Sabtu, 23 Februari 2013

#1DLS #ZLS PART 5 ENJOY XX

#1DLS #ZLS Part 5

#1DLS #ZLS
Part 5
' cukup aku saja '



bantu RT ya ! biar banyak yang baca :D

enjoy ! xx

....................................................



“what’s wrong zayn?” tanya liam bingung.

“nothing’s happen.” Kataku bohong, aku mempersilahkan liam masuk dan kembali menutup pintu kamarku.

“oh come on ! I know that you’re hiding something.” Kata liam membaca pikiranku. Aku duduk termenung di kasurku.

“okay…. It’s ‘bout jenna.” kataku pelan meremas kepalaku dan rambutku.

“jenna? sepupu perrie itu? Ada apa?”

“dia…..”

Harry’s POV

“dia adalah wanita yang gue tunggu-tunggu selama 7 tahun ini.” Kata zayn pelan.

What? Zayn menyukai jenna selama 7 tahun ini? No way! Aku pasti salah dengar! Dear god, please help me. be strong harry! you can find someone else! No ! there’s only jenna in my life…. She’s the one! No ! aku harus berusaha melupakan jenna sebelum aku benar-benar jatuh cinta dengannya. It’s liam and zayn already. My bestfriends. Aku tidak mau merusak hubungan ini. Sungguh.

“serius lo zayn? Itu napa sebabnya lo kadang-kadang murung?” tanya liam.

“Yep, lo suka sama jenna ya?” tanya zayn.

“sekedar suka aja , masih belum fall in love. Gak lah, gue gak bakal cinta sama dia kalau uda tau sahabat gue cinta sama dia.” kata liam bijak.

“thanks brotha…”

“so, lo belum tau kalau perrie itu sepupunya jenna ?”

“belum, gue baru tau sekarang. Gue bodoh banget! gue kira pacaran dengan perrie bisa buat hidup gue better, tapi gak. Gue nyesel. Gue gak nahan sakitin dua hati cewek sekaligus liam. apalagi mereka keluarga. Please help me…”

“lo emang bodoh.” Kata liam

“gitu kali…..”

“lah , tadi lo yang sendiri ngaku lo emang bodoh ,” kata liam

“whatever, gue kira lo bakal bantu gue…. Uda hush hush,” zayn mengusir liam.

“eeeeits, gue tau siapa yang bisa bantu….”

“siapa?”

“yang ada di depan kamar lo sekarang,” kata liam. DEG! Jantungku berdegub kencang , seperti sangat kencang. Dari mana liam tau kalau aku ada disini? Aku langsung pelan-pelan beranjak dari depan kamar zayn….

“GOTCHA!” zayn dan liam menarik baju belakang ku. aduh aku tertangkap basah…. Aku diseret ke kamar zayn.

“hei hei, slow down bro. baju gue mahal nih.” Kata ku sok iya

“I don’t care , nguping aja kerjaan lo! Pantes lo keriting.” Kata zayn sembarangan, aku hanya memamerkan gigiku yang menurut ku bagus dan rapi ini.

“liam , maksud lo apa gue bisa bantu?” aku menaikkan alis mata sebelah kiriku.

“gini………………”

Jenna’s POV

“what was that?” tanya perrie galak

“aku hanya tak ingin berbicara dengan pacarmu…”

“tapi tadi kamu sudah berjanji akan berbicara dengannya !” seru perrie ngambek.

Yep, tadi aku sempat berjanji dengan perrie akan berbicara dengan pacarnya perrie karena aku ingin bermain dengan perrie. Tapi hatiku rasanya perih ketika mendengar perrie memanggil namanya.

Nama yang sudah 7 tahun terkurung di hatiku. Jiwaku terasa terbang pergi tanpa dirinya. Aku tak bisa menjadi diriku sendiri. aku tidak punya kekuatan. Aku terasa seperti mahluk yang hidup tanpa jiwa.

Hidup tanpa seseorang yang kita cintai, rasanya sangat sakit. Rasa nya seperti seribu tanda tanya di kepala kita. Rasanya seperti di tusuk pisau tumpul , Apalagi saat kita mengetahui… bahwa orang yang kita cintai, juga dicintai orang terdekat kita, orang yang kita sayangi, keluarga kita sendiri yang sudah kita anggap sebagai saudara kandung kita sendiri.

Aku tidak menyangka, hidupku akan seburuk ini. Hidupku akan sehancur ini. Aku sangka aku dapat memulai hidup baru disini dengan perrie. Merayakan keberhasilan ku melupakan Vins. Merayakan keberuntungan ku kelak akan bertemu dengan Zayn. Tetapi malah tidak. Aku disini lebih sengsara, bagaikan hidup di antara neraka dan dunia tanpa jiwa.

“hey… aku hanya bercanda, jangan sedih.” Kata perrie tiba-tiba, membuyarkan lamunanku.

Itulah hal yang paling kusukai dari perrie. Dia sangat perhatian denganku. Dia selalu mengorbankan apa yang dia miliki hanya untukku. Kini aku tidak ingin menyusahkan nya lagi. Aku tidak ingin dia mengorbarkan zayn untukku. Aku sungguh tidak ingin melihat perrie menangis, sedih dan sengsara karena kehilangan zayn hanya gara-gara aku. cukup aku saja yang merasakannya. Cukup aku saja.


lanjutannya ?

next part ! x

Comment,Saran,Kritik jangan lupa ya !
thanks for reading
Follow me  xx


Tidak ada komentar:

Posting Komentar