Sabtu, 19 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
PART 2

@VenaCornelya
para bitches : @vellenw @rikangg @yoshesese @tivonn

enjoy yaa xx :)
saran , kritik, comment please :) xx thnx
.......................................................................


Part2

Dan yeah, mereka like a boss. Hell lah , yang sewa papi ku tapi mereka yang masuk duluan dan tasnya ditinggalin gitu aja? Huh! Menyebalkaannnnnnn ! mami help me L

“taik lah kalian semua, tas nya gimana nih? Bawa lah eek,” ngomel ku saat aku masih di lift. Mereka uda keluarr duluan. Eeeeh eeeh kok liftnya tertutup ? naik ke lantai 20 lagi -_- eek eek eekkkk !!! dan ting, lift terbuka. Satu orang memakai kaca mata hitam, jaket biru dan celana jins berada didepan lift. Wait, mukanya kaya pernah kenal deh ? orang itu masih gak mau masuk lift lagi, pasti berpikir kalau aku itu pelayan hotel -_-

“waitt.. that’s my bag!” seru cowok itu. Aku hanya bingung melihatnya saat dia sudah menaiki lift. Aku cepat-cepat menekan tombol 10, dan kesialan terjadi lagi, liftnya nyangkut -_-

“that’s my bag ? could you give it back to me?” tanyanya lagi. Aku hanya mengambilnya dan memberikannya. Aku tidak melihat muka orang itu. Aku hanya menatap lurus ke depan dan berpikir kapan liftnya bisa segera lancar lagi ? bukannya beruntung datang ke london, malah adanya sial -_-

“kapan liftnya jalann?!!!” teriakku saat sudah menunggu selama 30 menit.

“sorry?” tanya cowok itu. Loso banget sih! Geram deh.

“no..nothing. i’m speaking bahasa indonesia.” Kataku sok inggris mantap.

“that’s cool ! teach me !” ujarnya lagi , sumpah nih cowok pengen aku cekek mati -_-

“why?” tanyaku gak nyambung.

“nothing , just want to learn another language. I have so many fans out there, especially indonesian fans.” Ujarnya lagi dengan cepat sampai-sampai aku gak ngerti dia ngomong apa. Wait? Indonesian fans? Kepedeannya terlalu over… dia ada fans? Fans patungan adanya kali -_- sumpah orang ini gak waras.

“fans? Who are you?” tanyaku lagi pakai nada sok barat.

“huh?! You don’t know who I am?! Are you kidding me?! I’m…..,” katanya terputus dan dia membuka kacamatanya. Aku menatap matanya, … mata hijaunya itu … itu …..

“hello gurl..” gumamnya lagi yang membangunkan ku dari lamunan.

“you are ha… haaa chiu!” aku bersin -_- dia hanya tertawa kecil. Aku menatapnya dengan kesal. Aku kembali menatap lurus kedepan. Yaampun kapan liftnya bisa lancar lagi? Ini katanya hotel bintang 5 tapi liftnya gak turun-turun. Aku menatap tombol-tombol angka nya lagi… YAAMPUN!! AKU TIDAK MENEKANNYA SAMA SEKALI! BODOH BODOH BODOHHHHHH ! aku benar-benar geram sendiri. Aku langsung menekan tombol 10 dengan kuat dan banyak kali.. akhirnya liftnya turun juga.

“what are you doing here harry?” tanyaku saat sudah keluar dari lift dia juga.

“just wanna visit my friend, hey can I go to your room?” tanyanya. Yaa, dia adalah harry styles from one direction. Aku tidak terlalu kaget ya karena aku memang gak tertarik dengan one direction. Awalnya ku kira harry styles itu zayn malik. Hebat ya? Hahaha makasi. Tapi ciri khas harry yang begituuu nampak , seperti mata hijaunya, rambut keritingnya, senyumnya…. Siapa yang tidak kenal? Nenek ku kali ya? Oh iya aku lupa… nenek ku sudah tidak ada lagi.. kalau masih adaa aku pasti mengajarkannya menyanyikan lagu yang lagi ngetren sekarang *nangis sendiri tiba-tiba*

“hey, you’re crying? Okay, I’m not going to your room …” katanya harry.

“hey, that’s nothing. Let’s go to my room, and take a look,” kataku langsung berjalan membawa koper kampret itu dengan susah. Dan sampai di kamar ku yang paling cetar-cetar membahana. Aku mengetuk pintu, vellen membukakan pintunya tapi dia balik lagi ke dalam. Dia sama sekali tidak melihat mukaku L jahat banget sihhh.

“c’mon.” ajakku ke harry. Harry hanya tersenyum.

“hey bitches, lihat aku datang bersama siapa! Dan jangan sekali-sekali kalian sentuh dia! dia milikku!” kataku sinis. Mereka hanya menatapku lalu kembali sibuk dengan hape mereka. aku langsung memepersilahkan harry masuk dan….

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…..” teriak mereka berempat tiada hentinya saat mereka melihat harry. Please deh -_- mereka langsung berlomba lari ke arah harry dan oh my god… kasiannya harry direbutin kayak boneka gitu. Wkakakakak

“hey, hey…. Stop it,” ujar harry halus. Harry duduk disofa , di samping kirinya ada vellen dan yoshe dan disamping kanannya ada tivonli dan erika. Mereka berempat menatapnya dari tadi. Aku hanya duduk jauhhh didepan mereka dan menatap mereka dengan bingung. Aku melihat Harry salting. Lololol!!

“so, ummm… can I hug you?” tanya vellen.

“but, all of you’ve already hugged me. Except her.” Kata harry menunjuk ke aku.

“katakan lah pada dia! aku tidak ingin memeluk dan dipeluk olehnya!” teriakku kembali saat aku mengotak-atik mac book ku. Vellen memberitahukan ke harry apa yang barusan aku bilang, harry langsung memasang muka cemberut. Mereka langsung bercandaan , ntah apa yang mereka bicarakan. Aku hanya sibuk bermain dengan mac bookku… sudah jam 12 malam di London, dan Harry pamit pulang. Sebelum pulang dia ke arah ku…

“stop there!” teriakku sambil memberikan gaya’stop’. Dia langsung berhenti. Tapi dia hanya tersenyum dan kembali maju, aku mundur mundur mundur dan mentok aku jatuh ke sofa. Aku cepat-cepat berdiri dan berlari ke arah kamar mandi, saat aku baru masuk harry menarik tanganku.

“aw! That’s hurting me you stu….” Kata-kata ku berhenti saat dia meletakkan jari telunjuknya ke depan mulutku.

“ssh, they’re sleeping..” bisiknya. Aku melihat ke arah mereka dan para bitchesss , mereka uda tidur duluan di kasur itu L itu kan kasurkuu. Aku harus tidur di sofa dong?

“go home, they must be looking for you.. I mean your bestfriend..” kataku gak nyambung dengan logat yang berbeda.

“who?” tanya nya tersenyum.

“umg, one direction,” jawabku.

“oooh, haha ! okay got to go. See you.” Ujarnya pelan. Aku langsung berjalan ke arah pintu begitu juga dengan dia. aku membukakan pintu dan mempersilahkan dia keluar.

“bye… it’s miracle for you right? You’ve met the sexiest man in the world.” Ujarnya pede.

“ew, please._.,” jawabku , aku mau menutup pintu dan die menahannya dengan kaki.

“now what?” tanyaku kesal. Dia hanya mendekatkan mukanya ke mukaku . aku hanya berusaha menjauh dari dia, tapi dia menahanku , jijik jijik jijik aaaaa !!

“hey, stop it.” Kata ku sambil menyentil hidungnya. Dia langsung memegang hidungnya yang kesakitan itu. Aku langsung menutup pintu. Dan ini paling gk seru…. Aku tidur di sofa L huaaa mamiii :’(

to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar