Rabu, 23 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' MAID '
PART 9


bitches    

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


NYOKKK! Aku jambak jambulnya si Zayn kuat kuat sampai dia teriak-teriak minta dilepasin. Maksudnya apaan tuh suruh aku jadi PACAR-PURA-PURA nya?! mending jadi pacar kura-kura dari pada jadi pacar pura-pur anya si zayn !!

“AAAA! LEPASIN LEPASIN VENAAAAA!!!” teriak Zayn yang badai kuatnyaa woooo!

“Lo bilang apa heh?” tanyaku sinis langsung melepaskan jambulnya. Dia terjatuh di sofa ku. aku hanya duduk dilantai melipat kedua tangannku didepan dada, dan duduk bersilang.

“LO MAU KAN JADI PACAR PURA-PURA GUWEEE GITOOWW ! BIAR CETARZZ CETARZZ MEMBAHANA?!” ujarnya Lebay, aku hanya menatapnya dengan muka mendongak. Lalu tertawa guling-guling dilantai sambil pegang perut aku yang tidak tahan. WKWKWKWKW ! MUKA ZAYN KAYAK MUKA HIPOPOTAMUS YANG LAGI NAHAN BOKERR!!

“apa lo ketawa? Kalau lo ga mau gue bantu yauda.. gue pergi.” Katanya Zayn dingin, aku langsung menahan tangannya. dia menoleh dengan kesal.

“apa lo bilang? Mau bantu gue? Telinga gue uda dikorek lhoo… “ ujarku menyindirnya. Dia melebarkan matanya dan kemudian menatapku dengan sinis.

“lo tuh ya! Malesin banget deh!” ujar Zayn kesal langsung beranjak pergi.

“gue mau,” ujarku singkat. “tapi, awas lo macam-macam sama gue!” kata gue cepat-cepat menambahkannya.

“Bagus, lo ikut aja cara gue, hmmm….” Zayn menggaruk-garuk dagunya sebentar.

“lo harus mau ikutin syarat gue.” Katanya tersenyum sinis, aku menatapnya dengan tatapan singa yang sedang menerkam mangsanya. Roaarr!

“LO SEBENARNYA NIAT BANTU GAK SEHHH?!!” tanyaku kuat-kuat dengan kesal.

“Lo kira lo siapa? Gue bantu lo hanya karna KA-SI-HAN sama lo! Lo harus nurutin gue dong! Seenak jidat lo aja jadi orang !” katanya dengan dingin. Aku hanya cemberut. Jahat banget sihh,… mau gak ya? Aduhh ! vena think !!

“jadi, lo mau gak? Gue nanyak ini sampai mulut gue uda mau berbusa tau gak sih?!” zayn hanya menatapku sinis. Aku tidak kalah sinisnya dengan dia.

“oke! Tapi awas macam-macam.” Kata ku berhati-hati.

“hhh… lo harus mau jadi pembantu gue ! kalau gak .. jangan harap gue mau ngebantu lo. Dan hasilnya akan bagus kalo kerja lo bagus. Uda no comment. Gak ada tolak tolak , awas aja lo tolak, gue bacok lo!” katanya tajam.

“jahat banget sih jadi cowok! Gue ke sini mau jalan-jalan man! Bukan untuk jadi pembantu di rumah lo!” ujarku membela diri selayaknya taekwondo.

“LO MAU NOLAK?” tanyanya galak.

“taapii…..”

“GAK ADA TAPI-TAPI! “ katanya tajam. Aku hanya menatapnya dengan tatapan ‘gue sumpahin lo jadi terong!’

“sandiwara ini akan berjalan besok, dan lo harus jadi pembantu gue di rumah gue hari ini, tidur di rumah gue. Bilang sama sahabat lo, kalo lo tinggal di rumah teman! Dan gak ada yang boleh tau ini. Awas aja!” katanya tajam.

“sana beresin baju lo! Kita berangkat 2 menit lagi!” katanya. Aku hanya berjalan menghentakkan kaki, lalu membereskan baju-baju ku. huaa!! Kalau ada orang yang bilang zayn baik ku bakar tuh orang! Huh! Menyebalkan sekali. Sebelum pergi aku menulis kertas dan meninggalkannya di meja makan.

Zayn langsung menarik tanganku dengan kuat.

“pelan-pelan lah! Lo 1 langkah , gue 10 langkah tau? Lagian kasar banget sih jadi cowok!” gerutuku kesal. Dia makin menarikku kencang. Aku diseret-seret ehh. Jahat !! aku tersiksa whuaaaa!! Saat sampai di lift dia melepaskan pegangannya itu. Aku langsung mengelus elus tanganku yang lembut ini yang sudah berwarna merah ini. Ting! Zayn langsung menarik ku dan langsung mendorongku ke mobilnya. Awww ! kepala ku terbentur benda apa itu?? Keras sekali.. zayn mengangkat tasnya dan melemparkannya ke bagasi. Gila kasar banget nih cowok!

Selama di mobil, aku hanya memikirkan nasibku yang malang ini di London. Huh! Untung aku uda sering mengerjakan pekerjaan rumah gitu, jadi aku mungkin uda terbiasa. Tapi sama aja whuaaaaaaaaa…. Sial sial siaalll!!!! Tapi , Harry. this is all for you.

“Lo harus bener-bener jadi pembantu di rumah gue. Dan diluar sana lo harus bener-bener jadi pacar gue.” Katanya dingin. Aku langsung kerumahnya yang supergede anjirrrrr gede banget! gimana mau bersihin nih  malah dirumah cuman ada aku dan Zayn. Katanya bokap nyokap lagi pergi jadi dia tinggal disini sendiri. hmm, sebenarnya rumah ini sangat bagus. Dari jendela bisa melihat pemandangan yang indah. Ada taman.. ada kolam renang?

“Dan sebagai pembantu gue, gue mau lo ajarin gue berenang.!” Katanya kasar.

“itu kamar lo!” dia menunjukkan sebuah kamar. Aku langsung pergi dan omg , kamarnya sangat bagus sekali.

“baik banget lo. Makasih deh.” Kataku singkat.

Zayn’s POV

Huh! Cewek ini sungguh menyebalkan sekali! Aku tau aku kasar tapi dia sangat menyebalkan, uda dibantu bukannya nurutin permintaan orang. Aku langsung ke tepi kolam renang dan membuka baju celanaku, aku hanya memakai celana selutut untuk berenang. Aku menunggu Vena keluar. Lama sekali..

“VENAAA!!! CEPETAN!” teriakku. Dia datang…. Memakai tank top hitam dan hotpants kuning. Dia menatapku sinis, aku tak kalah sinisnya dengan dia. dia masuk ke kolam renang dan berenang ke arah ku.

“lo mau berenang gak sih? Lagian masa ga malu , uda gede gini gak bisa berenang..” sindirnya , aku langsung masuk ke kolam renang. Dia memegang tanganku, aku phobia air… aku memegang tangannya erat sangat sangat erat.

“lo mau belajar apa dulu?” tanyanya membawaku ketengah kolam renang.

“Berenang ke sana sini.” Jawabku. Dia menatapku kosong. Ah gila! bodoh gue! Ini kolam kan gede banget! lebih gede dari lapangan sepak bola eeeh! Bukan bukan, segede lapangan basket lah wkakakaka. Eh stop! Gue mau berenang.

Vena melepaskan tangannya dari peganganku. Dia mempraktikkan gaya berenang nya kepadaku. Tiba-tiba kakiku kram. Aku tenggelam…… dan pingsan.

……………………………………

Aku merasakan bibirku hangat, aku terbatuk-batuk dan mengeluarkan air. Vena… apakah dia?

“jangan berpikir macam-macam.” Ujarnya sinis. Dan langsung balik ke kamarnya. Ugh! Menyebalkan! Untung aku belum mati duluan !

Aku bangkit dan segera mandi bebek. Setelah itu aku tetap tidak memakai baju, hanya celana selutut. Ini kebiasaanku di rumah. Saat ku turun , makanan sudah tertata rapi di meja. Harum! Aku langsung menyantapnya, dari sini aku dapat melihat vena sedang membereskan rumah. Dia tidak tampak marah atau apa. Dia tampak …. Senang? Dia bersenandung sambil mengepel? Cewek ini ternyata bukan hanya stress.. melainkan sangat STREESSS!!

“Apa lo lihat lihat? Genit banget.” ujarnya dingin. Aku tersentak dan menatapnya dengan tajam. Dia kembali mengerjakan tugasnya itu.

“bulu kuduk gue copot semua tau ga? Gara-gara ngelihat lo gak pakai baju lalu tatoo lo yang berjibun itu! Sok cool banget sih! Itu tato kata-kata agama lo, lo tatoin! Gak sopan tau?!” katanya sok perhatian. Huh! Dasar sok tau! Memang dasar asian girl!

“Gak usah sok pengertian deh lo.” Jawabku.

“eh lo kali yang nyari masalah duluan!”

“gue?! Lo kali ! jadi orang nyebelin banget!”

“lo ga nyadar ya? Lo yang nyebelin tau!”

“LO ! LO DAN SEMUA ITU LO!” jawabku sinis dan beranjak dari tempat makan.

Vena’s POV

Salah siapa sih? Dia yang ngajak jadi pacar pura-pura ku huh!

“buruan ganti baju lo! Sandiwara uda mau dimulai!” kata Zayn sinis. Aku langsung pergi ke kamarku dan mengganti baju panjang-panjang , yah kalian tau kan lagi salju gitu loh.

“Kita bakalan dinner barang besties lo dan da boys. Yang bawa pasangan cuman gue , harry , lou. Yang lain gak. Jadi lo harus bisa ber-ak-ting!” ujarnya. Aku hanya mengejeknya dengan suaraku yang kecil. Menyebalkan! Masa aku ketemuan sama besties ku tapi gak ngomong sama mereka? jahat!

Saat direstoran. Aku sudah dapat melihat bestiesku melambaikan tangan. Wajah mereka berbinar-binar melihatku berjalan bergandengan dengan zayn. Saat pintu masuk restoran, zayn mencium pipiku. Itu hanya akting! Akting yang sangat menjijikkan! Huh dia mencari kesempatan dalam kesempitan!

“Hai,,” sapa zayn ke mereka , aku hanya menundukkan kepalaku karena malu. Tiba-tiba zayn mengangkat wajahku dan menatapku dalam-dalam. Aku hanya menatapnya kosong. UGH!!! JELEK KAU JELEK KAUUU!!!!!!!!! GUE BENCI LO LOLO ZAYN!! BIKIN ORANG MALU AJA! HUH!

“sayang, kamu kenapa? Duduk yuk.” Kata zayn ‘sok’ manis dan menolongku duduk di kursi. Please deh! Emangnya aku nenek-nenek yang uda umur 80 tahun gitu? Saat duduk, aku melihat bestiesku senyum senyum sambil gosipin … AKU! Yeah pasti aku! Dan harry… pasangannya mana?

“Eh, Harry,,,lo sama siapa?” tanya Zayn tiba-tiba. Harry yang dari-tadi menatap kedepan langsung tersenyum miring.

TO BE CONTINUED

SARAN KRITIK DAN COMMENT YAAA THX XX :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar