Jumat, 08 Maret 2013

#1DLS #ZLS PART 10 ENJOY XX


#1DLS #ZLS 
PART 10

by @VenaCornelya 

enjoy y'all ! xx



-------------------------------------------------------------------------------------------



“I.love.you..” bisik harry ditelingaku yang terdengar begitu jelas. Aku terdiam di tempat. Mematung. Tidak kusangka, orang yang kusangka membenciku ternyata mencintaiku.

“apa? Ha….ha….ha…. jangan bercanda harry.” kataku tetap membenamkan wajahku didadanya.

“aku gak bercanda, jenna.” ujar harry. harry menggunakan kata ‘aku’. aku menghembuskan nafasku kuat.

“harry, kau tau aku mas…-“

“masih mencintai zayn?” potong harry. aku menganggukkan kepalaku ringan.

“aku masih tidak bisa melupakannya.”

“maka, aku akan membantumu untuk melupakannya.” Ujar harry mencium pipiku.

        Jantung dan hatiku seperti sedang berdangdutan. Harry Styles IS KISSING ME for the second time. Okay. Seharusnya aku bersikap biasa aja. Tapi, perasaan ini. sungguh berbeda. Setiap kali harry menatapku , pikiranku sudah melayang kemana-mana, perutku terasa mules, jantung dan hatiku ber-rock and roll dan nafasku yang tidak teratur.

        Dia berhasil membuatku jatuh cinta kepadanya.

“I love you too harry.” kataku mencium pipinya sekilas. Dia tersenyum riang. Melepaskan pelukannya.

“so , it’s yes?” tanya harry hati-hati.

“mm-hm.” Kataku menggigit bibir bawahku. Kebiasaan burukku. Jika sedang senang, aku selalu menggigit bibir bawahku. Tapi…. Who cares?

“ceklik, bitz bitz ceklik ceklik.” paparazzi? Blitz blitz dari lampu kamera wartawan membuatku mual. Mereka membuntuti kami dari tadi. Mungkin bukan dari tadi, mungkin saja barusan. Harry hanya tersenyum manis. Aku disamping harry hanya bisa berdiri kaku dan tersenyum kaku.

“Harry, apakah itu pacar baru mu?”

“harry , siapa nama pacar barumu?”

“harry , pacar barumu berumur berapa?”

“harry, kapan kalian berkenalan?”

“harry…. harry…. harryy…” pertanyaan wartawan begitu banyaknya.

“iya, ini adalah pacar baru gue. Namanya jenna, lebih muda 2 tahun dari gue.” Kata harry menarik tanganku pergi dari keramaian wartawan tersebut. Kami berlari menuju apartmen tadi yang tidak jauh dari taman.

“are you okay?” tanya harry. aku menganggukkan kepala. Mengambil nafas dalam-dalam, setelah capek berlari tadi. Huhhhh…

“tepuk tangan untuk pasangan yang baru jadian…” seru seseorang dengan microphone. lampu sorot itu diarahkan kearah aku dan harry. ugh perrie. menyebalkan sekali.

        Seketika orang-orang bersiul dan bertepuk tangan meriah. Memalukan sekali. Di keramaian, tampak seseorang yang ku cintai selama 7 tahun ini. zayn. Dengan mukanya yang tidak bisa ditebak itu. Apakah dia cemburu ? apakah dia marah atau apa? Zayn, kau tidak mencintaiku lagi. Kau tidak pernah berusaha untuk mendapatkanku kembali. tidak akan pernah.

“mumpung mereka pasangan baru, dan sepupuku jenna, belum mendapat first kissnya…. If you know what I mean guys..ha…..ha…..ha….” orang-orang disitu tertawa. perrie -__________________- kamu sungguh menyebalkann aargghh…

“cium cium cium cium…” teriak manusia-manusia itu dengan kuat tanpa rasa bersalah. Aku merinding hebat. Terima kasih perrie.

“come on harry ! kiss her !” teriak seseorang. Niall.

        Harry tersenyum kecil ke arah ku. harry mendekatkan wajahku ke wajahku. Aku dapat mendengar hembusan nafasnya yang teratur itu. Harry merangkul pinggangku dan mendekatkan tubuhku ke tubuhnya. Mencium ku akhirnya… aku merangkulkan tanganku keleher harry.

“WOOOOHOOOOOOO!” teriak manusia-manusia disitu dengan tampang polos.

        2 menit kami berciuman, okay my first kiss sudah di rebut oleh harry.

“first kiss huh? Kamu mahir dalam hal tersebut.” Kata harry tersenyum genit. Aku hanya menundukkan kepalaku karena malu.

        di balik rasa senangku, ada juga rasa khawatir, gelisah, tidak nyaman. Aku tidak enak dengan zayn. Jenna ! zayn punya perrie, dan akan selamanya punya perrie. aku tidak boleh memikirkannya lagi. Aku harus melupakannya. Aku ada harry. harry yang selalu membuatku tersenyum ketika aku sedih, yang siap membantuku untuk melupakan zayn.

***

Zayn’s POV

        Begitu sakitnya melihat pemandangan itu. Jenna sudah di ambil orang lain. Hatinya tak lagi menginginkan diriku. Dia sudah melupakanku. Dia tidak ingin bersama diriku. Aku tak bisa menduga bahwa hatinya sudah tak lagi memilih aku.

        “Babe, mereka cocok banget ya!” seru perrie riang. Aku hanya bisa tersenyum pahit mendengar pernyataan yang keluar dari mulu perrieku ini.

        Aku berjalan menyusuri koridor apartmen ku. maksudku , apartmen kami. Ya , kami one direction. Setelah pulang dari pesta tersebut dan melihat beberapa pemandangan mengenekkan, tubuhku menjadi lemah. Seperti sudah bertahun-tahun tidak makan.

        “apartmen sweet apartmen…” gumam niall sembarangan. Apa sih yang di pikirkan anak ini selain makan? ngomong nya sudah sembarangan terus suka tertawa pada hal-hal yang sama sekali tidak lucu. Entah aku yang bersikap dingin atau niall yang sudah tidak niat untuk hidup normal lagi? Entahlah.

        “Zayn!” teriak louis dengan suara melengkingnya yang hampir membuatku pekak.

        “apaan sih?”

        “gue baru beli nih majalah,” ujar louis memberikan majalah yang bercover cewek-cewek setengah telanjang. Aku mengerutkan dahi.

        “apa ini?” tanyaku jijik. Sebenarnya tidak terlalu jijik.

        “tenang bro. isinya gak seperti yang lo kira. Baca aja dulu ya.” kata louis menepuk pundakku dan meninggalkanku.

        Aku duduk di sofa, baru saja ingin membuka majalahnya. Harry datang dengan muka berseri seri serinya. Seperti baru saja mendapat pacar. Oh iya, dia baru saja mendapat pacar. Jenna. huh. Dasar.

        “Majalah apaan nih?” tanya harry terkejut saat melihat majalah yang kupegang.

        “entah, louis yang ngasih.” Kataku , aku pun membukanya. Aku mengerutkan dahiku,lagi.

        “apa isinya zayn?” tanya harry ingin tau. Aku pun memberikan dengan cepat majalah itu ke harry. isinya ? menjijikkan. Louis berbohong kepadaku. Huh.

        “hahaha, sangat lucu sekali zayn.” Harry melemparkan majalahnya ke arahku dan aku menjatuhkannya ke lantai. Sorry dorry e, aku cowok baik-baik yaa meskipun aku memiliki banyak tattoo di tubuhku dan tampangku yang seperti bad boi.

        “majalah apa tuh?” tanya niall dengan satu bungkus keripik lays.

        “gimana zayn? Uda baca?” tanya louis nyengir gak jelas.

        “lou ! that’s disgusting!” kataku sedikit membentak.

        “hahaha, no, it’s not. That’s sexy,” kata louis gak jelas. Aku memutarkan bola mataku.

        “belakangan ini lo murung melulu, what’s wrong?”  tanya niall sambil mengunyah makanannya. Aku terdiam dengan pertanyaan itu.

        “apa urusan sama lo ? mau tau aja.” Kataku dingin. Niall menatapku jijik. aku hanya bersikap biasa saja.

        “zayn, gue perlu bicara sama lo.” Kata harry berjalan ke arah taman. Aku bangkit dari sofa dan berjalan mengikuti Harry.

        “Gue tau lo masih cinta sama jenna.. tapi, sorry gue gak bisa lihat dia sedih terus mikirin lo. Jadi gue putuskan untuk mengambilnya dari lo.” Jelas Harry. aku hanya menganggukkan kepalaku.

        “gue ngerti. Thanks.” Aku berjalan meninggalkan harry.

        “zayn!” aku terdiam ditempat tanpa menoleh.

        “gue tunggu lo buat rebut jenna dari gue.” Ujar harry. aku tersenyum tipis. Pasti akan ku rebut jenna dari kamu harry. pasti. Aku berjalan keluar dari taman meninggalkan harry.

        Apakah aku tega merebut pacar sahabatku sendiri ? aku sangat mencintai jenna. aku sangat-sangat mencintainya. Seperti sangat sangat sangat sangat mencintainya. Coba saja , aku dapat mengulang kembali waktu dan tidak pergi meninggalkan jenna untuk mengejar mimpiku ini.

#flashback

        Mimpiku akhirnya terkejar juga! bagaimana ya kabar jenna sekarang? Pasti masih kuliah. Sebaiknya aku tidak menganggunya dulu. Kapan-kapan aku akan pulang ke bradford untuk menemuinya. Kapan-kapan.

“Hey…” sapa seorang wanita cantik yang sangat menarik. Aku baru saja berjalan di atas Red Carpet atau karpet merah.

        Jujur ini pertama kalinya aku berjalan di atas karpet merah. Rasanya sangat senang sekali, satu dunia bisa mengenal diriku. Kapan-kapan akan ku ajak Jenna untuk berjalan di atas carpet merah yang dikerubungi banyak wartawan dengan blitz-blitz kamera. Hanya aku lah yang boleh mengajak nya di carpet merah. Mungkin.

        “kamu zayn malik kan? Namaku perrie edwards.” Kata perempuan itu sambil menyunggingkan senyuman yang membuatnya tampak cantik.

        “haha, nice to meet you perrie.” kataku sambil tertawa kecil. Dia hanya tersenyum kaku. Ada apa dengannya? 


lanjutannya ?

next part !

follow me on twitter and instagram @venacornelya ! THANK YOU ! XX

SARAN KRITIK COMMENTNYA JANGAN LUPA YA! HEHEHEHEEHE

sorry kelamaan postnya, aku lagi sakit. gak enak badan gitu. sorry banget yaa! love ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar