Rabu, 27 Februari 2013

#1DLS #ZLS PART 8


#1DLS #ZLS Part 8

#1DLS #ZLS
Part 8
'daripada orang yang kucintai menderita, lebih baik ku abaikan saja cintaku.'



bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D

enjoy ! xx

....................................................





Pa….pacar? apakah harry? kalau harry seharusnya aku senang. Itu memang keinginanku….Tapi aku tetap tidak bisa. Aku tidak ingin jenna berada di sisi orang lain. Aku ingin dia berada di sisiku selalu. Selalu…. Tapi, jenna………… cintaku hanya untuk mu seorang. Aku tahu aku egois. Aku sungguh mencintai jenna….

        Akhirnya aku kembali berjalan ke arah mobil dengan hati dan pikiran yang kacau. Andai saja cerita cintaku bisa seperti di cerita-cerita, bisa live hapilly ever after…. Tapi sayangnya cerita cintaku tidak seperti di cerita-cerita fiksi. Wake up zayn, this is a real life….

        ‘ kalau lo membuat nya menangis lagi, gue sungguh-sungguh bakal ngerebut jenna.’ kata-kata harry kembali tengiang di kepalaku.

Jenna’s POV

        Maafkan aku zayn, aku terpaksa membohongimu. Seandainya saja situasi mengizinkan kita untuk bersama , aku akan selalu bersama mu zayn. Tapi memang kita tidak berjodoh. Lagipula , kamu masih ada perrie , sepupu tercintaku. Tidak mungkin aku mengkhianati sepupu tercintaku sendiri. ‘daripada orang yang kucintai menderita, lebih baik ku abaikan saja cintaku.’

        Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Perrie mengajakku makan di rumah seseorang , kata perrie rahasia. Ugh menyebalkan sekali. Memakai gaun ini sungguh tidak nyaman. Apalagi mukaku di dandan. Rasanya sungguh sungguh tidak nyaman.

        Mobil sudah berhenti di satu apartmen yang sungguh besar dan indah. Milik siapa ya? pasti sangat kaya sekali orang ini. Atau mungkin ini apartmen milik teman perrie? atau saja milik anaknya kerajaan di london? Woah …. Eh sudah lupakan. Pasti orang ini sangat spesial sekali.

        Aku dan perrie memasuki apartmen ini, dan isinya adalah beratusan manusia-manusia yang terdiri dari perempuan dan laki-laki yang memakai pakaian mewah. Acara apa sih ini?

“perrie, acara apa sih ini?” tanyaku bingung. Perrie menoleh dan hanya tersenyum jahil. Dasar anak tengil, suka banget ngerjain orang.

“aku ingin menemui seseorang, kamu bisa kan kutinggal sendiri?” tanya perrie. aku mengangguk. Perrie meninggalkanku, aku mencari tempat duduk. Aku celingak-celinguk mencari tempat duduk , aku mendapat kursi paling ujung. Aku pun menuju ke arah sana dan duduk sendiri. menyendiri.

        Moment tadi pagi kembali menghantui pikiranku. Dimana saat aku dipeluk harry secara tiba-tiba dan aku membohongi orang yang sudah lama kucintai. Aku menyesal karena membohongi zayn tapi disisi lain aku tidak menyesal karena perrie tidak kenapa-kenapa.

        DJ terus memainkan musiknya, orang-orang menari, berdansa dan banyak lagi. Di antara kerumunan orang itu, aku melihat sepasang kekasih yang sedang berdansa dengan romantisnya. Zayn dan perrie. tentu saja. Dada ku terasa sangat sakit melihat pemandangan yang seharusnya indah itu.

“hei… dansa sama gue yok!” ajak seseorang tiba-tiba menarik tanganku ke arah kerumunan itu.

“Apa – apaan si-----“ aku terdiam sejenak saat mengetahui harry yang mengajak ku berdansa.

“apa?” tanyanya sinis. Sumpah nyebelin banget nih orang

“apa ‘apa’?!” kataku kesal. Harry meletakkan kedua tanganku di pundaknya dan kedua tangannya di pinggangku.

        Oke, keadaan semakin canggung. Berdansa dengan orang yang ku benci? Sangat lucu. Tidak, tidak lucu. Tiba-tiba saja jantungku berdegub sangat kencang. Bulu kudukku berdiri. Aku daritadi hanya menundukkan kepala.

        Harry mengangkat wajahku dengan kedua tangannya dan kembali meletakkannya lagi di pinggangku. Dia menatapku dalam-dalam dan tersenyum sangat manis.

“stop it.” Kataku tiba-tiba. Aku yakin mukaku semerah tomat sekarang.

“stop what?” dia kembali menatap ku dalam-dalam dan tersenyum manis. Senyuman artis.

“jangan tersenyum begitu, sangat mengerikan.”

“mengerikan?” tanya harry terkejut. aku menganggukkan kepala. Dia menarik tubuhku ke tubuhnya. Aku harus mengangkat kepalaku sedikit untuk menatap matanya.

        Aku dan dia berdansa sangat dekat dan saling bertatap-tatapan. Jantungku sungguh berdegub dengan kencang, pikiranku hilang, yang hanya kupikirkan adalah apa yang akan harry lakukan setelah ini? Aku sungguh tidak tau harus berbuat apa.

“Jenna… sebenarnya lo datang ke london untuk apa sih?” tanya harry tiba-tiba. Aku terkejut dengan pertanyaan itu sementara.

“ummm…..” aduh aku harus jawab apa nih……..?! 


lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me on twitter  xx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar