenna? dia tambah cantik gak ya? atau sama seperti yang dulu? Kacamatanya sudah dilepas belum? Jenna, kau sungguh membuatku benar-benar jatuh cinta padamu.

#flashback off

        Mengapa penyesalan selalu datang terakhir? Jika sudah tau aku akan menyesali perbuatanku sendiri, pasti sudah ku batalkan perbuatanku ini. andai saja diriku bisa beruntung seperti harry, bisa mendapat perempuan yang sangat tulus, baik, cantik, pintar seperti jena. sangat susah mencari wanita yang punya kepribadian seperti itu. Aku mungkin memang tidak di jodohkan dengan Jenna.

        Kadang aku merasa, Tuhan tidak adil denganku. Tapi yang salah adalah diriku sendiri. aku tidak pernah puas dengan apa yang aku miliki. Aku selalu mengeluh mengeluh dan mengeluh , hingga apa yang aku dapatkan aku tidak puas dengan itu. Aku selalu ingin yang lebih. Seharusnya aku membeli barang yang aku butuhkan tetapi selalu berakhir dengan membeli barang yang aku inginkan.

        Sebenarnya, kita dapat hidup sampai disini ,itu adalah keajaiban. Kita masih dapat melihat seseorang yang kita cintai tersenyum sehat , itu adalah keajaiban.

        Tidak ada yang namanya kebetulan, semua terjadi karena ada alasan tertentu. Dan aku percaya bahwa pertemuan aku dan perrie ada hasil dan alasan tertentu. Dan semua itu akan berbuah. Aku sedang menunggu hasilnya. Dan semoga hasilnya sama seperti yang kuinginkan.

        Sudah 1 minggu aku tidak bertemu dengan perrie. dan juga jenna. aku harus tour keluar kota. Dan katanya, sehabis tour kemarin, harry sedang dekat dengan salah satu perempuan. Aku tidak yakin harry begitu.

        Ringtone hape ku membuyarkan aku dari lamunan. ‘MyPerrie<3’ nama itu terpampang di layar hapeku. Segera aku mengangkatnya.

        “Olaaa!” sapa perrie diseberang sana.

        “Olaa ! wassup?”

        “hari ini ada acara?”

        “um… kayaknya tidak. Ada apa ?”

        “kau mau berjalan dengan kami?” tanya perrie. aku mengerutkan dahiku. ‘kami’?

        “kami?”

        “iya, aku, jenna dan harry! ayolah, kita akan berjalan seharian di pantai…”

        “aku…”

        “pleaseeeeeeeeeeeee…..” goda perrie. aku tersenyum kecil.

        “iyalah.,” jawabku menghembuskan nafas panjang.

        “yayyy! We’ll pick you at ten!tut…” telepon di putuskan.

        At ten? GEEZZZ ! 10 menit lagi ?! belum lagi mandi! Aku berlari kecil ke toilet. Membuka semua pakaianku. Segera ku hidupkan shower. Gosok gigi, shampoo, sabun selesai sudah! Segera ku kenakan baju t-shirt dan celana jeans. Casual seperti biasa. Aku mengacak-acakan rambutku. ‘cakep’ kataku melihat diriku didepan cermin.

        Aku segera keluar dari apartmen diam-diam dan berlari menuju tempat parkiran. ‘pip pip!’ suara klakson mobil membuat ku terkejut. aku berjalan ke arah mobil itu.

        “hey!” teriak perrie. aku tersenyum dan masuk ke dalam mobil tersebut. Sudah ada jenna, harry , dan perrie. jenna… sangat cantik!

Jenna’s POV

        Jalan-jalan ke pantai bersama harry,perrie dan zayn. Menyebalkan sekali…. Menyebalkan karena aku sangat benci pantai! Aku trauma akan film-film hiu. Aku sangat takut dengan hiu. Tapi perrie berkata bahwa dipantai tidak ada hiu, pantai tersebut ada keamanan. Gaje ah, kata-kata tersebut sama sekali tidak membantuku menghilangkan rasa takut ku kepada ikan – ikan hiu yang sangat jelek!

        “hey!” teriak perrie ke arah luar jendela mobil. Tiba-tiba ada yang membuka pintu mobil… zayn. Aku merasakan mata zayn menatapku sedari tadi.

        Selama di mobil, mereka bertiga bercanda melulu. Aku disini kayak dianggap gak ada. Baguslah, kalau aku punya kekuatan bisa menghilang.

        Tiba-tiba, hape harry berbunyi. Harry mengangkatnya. Aku dapat mendengar, suara diseberang sana seperti suara perempuan. Harry tersenyum dan tertawa terus. Aku yang ada disampingnya merasa aneh. Selama 1 minggu tidak bertemu dengan harry, sikapnya berubah. Aku tidak tau mengapa. Tapi aku harap harry tidak akan menyakiti hatiku.

        “siapa itu haz?” tanya zayn tiba-tiba.

        “teman.” Jawab harry singkat. Mereka kembali bercanda lagi.

***

        Setelah setengah jam berada di mobil dengan memakai kekuatanku untuk menghilang, akhirnya sampai juga di pantai. Pemandangannya sangat indah….. dan sangat sepi. Hanya ada beberapa orang. aku kembali teringat akan ikan hiu. Aaaaaaaaaargh !

        “heyyyy!” tepuk seseorang. Aku terkejut hebat. Aku menoleh ke arahnya, ternyata louis.

        “ada apa lou?”

        “nothing, mau ikut kami untuk berenang?” tanyanya. Aku menggeleng kepala sambil tersenyum. Dia tersenyum manis dan meninggalkanku. Aku hanya duduk di atas pasir, menyaksikan mereka bermain di tepi pantai. Hari masih siang. Sekitar jam 12 lewat. Sangat panas tentunya, tapi aku tetap bertahan di atas pasir dengan angin sepoi-sepoi yang sedari tadi menemaniku.

        Tiba-tiba aku melihat seorang perempuan cantik yang datang dengan pakaian berenangnya yang seksi. Dari jauh aku melihat harry menghampirinya dan mereka saling berpelukan. Betapa terkejutnya aku melihat pemandangan itu. Aku beranjak ke tempat berteduh. Disitu terasa sangat damai. Disitu aku boleh menangis sepuas-puasnya. Tidak ada yang akan melihatku.

        Aku memeluk kedua kakiku. Membenamkan wajahku di antara tangan dan kakiku. Airmata yang sudah ingin kukeluarkan sedari tadi akhirnya keluar. Aku menangis deras disitu. mengapa harry mengkhianati diriku? Apa salahku?

        “hei….” Sapa seseorang. Suara yang berat itu.. Liam.

        “pergi,aku sedang ingin sendiri.” kataku. Aku menggunakan ‘aku.’ karena aku sudah menganggap liam kakakku.

        “benarkah?” aku tidak menjawabnya. Liam duduk di sampingku dan merangkulku. Aku membenamkan wajahku di dadanya. Liam mengelus-elus rambutku. Aku terasa sangat nyaman disitu.

        “aku tau loh kamu nangis gara-gara apa….” Goda liam.

        “apa?”

        “gara-gara rindu sama aku kan?” tanya liam tertawa, aku ikut tertawa.

        “nah gitu dong,” kata liam. aku tersenyum. Liam memang sangat baik, orang yang mendapatkannya pasti sangat beruntung sekali.

        “dasar, geer banget jadi orang!” kataku tersenyum. Aku bangun dari pelukan liam. kami saling bertatap-tatapan tersenyum.

        “jangan nangis lagi dong! Jelek tuh!” kata liam menghapus sisa-sisa air mataku dengan ibu jarinya. Aku tersenyum lagi. Coba saja orang yang menghapus air mataku sekarang adalah zayn. Coba saja….


lanjutannya?

next part !

sorry ya kalau jelek :p mimin bener-bener akhir ini kurang fit, jadi postnya lama. tapi mimin usahain bikin ceritanya panjang kok! jangan lupa comment saran dan kritiknya ya!

thanks alot :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar