Kamis, 21 Februari 2013

#1dls #zls part 3 enjoy xx

#1DLS #ZLS Part 3

#1DLS #ZLS
Part 3
' something's wrong '



enjoy xx

....................................................


Aku kembali berjalan keluar dari pintu. Aku terkejut sendiri dengan banyaknya wartawan didepan. Aku cepat-cepat masuk kembali ke dalam. Aku menyandarkan diriku di depan pintu dan mengelus dadaku. Perasaan tadi gak ramai deh, kok bisa-bisanya jadi seramai gini ? atau mungkin gara-gara kedatangan lima cowok bergaya itu? Lamunan ku tersadar saat kelima cowok it menatapku ngakak. Aku hanya menatapnya sinis.

Aku berjalan melewati mereka yang dari tadi menatapku ngakak, aku membiarkan mereka. aku berjalan menuju arah tempat pemotretan. Disitu aku melihat perrie melakukan gaya yang menurut ku cocok dengannya. Sangat cantik! Perfect! Teman-temannya juga cantik banget…. disitu perrie menatapku dan tersenyum ke aku. begitu juga dengan teman-temannya.

“eh ? ini sepupu mu perrie ? lakukan beberapa pemotretan ! majalah tentang sepupu mu akan keluar.” Kata salah satu cowok. Aku mendongak hebat. Perrie tersenyum dan menarikku ke depan kamera.

“cheese!” kata perrie tersenyum. Aku tidak biasa ada di depan kamera. Apalagi kameranya bukan hanya 1.

5 cowok tadi menatapku dengan sinis. Aku hanya membiarkan mereka. jangan-jangan mereka meledekku! Tidak boleh! Aaaaa aku beranikan diriku untuk tersenyum semanis-manisnya di depan kamera bersama perrie. Perrie berdiri di sampingku dan tersenyum lebar. aku tersenyum lepas. Aku yakin kedua lesung pipiku nampak. Banyak foto yang diambil, selama beberapa menit. Akhirnya selesai juga.

“nice job girls!” kata tukang potret itu mengacungkan kedua jempolnya. Perrie merangkulku dan tersenyum. Terus perrie berjalan ke arah 5 cowok itu, kelima cowok itu tersenyum. Sok baik kalian! Ew banget !

“sini Jenna!” teriak perrie. Aku menggelengkan kepala. Perrie datang dan menarik tanganku. Sekarang aku ada dihadapan kelima cowok itu. Satu keriting, satu blonde, satu botak, satu memasang muka jahil dan satunya lagi……

“ini Harry.” kata perrie menunjuk ke arah rambut keriting itu. Aku menatapnya kosong.

“gue ganteng banget ya?” kata si keriting itu sambil tersenyum miring. Aku menatapnya sinis.

“ini Niall.” Kata perrie menunjukkan ke satu cowok blonde dan berbehel. Dia tersenyum manis. Aku tidak membalasnya.

“ini Liam.” Kata perrie menunjukkan ke arah cowok botak itu. Dia menatapku kosong. Aku tidak menghiraukannya.

“ini louis.” Kata perrie menunjuk ke arah cowok yang bermuka jahil itu. Aku menatapnya dengan kedua alis mata terangkat.

“ini…………”

“sudahlah perrie, aku ingin pulang.” Kataku memotong pembicaraan Perrie. Perrie tersenyum.

“aku pulang dulu yah babe!” kata perrie ke satu cowok yang tidak ku ketahui namanya. Dia mengingatkan ku kepada zayn…. Ah! Tidak mungkin itu zayn. Zayn sangat lugu, tidak mungkin dia memiliki tato ! forget it jenna !

“wait… siapa cewek ini?” tanya pacar si perrie sinis.

“sepupuku. Namanya ……”

“perrie, aku benar-benar lelah!” kataku memotong pembicaraan perrie. Pacar nya perrie mengerutkan alis matanya dan menatapku dingin. Aku merinding. Aku membuang wajahku agar tidak melihat tatapan dinginnya itu lagi.

“bye semuanya!” kata perrie langsung menarik tanganku. Aku tersenyum puas. Akhirnya…… bisa jauh dari hadapan kelima cowok gak jelas itu. Tha….

“Tunggu ! aku ikut!” teriak salah satu cowok dan keempat temannya langsung ikut berlari ke arah perrie. Padahal baru mau bilang ‘ thanks god ‘ ! agh ! maybe this is not my lucky day. It’s just a bad day jenna , bad day.. not a bad life.

“mau ngapain dirumah ku? kalian mau makan-makan gitu ya? sekalian rayain kedatangan speupuku.” kata perrie tersenyum. Aku cemberut.

***
Perrie’s POV

Senangnya aku hari ini ! bisa berkumpul dengan zayn dan da boys and my lovely cousin JENNA!! aku sedang duduk di ruang tamu bersama the boys. Sedangkan jenna sedang mandi. Aku tidak tau ini benar atau tidak , aku merasakan bahwa jenna tidak senang dengan adanya da boys. Dan sikap zayn…. Sangat aneh sekali.

“Jenna, itu sepupu lo ya?” tanya Harry membuyarkan lamunanku.

“iya.” Jawabku singkat.

“asal dari mana?” tanya Harry lagi.

“dari bradford.”

“umur nya berapa?”

“lo kok nanya terus sih? Naksir ?” tanyaku bingung. Dia terkejut.


“ngaa… ngaa kok. Hehe,” jawab Harry. aku hanya menganggukkan kepala.

“Non, makanannya uda siap.” Kata Mbak Maria, pembantu rumah tangga ku. Aku tersenyum.

“Dinner’s ready !” teriakku. Daboys langsung berlari ke arah ruang makan. Aku berlari ke lantai dua untuk memanggil jenna.

“jenna, dinner’s ready.” Kataku berbicara didepan kamar Jenna. Pintu dibuka, jenna tersenyum.

“aku habis mandi barusan.” Ujarnya singkat.

“aku tau. ayok, dinner’s ready!” aku menarik jenna keluar.

Aku duduk disamping Zayn, di sampingnya zayn ada niall, di depan zayn ada harry, di samping harry ada Jenna, di samping Jenna ada Louis dan di samping aku ada Liam. Jenna tampak tidak mood disana, dia tidak memakan makanannya. Dia hanya mengaduk-aduk makanannya.

“Jenna? Kau tidak makan?” tanyaku bingung. Dia menatapku kosong.

“Body lo uda sexy kok, ngapain diet lagi?” sambung Harry usil. Jenna menatapnya dengan jijik. Aku hanya tertawa kecil. Harry cengengesan gak jelas. Jenna tersenyum tipis. Sedangkan zayn ? zayn kelihatan murung.

“hey, what’s wrong?” bisikku. Dia menatapku dan tersenyum.

“nothing.” Katanya pelan, aku hanya menganggukkan kepalaku.

lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me  xx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar