Sabtu, 19 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
PART 3

@VenaCornelya
para bitches : @vellenw @rikangg @tivonn @yoshesese

enjoy yaa xx :)
saran,kritik, commentnya pleasee :) xx thnx

......................................................................................


Part 3

Day 2 in London.

Pagi-pagi aja uda dibikin kesal sama para bitches itu, aku masak sarapan mereka habiskan semuanya, aku hanya minum susu. Mandi aku paling terakhir, saking licinnya tuh lantai aku kepeleset, and guess what? Mereka sama sekali gak peduli, malah suruh aku cepat-cepat mandi dan pergi jalan-jalan.

Vellen       : woi cepat la mandinya , lagi beranak ya ?
Vena         : sabar la eek ! tadi kau mandi lama-lama boleh, aku mandi agak lama sikit kena marah!!!
Tivonli       : ya makanya cepetannnn

Tuh kan? Nyesek gak? -_- setelah mandi aku menyisir dan menguncir rambut ku. Aku memakai jepit untuk menjepit poniku, aku hanya pakai baju lengan panjang hitam yang bertulis kan ‘STANDING OVATION’ berwarna putih, aku memakai celana panjang warna putih, memakai kaos kaki dibawa mata kaki dan memakai sepatu converse berwarna putih. London masih hujan salju, jadi keadaan sangat dingin sekali.Sip! Simple. Aku mengambil tas gendong ku yang berwarna coklat, isinya iphone, bb, camera canon 600D, Ipad, air minum,dompet, topi dan eh jangan lupa Tissue. Sip sip, selesai sudah.

Mereka sudah menunggu ku di lobby hotel. Aku masih di kamar mengecek apakah ada yang ketinggalan? aku melihat ke seluruh penjuru kamar superior yang besar ini……… nah eh tas harry ? aku membuka tasnya, isinya ada iphone dan laptop. Aku membuka iphonenya, banyak sms dari zayn, louis,liam dan niall. Aku membuka nya satu-satu, mereka meminta mengembalikan tas ini. Aku membalas sms nya ‘ get it by your self , my hotel at 10pm. Just ask harry where is my hotel is.’ Aku langsung meletakkan iphonenya harry di tasku. Aku segera keluar dari kamar hotel dan menguncinya.cepat-cepat aku turun ke lantai G.

Vellen       : nah tuh si pena! Ayo cepetan!
Vena         : wow gitu

Aku langsung berlari ke arah mobil limousine yang mewah ini, whahaha aku yang masuk duluan. kami berjalan – jalan ke mall yang paling menarik di London, ntah apalah namanya, aku hanya meminta supir untuk mengantarkan kami ke tempat shopping yang terkenal, kata pak supirnya itu mall terkenal semuanya serba mahal. aku hanya mengiyakannya saja.

Erika          : aje gilaaa!! Keren banget nih mall. Borong ah borong ~
Yoshe        : borong ahhhh wohooo
Vellen       : asyik ada jam tangan BONIA yang model baruu
Tivonli       : gilaa! Gaun ini adalah gaun yang termahal sepanjang masaaa beli aah
Vena         : yea what ever la, ntar kalau ada kita yang terpisah tunggu aja ya di pintu masuk sini.
Erika yoshe vellen tivonli : oke bos!

Yoyoy, kami langsung berjalan ke sana kemari membeli barang untuk imlek. Hehe, sambil membeli barang kami berfoto-foto dengan kamera ku. Setelah borong beberapa toko, kami memutuskan untuk makan di restoran.

Vena         : aku kebelet nih, botol minumku aja uda habis. Ayolah temanin vellen..
Vellen       : toilet cuman di situ aja kok..
Vena         : halah bilang aja gak mau temanin, huh!

Aku langsung bergegas pergi ke toilet, aku pusing… mana toilet nya yaampun ._. aku berjalan dengan cepat tanpa sadar aku menabrak seseorang.

“umhh, sorry miss!” ujarku langsung.

“miss?” tanya nya. Eh eh suaranya suara cowok yang familiar. aduh mati aku masa panggilnya miss ._.

“I mean sir.” Ujarku lagi gak nyambung.

“sir? I’m still young.”  Ujarnya loso. Dia memakai kacamata hitam, topi dan baju panjang. Aku melihatnya dengan aneh, ini mau shopping atau mau nyelundupin narkoba? -_-

“yeaa, what ever. I’m sorry.” Aku langsung berjalan kedepan , nah tuh ada toilet… yeay yeay wuhuu. Aku berjalan ke arah toilet itu. Umh, aku merasa sangat tidak nyaman, orang tadi mengikuti ku terus. Aku berhenti dia berhenti, aku menhadap kebelakang.

“why you’re following me?” tanyaku sinis.

“what? I’m following you? I wanna go to the toilet!” ujarnya kesal. Aku langsung menghadap ke depan lagi aku langsung berlari ke toilet.. aaaaa legaa.. whahahaha. Aku mencuci tangan dan langsung keluar dari toilet. Saat aku keluar dari toilet, cowok tadi juga pas-pasan keluar juga. aku hanya menatapnya kesal. Aku memasuki restoran, dia juga memasuki restoran. Dan yang paling nyesek dia duduk di depan meja ku. Dia duduk dengan keempat cowok lainnya yang menurutku sangat familiar, tetapi outfit mereka sangat aneh. Seperti yang kubilang, kaya mau nyelundupin narkoba aja. Dan oh iya! Kan gak sembarang orang boleh masuk ke restoran ini? Ini restoran bintang 5 man. Jangan – jangan mereka  main pelet peletan .. ihh mengerikan.

Vellen       : woi bengong aja lo
Vena         : wow gitu?
Vellen       : tuh makanan km uda datang, mau dimakan gak sih? Gk mau sni kasi aku aja.
Yoshe        : kasih aku aja
Erika          :gak usah, kasih aku aja deh
Tivonli       : lebih adil kasih aku

Aku cepat-cepat memakan ice cream ku. Aku makan sambil menunjukkan expresi yang bikin mereka ngiler, wkakakak. Aku memakan ice cream banana split, mereka makan steak lah, pizza lah, apa lah ._. sumpah nih meja uda gak cukup lagi buat nampung tempat makan mereka. mungkin mereka lapar kali ya? Wakakak.

Aku kembali menatap lurus kedepan. Pikiranku sedang menuju kejadian kemaren, saat dimana aku bertemu zayn styles.. eh harry styles, nyangkut di lift yang sama sekali gak nyangkut, menatap matanya, muka dia dan mukaku hanya berjarak 4 cm… aku senyum senyum sendiri.

Vellen       : WOIII! Senyum senyum sendiri. Gila?

Aku menatapnya dengan kesal, dia kembali memakan makanannya yang tampak mengerikan itu. Aku menatap 5 orang tadi, yang kaca mata hitam dan yang memakai topi sedang membisikkan sesuatu ke temannya yang satu itu. Dan mereka berlima langsung menatap aku. Whaat the hell?! Mengerikan wooo mngerikan .. kalau ntar aku diculik gimana??????!!! Uda udahh.. buang pikiran negatip jauh jauh. Aku membuka iphonenya harry dan omg, banyak sekali sms , mention , missed call -_-

Vellen       : iphone siapa tu? Baru beli?
Tanyanya tapi langsung kembali memakan eskrim yang barusan dia pesan.
Vena         : uda gak usa loso, makan aja, makan gk boleh ngomong.
Ujarku sok bijak, vellen menatapku dengan tatapan horor. Begitu juga dengan erika, tivonli dan yoshe.

Sudah jam 9.30 pm. Aku dan yang lain segera membayar bill dan gilaaaa! Makannya sampe 1000 dollar?! Huh geram dehhh, dari 1000 dollar, aku hanya memakai 30 dollar ._. dasar kampret kampret. Mereka masih gak mau pulang, yauda aku bilang kemereka aku balik hotel dulu.

Vellen       :we, ikut kita aja shopping.
Erika          : iya, daripada ntar bosan di hotel sendirian.
Yoshe        : capek ya? Pulang loh
Vena         : iya aku pulang dlu ya. Bye.
Vellen       : get rest lah my lovely cousin, mungkin kita pulang jam 1 am gitu ya , or maybe 1 am lewat gitu.

Aku hanya menganggukkan kepala, terserah mereka mau jam berapa pulang. Aku tidak naik limousine, itu untuk mereka. jadi aku memutuskan untuk naik taksi saja. Saat aku ingin berjalan ke arah luar mall , ada yang menepuk pundakku, aku menghadap kebelakang dengan malas.

Vena         : huh?
                 : wanna go back with me?
Vena         : sorry, I don’t even know you.

Itu orang tadi yang aku temuin di restoran. Mengerikann whohhhhh…  aku langsung berjalan dengan cepat mencari taksi, tapi mengapa belum adaaaa?

….               : please..
Vena         : who are you??
…..              : I explain it later.
Katanya langsung menarikku ke tempat parkir dan memasuki mobilnya, sudah terdapat 4 orang disitu, tapi gktau siapa deh. Mereka sedang membuka buka accesoris mereka. aku bertanya-tanya, siapakah mereka? sudah kusiapkan sisirku untuk kupukulkan kekepala mereka kalau berani mengancam ku. Dan ohhhhhhhhhh…. Mereka mereka….

Vena         : youu…. !!

to be continued ... :) xx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar