#1DLS #ZLS Part 6
#1DLS #ZLS
Part 6
' no matter what happen '
@VenaCornelya
bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D
enjoy ! xx
....................................................
“Jenna? aku sungguh minta maaf.” Ujar perrie sedih.
“Gak kok perrie, aku hanya mengerjai mu saja. Hahaha,” kataku berusaha membuatnya senang. Dia tiba-tiba dia memukulku pelan.
“ada ada saja lah kamu ini jenna, suka sekali mengerjai orang.”
“ketularan kamu kan perrie?” sindirku sambil tertawa kecil.
“enak saja!” kata perrie melemparkan bantal ke arah ku. hop! Aku menangkapnya. Aku tersenyum puas ke arah perrie. Perrie hanya tertawa.
“so, ceritakan tentang cinta mu dong!” seru perrie.
“kalau aku menceritakannya , kamu berjanji juga akan menceritakannya?” tanyaku. Perrie tersenyum dan menggangukkan kepalanya dengan mantap.
“janji?” tanyaku mengulurkan jari kelingkingku untuk memastikan.
“promise !” perrie mengaitkan jari kelingkingnya di kelingking ku.
“okay…. Jadi gini loh ceritanya. Dulu aku sempat bertemu dengan laki-laki yang 1 tahun lebih tua dariku dan tentu saja lebih tinggi dariku. Dia berbeda, dia sangat tampan, keren dan berhasil membuatku jatuh hati dengan senyumnya itu.”
“mengapa?”
“karena ketika dia senyum , kedua lesung pipinya langsung timbul yang membuatnya sangat tampan. Tapi saat itu dia tidak tersenyum ke arahku, dia tersenyum ke arah seorang perempuan. Yaitu sahabatku sendiri. kau tau kan ? perasaan nya gimana kalau orang yang kita cintai mencintai sahabat kita sendiri dan,,, sahabat kita sendiri juga mencintai nya…”
“mm-hm..”
“karena aku sayang dengan sahabatku , aku memutuskan untuk merahasiakan ini darinya. Aku sangat menyayangi sahabatku seperti menyayangi saudaraku sendiri. sampai suatu hari ada seorang laki-laki yang berbeda 3 tahun denganku menjadi sahabatku. Aku sering curhat ke dia, dia sering membuatku senang ketika aku sedih. Dia selalu ada disamping ku ketika aku membutuhkannya. Dia sangat suka bernyanyi dan suaranya ….”
“bagus?”
“Yaampun bagus sekali. Dia bilang kepadaku bahwa dia ingin ke london dan ingin mengikuti kompetisi bernyanyi. Aku senang mendengarnya, tapi kalau dia pergi ke london aku akan sendiri lagi kan di bradford? Dia bilang begitu kepadaku, dia sangat perhatian kepadaku. Saat itu aku jatuh cinta kepadanya. 1 minggu kemudian dia menembakku, tapi aku menolaknya. Aku menolaknya karena disisi lain aku masih mencintai orang lain , di satu sisi aku juga mencintai dia. aku tidak ingin menyakiti hatinya lebih dalam lagi. dia tau kalau aku mencintai orang lain , yaitu pacar sahabatku sendiri. tapi dia tidak tau kalau aku mencintainya.”
“hmmmm….”
“lalu dia berjalan pergi , aku menarik tangan nya dan bilang bahwa aku mengizinkan dia pergi ke london untuk megejar mimpinya. Dia sangat senang dan disisi lain juga sedih begitu juga denganku. Keesokan harinya dia berangkat dengan keluarganya. Selama dia pergi , aku berhasil melupakan cinta pertamaku dan berhasil jatuh cinta ke dia. tapi selama 7 tahun…. Aku tidak pernah mendapat kabarnya lagi… ” ceritaku panjang lebar.
Tak sangka,, sebutir air mata jatuh dipipiku. Sakit rasanya mengingat kenangan itu kembali. Sangat sakit. Jika saja aku mengetahui hal ini akan terjadi, aku tidak akan datang kesini untuk mencari dia. karena aku sudah tau , kalau dia adalah milik kakakku sendiri.
“sudahlah, jangan sedih. Kemungkinan besar dia masih ada di london. Kau ingin aku mencarinya?” tanya perrie perhatian.
“tidak… terima kasih.” Kataku menghapus air mataku.
“aku berjanji akan menemukannya, karena aku tidak dapat melihat kamu bersedih.” Kata perrie mantap.
“jangan perrie. Aku ingin melupakannya….” Aku berusaha menolak pernyataan perrie. Kalau sudah begini , aku yakin sekali perrie tidak akan menolak. Jika dia berjanji, dia akan selalu menepatinya. Tidak ! tidak boleh. Hal ini sungguh tidak boleh terjadi.
“jangan mudah melupakan orang yang kita cintai , apalagi orang itu juga mencintai kita. Cinta seperti itu sangat susah di temukan, jenna. jangan menyia-nyiakan kesempatan kedua.”
“tapi perrie…”
“gak ada tapi-tapian. Sudahlah jenna, kamu tidur dulu saja. Selamat malam.”
“kau belum menceritakan cerita cintamu?”
“kapan-kapan saja, aku berjanji akan menceritakannya. Night jenna! sleep tight.”
“night perrie.” Gumamku kecil sambil berjalan keluar dari kamar perrie. aku memasuki kamarku dan melempar tubuhku sendiri ke atas kasur.
Mengapa hal ini harus terjadi? Sebaiknya besok aku kembali ke bradford saja. Akan ku buat alasan kalau aku tidak nyaman berada di london. Ya. sebaiknya aku rahasiakan ini dari semuanya. Aku akan kembali ke bradford diam-diam dan sendirian. Aku akan membereskan baju-bajuku.
Seberapa banyak air mata yang harus kuteteskan untuk membuatku istimewa di hatimu, zayn? Seberapa banyak? Tak sadar aku meneteskan air mataku. Aku langsung menimpa wajahku dengan bantal. Aku berteriak sekuat-kuatnya. Mengeluarkan uneg-uneg ku sekalian.
Sudah kuputuskan, besok aku akan pulang ke bradford no matter what happen.
lanjutannya ?
next part ! x
Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me @VenaCornelya xx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar