Minggu, 27 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY


#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' married '
PART 13

@venacornelya
bitches @yoshesese @tivonn @rikangg @vellenw

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


Zayn’s POV

Argh ! putus lagi putus lagi ! sudahlah…. Just let it go zayn, let it go. Don’t you remember? You still have Vena, yea. That girl.

“Hei!” teriak seseorang , pasti Harry.

“Huh?”

“Lo lihat vena sama siapa ? dia sama 2 pemain basket di Chicago Bulls man! Terkenal lagi !” ujar Harry panik.

“lo napa panik?”

“Gimana gak panik man, deket benget yaampun -,- cemburu gue cemburu huhuhuhu….” rengek Harry. gue menepuk badan Harry dengan kuat.

“cup cup, … eh? Kok yang nangis elu? Gue kan pacarnya -,-“ ujar gue bingung. Dia menatap gue bingung, dan kemudian tersenyum bodoh.

“oh iya,lupa gue…. Hehehe…. Nah tuh datang dia.” kata harry menunjuk vena yang sedang di lobby hotel bersama dua cowok yang oke… ah lebih okean gue kali ya?  gue mengacak-acak rambut gue biar nampak cool.

“Lo ngapain ?” tanya Harry bingung saat gue mengacak-acak rambut gue.

“Lo bilang apa?”

“nyari kutu ya? aduh zayn, mending lo mandi deh pakai shampo clear aja biar cool gitu.” Kata Harry dengan tampang tidak bersalah.

“ah bodoh amet.” Kata gue, gue langsung menyusul ke lobby bersama Harry. Vena hanya melihat kami kemudian bercanda kembali dengan cowok cowok itu. Sumpah, gue pengen bakar vena sekarang, nyebelin banget sih jadi cewek.

“Eh, siapa tuh ?” tanya seseorang yang bermuka asia, mata dan bibirnya mirip dengan vena.

“Oh,itu ya. hmm, pacar gue.” Kata vena ragu.

“acieee, playgirl dia. masa pacarin 2 cowok sekaligus.” Goda cowok yang sama.

“Eh, cuman satu aja. Tuh yang alis matanya setebel bulu beruang.” Kata vena enteng, gue menatapnya dengan muka kesal sekali. Kayak gak ada julukan lain aja.

“Oh, kenalin gue Jones, ini sahabat gue Vincent.” Katanya.

“Zayn.”
“Harry.”

“Tenang, gue bukan pacar ke tiga vena kok. Hahaha, gue adeknya.” Katanya. “ kalau sahabat gue ini, vena pernah taksir.” Tambahnya lagi. Sahabatnya menatap kami dengan muka sinis. BELAGU MAN LO!

“Oh gitu. Keberatan kalau venanya gue ambil?” tanya gue sok sopan. Jones mengangguk-anggukkan kepalanya, sementara si ‘sahabatnya’ itu tampak tidak senang. Swt banget.

“Bye bro.” kata vena memeluk mereka berdua. “kalian ngapain sih? Gangguin gue aja.” Ujarnya setelah 2 cowok asia itu pergi.

“Lo pacar gue sayang.” Kata gue sok romantis didepan Harry.

“Eh, gue cabut dlu y.” ujar harry langsung pergi.

“Apa sih lo? Sumpah, gangguin aja.”

“Emang napa sih? Lo naksir sama sahabat adek lo?!”

“kalau iya, masalah buat lo?”

“Eh, lo gak ingat kalau gue itu pacar lo?”

“Adanya pacar pura-pura.” Katanya langsung pergi.

Dia kok berubah? Gak! Gue harus mencegahnya menyukai orang lain! Gak akan gue biarin!

Gue menarik tangan vena, dan lalu membawanya keluar hotel.

“lepasin zayn!”

“gak bakal gue lepasin ! kalo lo jelasin apa yang di maksud adek lo tadi!”

“yang mana?”

“ yang pernah lo taksir.” Vena hanya menatap gue kosong, mukanya berubah menjadi sedih ?

“Gak mau.. gue… gak mau.”

“Napa?”

“gue…. Gak mau zayn!”

“jelasin vena!” kata gue menguncang tubuhnya, matanya berkaca-kaca. Refleks gue langsung memeluknya.

“gpp, kalo lo gak mau jelasin. Maaf , gue emosi.” Kata gue memeluknya erat. Seketika , banyak blitz-blitz dari kamera paparazzi.

“Zayn?” panggil vena.

“ya?”

“Lo yakin gak mau lepasin pelukan ini? Banyak papa….” Gue langsung mengecup keningnya vena. Dan menarik tangannya kembali ke hotel.

“Matilah gue!” kata vena .

“napa?”

“bentar lagi gue dapet haters banyak.” Katanya sedih. “kayanya kita harus jujur deh, kalau kita itu gak beneran pacaran.”

“Oh…. Ternyata, lo gak pacaran beneran toh?!” kata Harry tiba-tiba. Gue terkejut.

“harry…..” ujar vena tetapi tidak melanjutkannya.

“apa vena? Sudah puas bikin gue sakit hati? Makasi banget ven!” kata Harry langsung berlari ke luar Hotel.

“Harry!” teriak vena mengejar Harry.

Harry’s POV

“apa?!” teriakku kuat ke vena saat kami berdua ada di suatu tempat yang sepi , hujan turun. Yep, aku dan vena kebasahan, matanya sembab dan merah.

“Maafin gue harry!”

“Kenapa lo lakuin ini semua vena?! Apakah lo mau membalas dendam sama gue?”

“harry….” kata vena tersedak-sedak.

“Lo…. Parah ven… “

“GUE SAYANG SAMA LO HARRY!”

“GUE JUGA VENA! TAPI LO GAK PERNAH MAU BERUSAHA UNTUK DAPETIN GUE!” muka vena seketika diam sebentar, menatapku dengan tatapan nya yang sedih.

“apakah lo pernah berusaha untuk gue?” katanya langsung berjalan pergi. Aku tidak bisa berjalan,aku terpatung mendengar pertanyaan itu… apakah gue pernah berusaha untuk dia?

Aku mengejar vena yang sudah jauh dari pandanganku, aku menarik tangannya dan memeluknya erat.

“gue berusaha sekuat mungkin untuk ngedapetin lo vena, gue tetap menunggu lo putus dari zayn… itu butuh perjuangan vena.” Bisikku, dia melepaskan pelukankku dan tersenyum.

“Makasih tapi it’s too late now harry. I’ve loved zayn.” Katanya yang membuatku sakit hati bukan main.

“Gue bakal rebut lo kembali dari zayn, vena.” Kataku tidak menyerah, dia tersenyum.

“gue tunggu.” Katanya.


Vena’s POV

3 tahun sudah berlalu. Aku tetap di London. Dan ini berita yang paling bikin kalian tekejut. Gue menikah paksa dengan Zayn, tetapi pernikahan ini bukanlah keinginan ku. ini paksaan dari orang tuaku dan orang tua zayn, 3 tahun menikah dengannya, tidur sekamar tetapi tidak pernah saling menyentuh. Hari ke hari aku berkerja sebagai ibu rumah tangga yang sangat membosankan.

Sahabat-sahabatku , mereka juga sudah menikah. Tetapi tidak ada yang menikah dengan daboys, hanya aku seorang. Moment yang paling indah saat kami berlima menikah bersama-sama , hahaha, lucu bukan? Saat yang paling indah saat ciuman pertamaku di curi oleh zayn. Hanya sekali.

Sikap zayn sangat dingin dan sinis terhadapku, aku merasa tersiksa. Dia pernah berjanji kepadaku bahwa akan mencintaiku sepenuh hati, tetapi….. zayn akhir-akhir ini dekat kembali dengan Perrie.

Janji harry , sudah lama ku tunggu, sampai akhirnya aku pun menyerah untuk menunggu. Aku tidak suka menunggu, menunggu membuatku bosan, marah dan kesal.

“Hai!” teriak seseorang dari luar rumah. Aku membuka pintunya dan ternyata sahabatku ! aku langsung memeluk mereka erat-erat.

“wow, rumah lo besar banget ven! Mana zayn?” tanya Yoshe saat mereka sudah duduk di sofa, aku didapur membuat minuman untuk mereka. aku membawa nampan itu ke menja tamu.

“Biasa dong, one direction kan dari hari ke hari makin padat jadwalnya.” Kataku.

“Ooh, jadi lo sama zayn……….”

“gak yoshe, gue gak bakal mau sama dia.” potongku cepat-cepat, mereka langsung tertawa.

“Lo uda ya?” tanyaku. Dia menganggukkan kepalanya dengan riang.

“Bukan hanya gue, mereka semua juga uda.” Kata yoshe, aku menatap mereka dengan ngakak. Kalian tau kan maksud ku apa? Maksudnya mereka sudah melakukan ‘nya’. Lagi pula , aku sama sekali tidak ada niat melakukannya bersama zayn, sikapnya yang begitu dingin membuat ku ingin mati berdiri.

“tapi kok masih belum punya anak? Cepetan lah , gue mau di panggil tante vena.” Ujarku cekikikan.

“yeee, gue masih belum siap man. Kan nikah muda, gpp dong.” Kata Vellen.

3 jam kami berbincang-bincang, akhirnya selesai juga. jam menunjukkan 8 malam, aku segera menyiapkan makan malam. Zayn biasanya pulang jam 9 malam,  jadi aku membuat makan jam 8 agar makanannya tidak dingin.

Sejujurnya, aku mencintai zayn. Aku tau di balik sikap dinginnya itu, dia masih sayang sama aku. I bet on it, aku sudah lost contact dengan harry. tetapi tidak lost contact dengan yang lain, termasuk dengan bestiesku. Yep, selama 3 tahun ini aku hanya bisa melihat harry di dalam tv , tv dan tv.

Orang tua ku sekarang tetap diindonesia, keadaan mereka selalu baik. Mereka selalu menjaga kondisi mereka agar tetap sehat. Hah! Hebat sekali mereka. mereka sangat damai, aku ingin hidup seperti mereka.

Oh how I wish that was me….

Zayn’s POV

Sejujurnya, gue malas sekali mau foto berjam-jam gini. Sungguh menguras tenaga orang! Kaya gak ada kerjaan lain aja, nyanyi kek.

Jam 9 gue sudah mencapai rumah, iya. Rumahk gue. Bersama vena, istri gue sekarang. Sebenarnya gue rindu banget sama sikap vena yang periang, tapi sikap itu sudah lama hilang sejak gue menikah paksa disuruh orang tua, sebenarnya… tidak terpaksa, gue mencintai vena kok. Tapi dia sendiri sikapnya sangat dingin.

Gue membuka pintu rumah, dan berjalan ke ruang makan. Makanan sudah tertata rapi dimeja. Vena sudah menunggu disitu. Gue langsung duduk dan makan , tidak ada pembicaraan diantara kami sama sekali, canggung rasanya.

“OHOKKKK…” gue batuk gara-gara tersedak. vena langsung meletakkan garpunya pisaunya dan menuangkan air putih, dan menyodorkannya ke gue. Gue cepat-cepat meneguknya sampai habis.

“thanks.” Kata gue. Dia tersenyum… oh how I miss that smile…

Akhir-akhir ini gue sering ketemuan sama perrie. Perrie tambah cantik aja, sexy dan menarik. Sebenarnya pernikahan ini tidak ada yang tau , selain besties vena dan daboys. Backstreet man.

Gue tidak tau , napa gue bisa deket sama dia lagi. Gue ingat pas keesokan hari setelah gue nikah, gue ketemu dia di toko buku. Pas itu gue lagi mau beli buku novelnya vena, iya. Vena mengeluarkan banyak novel sekarang. Gue membaca novel itu diam-diam, ternyata kebanyakan ceritanya itu menceritakan tentang kehidupannya tetapi namanya disamarkan.

Saat itu, kami bertemu , kami berbicara sampai akhirnya gue lupa membeli novel vena. Dan 3 tahun ini, gue makin deket aja sama perrie. Bahkan ada rumor bilang bahwa zerrie is back. Yea, kami tampak seperti orang yang berpacaran, tetapi gue sangat menyesal, mempermainkan vena.

‘ cause when the roof caved in and the truth came out I just didn’t know what to do.’

to be continued...
kritik saran dan comment jangan lupa. thx xx :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar