LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
PART 2
@VenaCornelya
para bitches : @vellenw @rikangg @yoshesese @tivonn
enjoy yaa xx :)
saran , kritik, comment please :) xx thnx
.......................................................................
Part2
Dan yeah, mereka like a boss. Hell lah , yang sewa papi ku tapi mereka
yang masuk duluan dan tasnya ditinggalin gitu aja? Huh! Menyebalkaannnnnnn !
mami help me L
“taik lah kalian semua, tas nya gimana nih? Bawa lah eek,” ngomel ku
saat aku masih di lift. Mereka uda keluarr duluan. Eeeeh eeeh kok liftnya
tertutup ? naik ke lantai 20 lagi -_- eek eek eekkkk !!! dan ting, lift
terbuka. Satu orang memakai kaca mata hitam, jaket biru dan celana jins berada
didepan lift. Wait, mukanya kaya pernah kenal deh ? orang itu masih gak mau
masuk lift lagi, pasti berpikir kalau aku itu pelayan hotel -_-
“waitt.. that’s my bag!” seru cowok itu. Aku hanya bingung melihatnya
saat dia sudah menaiki lift. Aku cepat-cepat menekan tombol 10, dan kesialan
terjadi lagi, liftnya nyangkut -_-
“that’s my bag ? could you give it back to me?” tanyanya lagi. Aku
hanya mengambilnya dan memberikannya. Aku tidak melihat muka orang itu. Aku
hanya menatap lurus ke depan dan berpikir kapan liftnya bisa segera lancar lagi
? bukannya beruntung datang ke london, malah adanya sial -_-
“kapan liftnya jalann?!!!” teriakku saat sudah menunggu selama 30
menit.
“sorry?” tanya cowok itu. Loso banget sih! Geram deh.
“no..nothing. i’m speaking bahasa indonesia.” Kataku sok inggris
mantap.
“that’s cool ! teach me !” ujarnya lagi , sumpah nih cowok pengen aku
cekek mati -_-
“why?” tanyaku gak nyambung.
“nothing , just want to learn another language. I have so many fans out
there, especially indonesian fans.” Ujarnya lagi dengan cepat sampai-sampai aku
gak ngerti dia ngomong apa. Wait? Indonesian fans? Kepedeannya terlalu over…
dia ada fans? Fans patungan adanya kali -_- sumpah orang ini gak waras.
“fans? Who are you?” tanyaku lagi pakai nada sok barat.
“huh?! You don’t know who I am?! Are you kidding me?! I’m…..,” katanya
terputus dan dia membuka kacamatanya. Aku menatap matanya, … mata hijaunya itu
… itu …..
“hello gurl..” gumamnya lagi yang membangunkan ku dari lamunan.
“you are ha… haaa chiu!” aku bersin -_- dia hanya tertawa kecil. Aku
menatapnya dengan kesal. Aku kembali menatap lurus kedepan. Yaampun kapan
liftnya bisa lancar lagi? Ini katanya hotel bintang 5 tapi liftnya gak
turun-turun. Aku menatap tombol-tombol angka nya lagi… YAAMPUN!! AKU TIDAK
MENEKANNYA SAMA SEKALI! BODOH BODOH BODOHHHHHH ! aku benar-benar geram sendiri.
Aku langsung menekan tombol 10 dengan kuat dan banyak kali.. akhirnya liftnya
turun juga.
“what are you doing here harry?” tanyaku saat sudah keluar dari lift
dia juga.
“just wanna visit my friend, hey can I go to your room?” tanyanya. Yaa,
dia adalah harry styles from one direction. Aku tidak terlalu kaget ya karena
aku memang gak tertarik dengan one direction. Awalnya ku kira harry styles itu
zayn malik. Hebat ya? Hahaha makasi. Tapi ciri khas harry yang begituuu nampak
, seperti mata hijaunya, rambut keritingnya, senyumnya…. Siapa yang tidak
kenal? Nenek ku kali ya? Oh iya aku lupa… nenek ku sudah tidak ada lagi.. kalau
masih adaa aku pasti mengajarkannya menyanyikan lagu yang lagi ngetren sekarang
*nangis sendiri tiba-tiba*
“hey, you’re crying? Okay, I’m not going to your room …” katanya harry.
“hey, that’s nothing. Let’s go to my room, and take a look,” kataku
langsung berjalan membawa koper kampret itu dengan susah. Dan sampai di kamar
ku yang paling cetar-cetar membahana. Aku mengetuk pintu, vellen membukakan
pintunya tapi dia balik lagi ke dalam. Dia sama sekali tidak melihat mukaku L jahat banget sihhh.
“c’mon.” ajakku ke harry. Harry hanya tersenyum.
“hey bitches, lihat aku datang bersama siapa! Dan jangan sekali-sekali
kalian sentuh dia! dia milikku!” kataku sinis. Mereka hanya menatapku lalu
kembali sibuk dengan hape mereka. aku langsung memepersilahkan harry masuk
dan….
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…..”
teriak mereka berempat tiada hentinya saat mereka melihat harry. Please deh -_-
mereka langsung berlomba lari ke arah harry dan oh my god… kasiannya harry
direbutin kayak boneka gitu. Wkakakakak
“hey, hey…. Stop it,” ujar harry halus. Harry duduk disofa , di samping
kirinya ada vellen dan yoshe dan disamping kanannya ada tivonli dan erika.
Mereka berempat menatapnya dari tadi. Aku hanya duduk jauhhh didepan mereka dan
menatap mereka dengan bingung. Aku melihat Harry salting. Lololol!!
“so, ummm… can I hug you?” tanya vellen.
“but, all of you’ve already hugged me. Except her.” Kata harry menunjuk
ke aku.
“katakan lah pada dia! aku tidak ingin memeluk dan dipeluk olehnya!”
teriakku kembali saat aku mengotak-atik mac book ku. Vellen memberitahukan ke
harry apa yang barusan aku bilang, harry langsung memasang muka cemberut. Mereka
langsung bercandaan , ntah apa yang mereka bicarakan. Aku hanya sibuk bermain
dengan mac bookku… sudah jam 12 malam di London, dan Harry pamit pulang.
Sebelum pulang dia ke arah ku…
“stop there!” teriakku sambil memberikan gaya’stop’. Dia langsung
berhenti. Tapi dia hanya tersenyum dan kembali maju, aku mundur mundur mundur
dan mentok aku jatuh ke sofa. Aku cepat-cepat berdiri dan berlari ke arah kamar
mandi, saat aku baru masuk harry menarik tanganku.
“aw! That’s hurting me you stu….” Kata-kata ku berhenti saat dia meletakkan
jari telunjuknya ke depan mulutku.
“ssh, they’re sleeping..” bisiknya. Aku melihat ke arah mereka dan para
bitchesss , mereka uda tidur duluan di kasur itu L
itu kan kasurkuu. Aku harus tidur di sofa dong?
“go home, they must be looking for you.. I mean your bestfriend..”
kataku gak nyambung dengan logat yang berbeda.
“who?” tanya nya tersenyum.
“umg, one direction,” jawabku.
“oooh, haha ! okay got to go. See you.” Ujarnya pelan. Aku langsung
berjalan ke arah pintu begitu juga dengan dia. aku membukakan pintu dan
mempersilahkan dia keluar.
“bye… it’s miracle for you right? You’ve met the sexiest man in the
world.” Ujarnya pede.
“ew, please._.,” jawabku , aku mau menutup pintu dan die menahannya
dengan kaki.
“now what?” tanyaku kesal. Dia hanya mendekatkan mukanya ke mukaku .
aku hanya berusaha menjauh dari dia, tapi dia menahanku , jijik jijik jijik
aaaaa !!
“hey, stop it.” Kata ku sambil menyentil hidungnya. Dia langsung
memegang hidungnya yang kesakitan itu. Aku langsung menutup pintu. Dan ini
paling gk seru…. Aku tidur di sofa L
huaaa mamiii :’(
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar