#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' him '
PART 12
@venacornelya
bitches @yoshesese @tivonn @rikangg @vellenw
enjoy ya :)
maaf gaje xx thx
...............................................
untung vena tidak apa-apa. Aku menahan pukulan taylor.
“Taylor!” teriakku.
“apa?! Cewek itu telah merebut LO dari gue!” marahnya.
“SIAPA BILANG?! LO SENDIRI MUTUSIN GUE!” bentakku.
“GUE GAK BAKAL PUTUSIN LO KALO LO GAK NYEBUTIN NAMA DIA!” balasnya. Tina-tiba da boys an besties vena datang. Mereka meleraikan kami. Besties vena mengompres kepala vena yang terbentur tadi. Wow benjolnya gede! Sssh!
“Tunggu pembalasan gue harry!” ancamnya taylor dan keluar dari kamar. Ah ada – ada saja dia!
“Vena..! lo gpp?” tanya Zayn langsung memeluk vena. Ouch!
“gpp..” vena membalas pelukannya Zayn. AW!
“thanks..” vena mencium pipi zayn ! AAAAWWWCCHH!!! Sakit nih sakit hati gue… huhuhu…. Gue telat merebut vena… jantung gue kayak di tusuk-tusuk sama pensil tumpul, bisa kebayang sakitnya kalau ditusuk pakai pensil tumpul. Ini semua salah gue sendiri! sekarang gue harus bikin cara biar bisa ngedapatin vena.tulis di kertas aja deh.
CARA-CARA MEREBUT VENA KEMBALI :
1. Culik zayn lalu di rebus didalam kulkas?
2. Yang penting vena happy
3. Merebut hati vena
Gue melongo sendiri baca tulisan gue di kertas ini. Cara pertama itu gak banget deh! Gimana coba rebus zayn di kulkas? Cara kedua , itu ciri-ciri orang jomblo kali ya! gak deh. Cara ketiga, merebut hati vena? Iya gue juga tau ! tapi gimana cara rebutnya? Masa potong-potong vena lalu hatinya gue ambil, hiiii gak banget deeeh!
Karena tidak merasa puas, gue remas-remas tuh kertas terus gue lempar sembarangan. Karena gue ingat gue lagi di hotel vena, jadi gue pungut lagi terus gue robek-robek, di nuklir pakai bom , terus di buang di tong sampah. Sip!
“Lo ngapain har?” tanya Niall bingung saat gue melakukan gaya ‘FIRE IN THE HOLE’ yang lebih mirip ‘AMPUN DEH CYIN’
“lo bilang?” tanya gue menaikkan sebelah alismata gue.
“Buang sampah.” Jawab niall singkat.
“yauda, emangnya lo kira gue lagi ngapain?”
“gue kira lo lagi belajar buang sampah ala banci.” Ujarnya dengan muka polos, gue menatapnya dengan kesal.
Zayn zayn zayn … kalau di bandingin sexyan gue apah dia, ya pasti jawabannya……… gue dong.
“Guys, gue balik deh ke kamar gue dulu.” Gue langsung capcus ke kamar gue. Menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Tiba-tiba gue mencium bau amis. Awalnya gue abaikan tapi makin lama baunya makin merajarela, jadi gue putusin untuk mencari asal usul bau itu. Gue berjalan sambil ngendus-ngendus, setelah setengah jam gue ngendus, ternyata baunya gak ketemu dari mana.
Terus gue angkat tangan gue karena kepegelan, darisitulah gue tiba-tiba kejang-kejang. Ternyata, bau ketek gue. Gue mengendus-endusnya, baunya lebih mirip bau shampo basi kali ya. blueek! Mungkin ketek ini kali ya bikin vena gak mau sama gue? Tau ah, gue capcus mandi. Mandi sebersih-bersihnya. Setengah jam di dalam kamar mandi, akhirnya selesai juga. gue makin wangi ajegila!
Gue keluar dari kamar dan mencari restoran terdekat, gue tidak lupa memakai kacamata untuk menyamar. Saat gue duduk, gue melirik seluruh isi ruangan, gue melihat sesosok cewek yang familiar. Bestiesnya vena tanpa vena? Gue memutuskan untuk ikutan gosip bareng mereka. (baca: gosip)
“Eh, harry, hi.” Sapa Yoshe ramah, gue tersenyum tipis kedia. Dia membalas senyumannya, ternyata yoshe ada lesung pipit juga. gue baru tau, ternyata selama ini gue gak pernah ngeluangin waktu buat kenal dengan mereka, gue sibukin vena terus. I guess it’s time to move on ?
“Lo napa har?” tanya Vellen.
“Patah hati kali ye,…” sambung tivonli. Gue menganggukkan kepala.
“Gara-gara vena?” tanya Erika. Gue menggelengkan kepala.
“terus?” tanya Erika.
“Gara-gara pitbull kali ya. yaiyalah vena….” Ujarku bercanda. Mereka ngakak.
“Lo tau gak sih , kalo lo gak permainkan vena. Hmm, maybe dia uda pacaran sama lo. Tapi yah sayangnya lo permainin perasaannya, auk deh.” Kata yoshe mengangkat bahunya.
“Terus, lo semua ada cara buat ngedapetin vena kembali?” tanya gue. Hening…………………………….. kami berkumpul mendekat, terus menatap kiri-kanan. Kayak mau ngomongin rahasia kode pin bom aja deh.
Vena’s POV
“Harus ya peluk-pelukan gitu?” tanyaku saat aku berdua dengan zayn.
“Apa?” tanyanya bodoh.
“gue baru pertama kali ketemu orang bodoh yang bisa bikin gue naik darah.” Ujarku menyindir. Dia tidak merespon, dia tetap diam, dia murung..
“Lo kenapa lagi?” tanyaku bingung.
“Gue mau balik kamar……..” katanya pelan, dan kembali ke kamarnya. What the? What’s wrong with him?
Bodoh amat, aku membuka hapeku. Aku menelepon mama papa selama 2 jam. Rasanya sangat senang mendengar mereka baik-baik saja. Sebenarnya aku sudah 5 tahun tidak ketemu adekku. Ya, aku mempunyai seorang adek laki-laki yang bernama Jones Christoper, dia ingin mengejar cita-citanya menjadi pemain basket , dia berhasil. Dia sekarang ada di tim Chicago Bulls. Sejujurnya aku sangat bangga dan rindu kepadanya. Ya kalian tau dia mengalami banyak perubahan didirinya, dia sekarang sudah memiliki tubuh yang bagus, tinggi dan ganteng. Banyak wanita yang klepek-klepek sama dia.
Dan sedangkan, mantan ‘CRUSH’ ku sekarang juga ada di Chicago Bulls seteam bersama jones, pernah waktu aku masih smp 2 dan adekku smp 1. aku berkata ke adekku bahwa aku menyukai salah satu seorang pemain basket, Tetapi dia membenciku, jones bilang dia akan balas dendam. Tetapi tiba-tiba saja tangannya mengalami accident, dia tidak bisa bermain basket selama 3 bulan lamanya, sejak saat itu dia berusaha dan berusaha mungkin mengejar skill basket nya itu. Dan disinilah dia sekarang, Jones Christoper#08 Chicago Bulls. Dan ‘dia’ #07. Malah bersahabat mereka sekarang, janji adekku hilang deh,..
Okay sudah cukup, curhat mencurhatnya. Aku membuka twitter dan melotot sendiri. Zayn broke up with Perrie? Oh no, it’s all my fault. Aku keluar dari kamar, dan menggedor kamar zayn. Tampaknya tidak dikunci, aku memasuki kamar nya pelan. Aku mencium bau rokok,ku cari asal usul bau itu, ternyata…
“Zayn? Lo merokok?” tanyaku terkejut. dia menatapku kosong, matanya merah dan sembab? Geez.. okay dia menangis boleh tetapi tidak dengan merokok. Aku mengambil rokok dari zayn tak sengaja tanganku terkena daerah apinya. aku tetap mengambilnya dan membuangnya ke kloset. Aku mencuci tanganku dengan air. Sangat perih… tiba-tiba zayn masuk dan mengambil tanganku, dia menempelkan hansaplast.
“Thanks.” Kataku
“makanya lo, kapok kan.” Katanya. Aku hanya menatapnya kesal.
“Lo nangis boleh, tapi jangan ngerokok! Lo mau karir lo hancur gara-gara rokok sialan itu?!” teriakku. Dia menatapku dengan mendongak.
“Cih, sok perhatian.” Ujarnya sok cool, aku melototinya. Dan kemudian menarik napas panjang dan membuangnya.. sabar vena sabar….. okay, kalau zayn gak mau aku perhatiin. Nyesal aku.
Aku keluar dari kamar zayn, dan berjalan keluar hotel. Aku memakai kacamata, biar tidak di hantam paparazzi, yep. Sekarang aku sudah dikenal dimana-mana. Berita bahwa aku kakaknya jones juga sudah menyebar.
Aku melihat dari luar kaca restoran, ada bestiesku bersama harry bercanda tawa. Mereka melihat aku tapi tidak ada seulas senyum dari mulut mereka. dan kemudian kembali bercanda lagi.
Kenapa ini? Kenapa dunia ini berasa seperti berputar balik? Aku mau pulang! Huhuhuhu….. okay vena. Tetap tegar … wooh..
Aku kembali berjalan dan menemukan restoran jepang yang mewah. Aku duduk disalah satu meja paling ujung. Semua di dalam sini ada teman, tidak menyendiri seperti aku. Pelayan datang dan menanyakan mau makan apa, aku memutar balikkan menu nya, makanan apa ini? Namanya Sashimi ? gambar makananan nya lebih mirip tai manusia di kasih warna merah dan dibentuk menjadi ikan mentah. Yups, cocok sekali panggilannya.
“Sashimi, japan tea.” Ujarku singkat.
“Okay, wait 10 minutes. Thank you.” Kata pelayan itu lucu. Aku tersenyum melihatnya. Setelah 10 menit aku menunggu, makanannya pun datang.
“enjoy it.” Kata pelayan itu dan pergi.
Aku mulai mebalik-balikan makanan ini berulang-ulang kali, mengecek mana tau ini beneran tai manusia? Di olah jadi ikan mentah, kan gak banget ! setelah aku membalikkan benda merah ini berulang-ulang kali, akhirnya aku pun berhenti melakukannya. Seluruh ruangan restoran menatapku dan senyum ngakak. Aku hanya bisa senyum paksa dan pura-pura makan ikan mentah itu. Ada hijau-hijau, wow! Kok bisa ada terasi indonesia disini? Coba ah.
Kampretttttttttttttttttt ~ sumpah udah gak enak nih terasi , pedas lagi.
“makanya, kalau gak bisa makan gak usah sok bisa.” Kata seseorang dalam bahasa indonesia? Aku menatapnya. Disebelahnya ada seseorang lagi yang familiar. Dua – duanya ganteng…. wow
“gak ingat?” tanyanya. Aku berpikir sebentar, rambutnya kok mirip sekali dengan jones….
“Jones?” tanyaku ragu. Dia tersenyum. Aku langsung memeluknya.
“Parah la! Uda 5 tahun gak ketemu man!” kataku melepaskan pelukanku. Aku sangat rindu kepada adekku ini, ternyata dia memang berubah drastis! Sangat tinggi ._. padahal aja aku lebih tinggi dari dia … dulu.
“Ngapain lo disini?” tanyaku ragu.
“ya jalan-jalan lah!” ketus jones. “ eh , kenalin.. Vincent.”
DEG! Di…dia?
“Ha… hah?” tanya ku ragu.
“apa ha ha ?” ketus adekku. “kenalin nih ccku, vena. Kenal kan? Pasti kalian berdua saling kenal.” Dia menganggukkan kepala. Aku hanya tertunduk lesu, haruskah aku bertemu dengan dia lagi ? dia yang sudah hampir membuatku menyerah untuk hidup? Huh!
“Makin cantik aja deh cce ku satu ini, dulu minder. Skarang uda berubah drastis dia.” kata jones sok tau, aku menatapnya sengak.
Dia harus ada disini ya? aku memang tidak beruntung, nasib ku memang sial dari hari ke hari sejak aku keluar dari rumahku yang ada di batam itu…..
I want to go home right now………………….
to be continued
kritik saran dan comment ya pembaca yang baik hati imut cimit-cimit gitu deh. thx xx :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar