Selasa, 22 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY


#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' CHEATED '
PART 8

@venacornelya
bitches @yoshesese @tivonn @rikangg @vellenw

enjoy ya :)
maaf gaje xx thx

...............................................


“aww…” ujarku memelas.

“Vena?!” teriak Zayn pura-pura panik. Aku tidak bisa menopang tubuhku sendiri jadi aku terbaring di lantai, keadaan setengah sadar gitu deh. Aku dapat merasakan tubuhku digendong Zayn ke sofa terdekat, dia mengambil es dan meletakkannya dihidungku.

“hey! Zayn, apa yang kau lakukan terhadap vena?” tanya Harry tiba-tiba saat melihatku terbaring di sofa.

“ah… tadi ku kira ada maling,” jawab Zayn. Hah? Aku di anggap maling? Dasar -,- ZAYN MENGERJAIKUU!!

“maaf ya vena..” ujar Zayn tapi tiba-tiba dia cekikian.. ini jebakan! Zayn awas kau! aku melihatnya sambil tersenyum tipis.

“kamu istirahat aja disini, biar aku sama zayn yang masak..” kata Harry, aku langsung bangkit dari sofa.

“aku mau ikut, pelit banget sih.” Ujarku sinis, lalu pergi ke arah dapur bersama mereka.

Okay, hmmmm… daritadi yang ngerjain cuman Harry sama Zayn doang tuh. Aku nya dikemanain?  aku sama sekali tidak tau apa yang mereka kerjakan. Jadi aku langsung meninggalkan mereka, aku bermain ke taman. Mengeluarkan camera ku dan memotret beberapa pemandangan. Tiba-tiba saat aku sedang memotret , sesosok manusia muncul di cameraku.

“WHOAAAA!” teriakku terkejut, saat aku melihatnya dengan jelas ternyata Louis. Dia langsung senyum jahil, aku menatapnya dengan amat amat amat amat amat kesal.

“Kau mau membuatku jantungan? Lalu mati? Kalau mati gak usah ngajak-ngajak dong!” gerutuku kesal. Dia menatapku aneh.

“heh? Siapa yang mau mati? Dan aku ada bilang kalau aku mati mau ajak kamu? Please,,,” ujarnya kasar. Aku cemberut melihatnya lalu dia tertawa terbahak-bahak.
“apa yang kau tertawakan? Lucu?” tanyaku sinis. Dia memberhentikan tawanya seketika tawanya meledak lagi.ugh! keterlaluan. Ku sumpel mulutnya dengan daun yang ada di taman ini, seketika dia batuk tiada henti-hentinya. Ini saat nya aku tertawa terlepas. Setelah berhenti terbatuk-batuk dia menatap ku dengan cemberut. Aku membalasnya dengan tatapan kemenangan.

“kau belum mandi ya? Iiii jorok…” ejekku yang berhasil membuat dia malu. Mukanya berubah sangat merah seperti kepiting rebus!

“sana mandiii!!” ujarku dengan gaya menutup hidung dengan kedua jariku. Dia menatapku kesal. Dia meninggalkanku di taman ini. Aku hanya senyum ngakak.

“kau memang jahil vena.” Kata seseorang tiba-tiba dengan suara yang familiar. Harry.

“biasa aja.” Ujarku singkat pura-pura menatap pemandangan.

“makanan sudah siap, kau mau makan bersamaku kan?” tanyanya sok tahu.

“jangan terlalu berharap harry. kata papiku jangan terlalu berharap, suatu saat nanti pasti akan kecewa.” Ujarku sok bijak. Dia menatapku dengan tatapan horor. Tapi ku biarkan saja, aku kembali ke ruang makan. Disitu baru ada aku sendiri, Harry lagi siap-siap, begitu juga dengan yang lain. Termasuk bestiesku, mereka sudah bangun. Tiba-tiba ada yang menarik kursi di sampingku, saat ku lihat ternyata Niall. Dia tersenyum ke arah ku, aku membalasnya.

“yang lain mana?” tanyaku ke dia, saat dia sedang duduk disampingku.

“mandi.” Ujarnya singkat.

“kok kamu cepat banget?” tanyaku.

“Lapar…” jawabnya cepat langsung mengambil makanan yang ada didepannya.

“hey.. tunggu yang lain dong!” ujarku kesal. Aku melemparkan kerupuk ke niall, dan ajaibnya dia menangkapnya dengan mulut dan berkata “twrimwkwshw vwnw..” aku mendongak melihatnya lalu ngakak sendiri.

“kau ini memang lah niall, kalau soal makanan pasti cepat.” Kataku langsung mengambil makanannya. Saat baru mengambilnya mereka SEMUA sudah datang. Aku pura-pura tidak menatap mereka, aku melanjutkan makanku.

Saat sedang asyik-asyiknya makan, Hape nya Harry berbunyi, dia mengangkatnya dan pergi ke taman. Aku menatapnya aneh, jadi ku putuskan saja mengikutinya.

“hey jelek kau mau kemana?” tanya Zayn. Aku hanya menatapnya kosong dan kembali mengikuti Harry.

“Iya, iya love you too babe taylorrrrrrr,.. muacch:*!” seru Harry saat berbicara di telepon. Ha…Harry? tiba-tiba Zayn menarik tanganku kuat dan aku dapat merasakan pelukan hangatnya. Aku menangis dalam keheningan. Zayn yang sudah tau ini pura-pura sedang berpacaran denganku, membuat Harry jealous kali? Harry teganya kau… kau memang pandai membuat wanita jatuh hati.

“Eh,, vena?” Ujar Harry kaget saat melihat aku dipeluk oleh Zayn.aku cepat-cepat menghapus air mataku dan berakting bahwa aku sedang berpacaran dengan Zayn.

“Sayang… uda siap belum peluknya?” tanyaku ke Zayn pura-pura. Zayn melepaskan pelukannya , dia menatapku mengerti dan tersenyum sangat manis. Harry melihat kami berdua dengan bingung. Harry, kau sungguh keterlaluan. Sangat keterlaluan. Harry langsung meninggalkan kami berdua.

Aku langsung menatap Zayn sinis. “ apaan sih peluk-peluk?!” tanyaku sinis. Dia melihatku tidak kalah sinisnya.

“LO..! uda dibantu bukannya bilang apa kek, malah marah-marah gak jelas. Ini gue kasih tau ke lo ya…” tiba-tiba omongan zayn terputus. Aku melihatnya heran.

Zayn’s POV

“Lo, jangan sekalipun kasih tau vena.. kalau gue masih berhubungan dengan Taylor.” Ujar Harry.

“lo mau permainin Vena ya? Kalo lo suka ya napa gak tinggalin salah satu dari mereka aja?” tanyaku heran.

“bukan urusan lo.” Kata Harry ketus. Aku menatapnya dengan sinis. Dia langsung kembali memasak masakannya.

……..

“LO..! uda dibantu bukannya bilang apa kek, malah marah-marah gak jelas. Ini gue kasih tau ke lo ya….”

“Apaa?!” ketus Vena.

“gpp.” Ujarku singkat. Langsung meninggalkan Vena, dia menarik tanganku. Aku menoleh dengan malas dan menatapnya dengan kesal.

“Lo.. Lo… gue tadi dengar pembicaraannya Harry. dia masih berhubungan dengan Taylor kan?” tanyanya langsung. Aku terkejut dengan pertanyaanya. Aku menatapnya kasihan.

“Lo dengar apa?” tanyaku singkat tapi tatapanku masih memberikan tatapan sinis.

“ ‘iya-iya love you too babe taylorrrr..’ “ ejeknya dengan suara cemprengnya.

“oh… taylor kan banyak! Ada taylor lautner juga kok!” kataku ngarang.

“Hah masa? Jadi Harry gay dong?” tanyanya tiba-tiba. Aku menepuk dahiku dengan kuat. Ini cewek dongo nya gak main!

“lo bilang?” tanyaku sinis. Dia hanya menatapku kesal.

“tadi, lo nyelamatin gue.. thanks.” Katanya singkat langsung pergi meninggalkanku. Ini cewek! Gue benci benciiii!!!!!!!! Ugh! Ngeselin aja kerjanya !

Aku kembali ke tempat makan , tapi tidak mendapatkan Vena duduk disitu. Baguslah, setidaknya tidak ada cewek gila disni yang mengganggu mood makanku.

Vena’s POV

Ugh! Harry jahat! Hebat kali bisa buat aku jatuh hati. Untung masih belum parah nih jatuh hatinya. Kalau uda parah, aku uda nangis darah dari tadi.

“vena..tadi kmu ngapain sama zayn?” tanya seseorang tiba-tiba. Harry lah siapa lagi ..

“emangnya napa?” tanyaku sinis. Dia menatapku dengan tatapan nya itu… aku langsung berpaling dari tatapannya. Tidak! Tidak akan ku biarkan Harry melukai hatiku lagi! Tidak akan…. Kalau disuruh milih palingan dia juga bakal milih taylor dari pada aku. Cantiknya 11/20 kali ya… huhuhuhu harry jahat banget sih…

“Lo napa?” tanyanya sok perhatian.

“Gue tau semuanya Harry! lo gak bisa bohongin gue lagi!” ketusku kuat , bahasaku berubah, aku sudah tidak memakai aku kamu lagi.. aku berubah?

“maksud kamu apa sih ven?” tanyanya bingung.

“Lo… lo masih sama Taylor kan?... lalu kenapa lo bikin gue jatuh hati ke lo..? “ tanyaku terbata-bata, tak sangka air mataku jatuh.

“Lo… beneran jahat Harry! lo jahat!” teriakku, Harry berusaha memelukku. Tapi aku menolaknya. Aku berjalan cepat ke arah ruang tamu dan mengambil tasku. I’m OUT! I hate ONE DIRECTION!

“vena?” Gumam Vellen. Aku tidak menoleh sama sekali. Aku berjalan keluar dari 1D base camp dan kembali ke hotel dengan taksi tentunya.

You said i’ll be your wife, but that’s all jokes right?! You’ve never say the truth! You’d lied ! you’re a liar Harry! so much hates for you!

Di hotel aku hanya menangis. Sambil menatap langit-langit. Aku berpikir ulang, moment indah itu hilang! Hilang ! ini semua hanya sandiwara Harry ! aku hanya pemeran ketiga dalam sandiwaranya ! harry… aku membencimu tapi disisi lain aku …. Mencintaimu.

‘tok tok tok’ suara pintu diketuk. Malas banget deh! Orang lagi asyik-asyiknya nangis juga. hah? Asyik-asyiknya nangis? Jangan bilang bahwa aku sedang menikmati saat yang tragis ini! Aaaaa apakah aku mulai gila?!!

“Si…..,” ternyata Zayn. Aku menatapnya sengak.

“ngapain lo datang ke sini? Gak penting ! sana pergi!” usirku aku menutup pintu tapi di tahan oleh kakinya.

“apalagi? Cepetan ngomong, gue gk ada waktu.” Ujarku bohong.

“gak ada waktu? “ tanyanya gak percaya.

“IYAA!! CEPETAN!!” ketusku.

“gue kasian banget ngelihat lo dipermainin sama Harry… jadi……”


to be continued ..

kritik saran dan comment jangan dilupakan ! :P thx xx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar