Selasa, 26 Februari 2013

#1DLS $ZLS PART 7


#1DLS #ZLS Part 7

#1DLS #ZLS
Part 7
' asking back the promise '



bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D

enjoy ! xx

....................................................

Perrie’s POV

        Hoaaam…. Aku terbangun cukup pagi hari ini. Jam 6 pagi, pas. Woaww, tumben sekali aku bisa bangun sepagi gini. Main-main ah ke kamarnya jenna. eh, gak usah deh mana tau dia lagi tidur. Sebaiknya aku mandi sehabis itu sarapan.

***
Tok tok tok , aku menetuk pintu kamar jenna saat jam 7 pagi. Tidak ada respon, jadi aku masuk secara diam-diam. kamar itu kosong, hampa. Aku berjalan ke arah meja rias, disitu ada surat.

‘ Sorry Perrie :’( aku pergi dulu ya. aku ingin kembali ke bradford. Tiba-tiba saja aku merasa rindu kepada orang tua ku. kau tidak akan marah kepadaku kan? Aku harap tidak. Terima kasih untuk semua ini ya perrie !

Sincerely,
Your cutest sister,
Jenna Charlotte. ‘

        Je…. Jenna?! aku langsung berlari menuruni tangga, disitu sudah ada mbak tina.

“mbak, jenna kemana?” tanyaku panik

“katanya sih mau ke bandara, jam 5 pagi gitu lah. Belum lama-lama amat.” Kata mbak tina. Aku langsung berlari ke arah mobil.

“mr.powni , tolong antarkan aku ke bandara sekarang juga!” kataku panik.

“baik non.” Mobil pun melaju kencang.

        Aku langsung menelepon da boys, ingin meminta bantuan mereka.

“halo?! Tolong hentikan jenna, dia ingin pulang ke bradford. Aku mohonnn…”

“apa?! Kami akan ke bandara sekarang juga...tut…” telepon di putuskan.

        Jenna jenna, jangan pulang jenna. aku mohon….. kamu tidak berpikiran jernih…. Ya tuhan , jangan biarkan dia pulang ke bradford. Aku janji akan selalu menjaganya… aku tidak ingin dia bertemu cowok keparat yang telah menyakiti hatinya jenna!

***

        Aku berlari ke arah airport. Semoga saja tidak ada orang yang mengetahui aku…. karena hal itu akan memperlambat aku mencari jenna.

“PERRIE!” OH NOOOOOOOOOOOOOOOOOO , aku langsung berlari dari kerumunan orang itu. Tiba-tiba aku tertabrak seseorang. Ternyata zayn.

“zayn,, jenna…..”

“iya, yang lain lagi menyarinya, kamu sebaiknya tunggu di mobil saja.” Kata zayn meninggalkanku.

        Semoga saja tidak terjadi apa-apa kepada jenna…..

Zayn’s POV

        Saat mengetahui jenna ingin kembali ke bradford…. Aku hanya tidak percaya saja. Aku lebih tenang jika dia dekat denganku. Tidak jauh dari pandanganku. Meskipun aku tidak bisa mendampinginya, aku masih bisa menjaganya dari jauh. Aku tidak ingin jenna menemui masa lalunya lagi.

“JENNA!” teriakku saat mendapatkan jenna sedang berjalan ke arah pesawat. Dia menoleh sebentar dan kemudian berjalan kembali. aku baru ingin mengejarnya, harry memeluknya erat dari belakang.

        Entah mengapa , hatiku sakit sekali melihat pemandangan itu. Sakit sekali , melihat orang yang aku cintai dipeluk oleh sahabatku sendiri. tidak zayn, kamu sudah punya perrie. wake up !

        Aku berjalan ke arah mereka sambil menahan perih di hatiku ini. Dari jauh aku melihat mereka sedang bertatap-tatapan.

“hey guys..” sapaku ke mereka berdua. Harry tersenyum.

“hey zayn…”  sapa harry

        Ini memang rencana ku. menyuruh harry untuk menjaganya setiap waktu. Kalau harry yang menjaga jenna, aku akan percaya. Jenna, maafkan aku. aku tidak dapat menepat janji ku itu…. Sejujurnya aku masih ingin menanyakannya kepadamu jenna. tapi situasi tidak mengizinkan kita untuk bersama. Mungkin kita memang bukan jodoh.

        Harry dan jenna sangat cocok. senyuman mereka sangat perfect yang mampu membuat hati orang meleleh, ya. aku salah satunya. Aku orang yang pernah di buat jatuh hati oleh jenna hanya dengan senyumannya. Personalitynya juga sangat menyenangkan. Tidak egois. Selalu memikirkan perasaan orang lain. Berpikir sebelum mengambil langkah-langkah yang akan dia ambil.

“Jenna, jangan pulang ke bradford.” Pinta harry.

“kenapa? Ada masalah?”

“jutek banget sih , yaampun.” Kata harry cemberut.

“habisnya kamu nyebelin bangettt..”

“udahan ah, kasian perrie. ntar kesepian kan.”sambungku.

“guys, gue balik ke mobil dulu ya.” kata harry meninggalkan kami berdua. Rasanya sangat canggung sekali.

        Selama diam beberapa menit , akhirnya aku membuka pembicaraan.

“jenna….”

“sudah lah zayn, gue sudah tau semua ini.”

“jenna , lo tidak mengerti..”

“gue mengerti kok zayn, gue mengerti. Kalian berdua adalah orang yang paling gue cintai seumur hidup. Gue senang bisa lihat kalian berdua senang…”

“bagi gue hanya bisa senang kalo ada lo jenna…”

“zayn! Lo gak boleh bilang begitu! Lo miliknya perrie dan awas kalo lo sakitin hati dia! gue gak bakal maafin lo !”

“jenna….gu… gue ingin menanyakan kembali janji gue itu…”

“stop it zayn…. Lupakan semua kenangan itu…. Lo uda ada perrie, lo harus bersyukur punya dia zayn ! ”

“ lo mau gak jadi pacar gue?” tanyaku gugup.

“Zayn....gu....gue… gue uda ada pacar.” Kata jenna meninggalkan ku. DHEG ! hatiku rasanya sangat sakit. Sakit sekali. Tiba-tiba saja aku menjadi sesak napas.



lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me on twitter  xx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar