#1DLS #ZLS Part 7
#1DLS #ZLS
Part 7
' asking back the promise '
@VenaCornelya
bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D
enjoy ! xx
....................................................
#1DLS #ZLS
Part 7
' asking back the promise '
@VenaCornelya
bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D
enjoy ! xx
....................................................
Perrie’s POV
Hoaaam….
Aku terbangun cukup pagi hari ini. Jam 6 pagi, pas. Woaww, tumben sekali aku
bisa bangun sepagi gini. Main-main ah ke kamarnya jenna. eh, gak usah deh mana
tau dia lagi tidur. Sebaiknya aku mandi sehabis itu sarapan.
***
Tok tok tok , aku menetuk pintu kamar jenna saat jam 7
pagi. Tidak ada respon, jadi aku masuk secara diam-diam. kamar itu kosong,
hampa. Aku berjalan ke arah meja rias, disitu ada surat.
‘ Sorry Perrie :’( aku pergi dulu ya. aku ingin
kembali ke bradford. Tiba-tiba saja aku merasa rindu kepada orang tua ku. kau
tidak akan marah kepadaku kan? Aku harap tidak. Terima kasih untuk semua ini ya
perrie !
Sincerely,
Your cutest sister,
Jenna Charlotte. ‘
Je….
Jenna?! aku langsung berlari menuruni tangga, disitu sudah ada mbak tina.
“mbak, jenna kemana?” tanyaku panik
“katanya sih mau ke bandara, jam 5 pagi gitu lah.
Belum lama-lama amat.” Kata mbak tina. Aku langsung berlari ke arah mobil.
“mr.powni , tolong antarkan aku ke bandara sekarang
juga!” kataku panik.
“baik non.” Mobil pun melaju kencang.
Aku
langsung menelepon da boys, ingin meminta bantuan mereka.
“halo?! Tolong hentikan jenna, dia ingin pulang ke
bradford. Aku mohonnn…”
“apa?! Kami akan ke bandara sekarang juga...tut…”
telepon di putuskan.
Jenna
jenna, jangan pulang jenna. aku mohon….. kamu tidak berpikiran jernih…. Ya tuhan
, jangan biarkan dia pulang ke bradford. Aku janji akan selalu menjaganya… aku
tidak ingin dia bertemu cowok keparat yang telah menyakiti hatinya jenna!
***
Aku
berlari ke arah airport. Semoga saja tidak ada orang yang mengetahui aku….
karena hal itu akan memperlambat aku mencari jenna.
“PERRIE!” OH NOOOOOOOOOOOOOOOOOO , aku langsung
berlari dari kerumunan orang itu. Tiba-tiba aku tertabrak seseorang. Ternyata
zayn.
“zayn,, jenna…..”
“iya, yang lain lagi menyarinya, kamu sebaiknya tunggu
di mobil saja.” Kata zayn meninggalkanku.
Semoga
saja tidak terjadi apa-apa kepada jenna…..
Zayn’s POV
Saat
mengetahui jenna ingin kembali ke bradford…. Aku hanya tidak percaya saja. Aku
lebih tenang jika dia dekat denganku. Tidak jauh dari pandanganku. Meskipun aku
tidak bisa mendampinginya, aku masih bisa menjaganya dari jauh. Aku tidak ingin
jenna menemui masa lalunya lagi.
“JENNA!” teriakku saat mendapatkan jenna sedang
berjalan ke arah pesawat. Dia menoleh sebentar dan kemudian berjalan kembali.
aku baru ingin mengejarnya, harry memeluknya erat dari belakang.
Entah
mengapa , hatiku sakit sekali melihat pemandangan itu. Sakit sekali , melihat
orang yang aku cintai dipeluk oleh sahabatku sendiri. tidak zayn, kamu sudah
punya perrie. wake up !
Aku
berjalan ke arah mereka sambil menahan perih di hatiku ini. Dari jauh aku
melihat mereka sedang bertatap-tatapan.
“hey guys..” sapaku ke mereka berdua. Harry tersenyum.
“hey zayn…” sapa harry
Ini
memang rencana ku. menyuruh harry untuk menjaganya setiap waktu. Kalau harry
yang menjaga jenna, aku akan percaya. Jenna, maafkan aku. aku tidak dapat
menepat janji ku itu…. Sejujurnya aku masih ingin menanyakannya kepadamu jenna.
tapi situasi tidak mengizinkan kita untuk bersama. Mungkin kita memang bukan
jodoh.
Harry dan
jenna sangat cocok. senyuman mereka sangat perfect yang mampu membuat hati
orang meleleh, ya. aku salah satunya. Aku orang yang pernah di buat jatuh hati
oleh jenna hanya dengan senyumannya. Personalitynya juga sangat menyenangkan.
Tidak egois. Selalu memikirkan perasaan orang lain. Berpikir sebelum mengambil
langkah-langkah yang akan dia ambil.
“Jenna, jangan pulang ke bradford.” Pinta harry.
“kenapa? Ada masalah?”
“jutek banget sih , yaampun.” Kata harry cemberut.
“habisnya kamu nyebelin bangettt..”
“udahan ah, kasian perrie. ntar kesepian kan.”sambungku.
“guys, gue balik ke mobil dulu ya.” kata harry
meninggalkan kami berdua. Rasanya sangat canggung sekali.
Selama
diam beberapa menit , akhirnya aku membuka pembicaraan.
“jenna….”
“sudah lah zayn, gue sudah tau semua ini.”
“jenna , lo tidak mengerti..”
“gue mengerti kok zayn, gue mengerti. Kalian berdua
adalah orang yang paling gue cintai seumur hidup. Gue senang bisa lihat kalian
berdua senang…”
“bagi gue hanya bisa senang kalo ada lo jenna…”
“zayn! Lo gak boleh bilang begitu! Lo miliknya perrie
dan awas kalo lo sakitin hati dia! gue gak bakal maafin lo !”
“jenna….gu… gue ingin menanyakan kembali janji gue
itu…”
“stop it zayn…. Lupakan semua kenangan itu…. Lo uda
ada perrie, lo harus bersyukur punya dia zayn ! ”
“ lo mau gak jadi pacar gue?” tanyaku gugup.
“Zayn....gu....gue… gue uda ada pacar.” Kata jenna meninggalkan ku. DHEG
! hatiku rasanya sangat sakit. Sakit sekali. Tiba-tiba saja aku menjadi sesak
napas.
lanjutannya ?
next part ! x
Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me on twitter @VenaCornelya xx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar