Selasa, 19 Februari 2013
#1DLS #ZLS Part 1
#1DLS #ZLS
Part 1
'Wait for me'
@VenaCornelya
enjoy xx
....................................................
Jenna’s POV
“ jadi, umm …k…kaamu mau jadi pa… paacar aku?” tanya seorang cowok berumur 12 tahun ini.
“tapi, aku sudah mencintai orang lain zayn, aku masih menunggu nya.” Jawabku.
Sebenarnya aku mencoba melupakan orang yang aku cintai itu, Vins Lockey. Orang yang aku cintai dengan sepenuh hati, orang yang aku sayangi dengan seluruh jiwa ku, tapi itu semua sia-sia. Dia tidak mencintaiku. It’s like unrequited love ; cinta yang tak terbalaskan. Ya, dia tidak mencintaiku melainkan membenciku.
“ka..kamu mencintai orang lain?” tanya zayn
Sebenarnya….Aku juga mencintai mu. Tapi disisi lain aku juga mencintai Vins. Aku sadar , selama ini kamu lah yang selalu di samping ku, membuat ku tertawa, menjaga ku, mencintaiku sepenuh hati saat aku kesepian. Kamu lah yang akan menjadi pacarku kelak jika kamu menegetahuinya zayn, akan ku pastikan itu. I bet on it zayn, tapi ini masih belum saatnya. Aku harus berkuliah dan mencoba melupakan Vins dari hidupku.
“apakah orang yang kau cintai itu Vins?” tanya Zayn lagi. Aku menganggukkan kepala, dia mengangguk tanda mengerti.
“Jenna, aku akan selalu menunggumu… aku akan menanyakan hal itu lagi.” Kata zayn sambil pergi. Aku menarik tangannya, dia menoleh.
“zayn, mungkin kamu memang harus pergi ke London dan mengikuti kontes X-factor… bukankah itu hal yang kau inginkan? Aku akan mendukungmu! ” kata ku.
“ummmm,” gumam zayn.
“please do it just for me….”
“okayyy….i’ll do it.” Jawab zayn mantap
***
“Zayn, ini saat nya kita berpisah. Good luck untuk x-factor mu ya! see you ! ” seru ku langsung memeluknya. Dia membalas pelukan ku dan mencium pipiku sekilas.
“bye Jenna!” seru zayn sambil berjalan menjauh dariku. Ini perpisahan yang sangat menyedihkan.
Hari demi hari aku berusaha melupakan vins, perasaan itu aku buang jauh-jauh. Aku menabur benih cintaku kepada zayn, cara itu berhasil tapi dia sama sekali tidak mengabariku. Apakah dia sudah ada penggantiku disana? Zayn, jangan kau ingarkan janji manismu itu…
***
Aku terkejut dengan perkataan orang tua ku yang barusan mereka sampaikan, mereka bilang bahwa kami sekeluarga akan pindah ke London, dan itu artinya aku bisa mencari zayn! Aku tidak pernah mendapat kabarnya selama 7 tahun belakangan ini, aku sudah selesai kuliah dan masih menunggu Zayn. Kemana kamu zayn? Bisa kah kita bertemu?
“ma, kalau kita ke London, kita bakalan tinggal dimana ma?” tanya ku saat mama membantu aku membereskan barang-barang.
“sebenarnya hanya kamu saja yang pindah ke London, papa ingin kamu mencari kerja sendiri dan berusaha membuat mu mandiri.” Kata mama.
“loh? Aku kan bisa bekerja di perusahaan papa…” kataku lagi.
“iya, mama tahu nak, tapi papa ingin kamu mencari kerja sendiri, menabung uang sendiri. Tapi kalau ada keinginan mendadak, papa sudah memberikan ini..” kata mama sambil memberikan credit card.
“hmm, makasi ma.” Kata ku sambil mengambil credit card dan menyimpannya baik-baik di tas.
“oh iya, kalau sudah sampai disitu, kamu bakalan di jemput sama sepupu kamu, Perrie.” Sambung mama, aku hanya menganggukan kepala.
“makasi ma, dadah!” teriakku saat sudah di luar mobil. Mama melambaikan tangan, aku membalasnya. Aku segera memasuki mobil, papa sudah bersiap-siap mengantarku ke airport.
Oh iya, nama ku Jenna Oliver Charlotte. Tapi panggil saja aku Jenna, aku berumur 17 tahun. Yep, aku terlalu muda untuk kuliah di 5 tahun yang lalu. Kuliah di umur 12 tahun itu sangat impossible , tapi aku berusaha dan ya, aku berhasil. Aku berasal dari keluarga ya bisa dibilang kaya. Aku tidak ingin sombong, dan papa juga tidak ingin aku hidup dengan manja, ia ingin aku hidup mandiri, makanya aku dikirim ke London dan bakal tinggal sama sepupu ku Perrie. Aaaa, I miss her so much !
“nak, sudah sampai,” kata papa sambil membantuku membawa koper super xtra gede itu keluar dari mobil.
“makasih ya pa untuk semuanyaa, Jenna janji bakal baik-baik disitu, jaga diri dan berusaha mandiri.” Kata ku sambil memeluk papaku. Papaku membalas pelukan ku.
“iya nak, papa bangga kepadamu. Hati-hati ya!” kata papa sambil melambaikan tangan. Aku membalasnya. Aku berjalan menjauh dari papa.
***
Perjalanan ke London itu sangat jauh. Jauhhh sekali, dan pesawat ini, damn! Sepi banget. papa membelikan tiket untuk pesawat VIP. Selama perjalanan di london, aku hanya memikirkan Zayn. Apakah dia memikirkan ku juga? bagaimana ya penampilan dia sekarang? Apakah masih culun? Apakah dia berhasil di x-factor itu? Bagaimana kehidupannya sekarang? Aku harap baik-baik saja. I wish I could meet zayn. Zayn, wait for me x.
lanjutannya ?
next part ! x
Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me @VenaCornelya xx
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar