Senin, 21 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
'IS THIS THE END?'
PART 6

@VenaCornelya
bitches : @yoshesese @vellenw @tivonn @rikangg

enjoy yaa :) xx
sorry kalau gaje :P

........................................................................................................


Vellen       : hey vena, sudah baikan?
Vena         : yeeah..

Aku pingsan? Yeah aku pingsan, aku baru pertama kali pingsan, dan rasanya WOAAH! Aku sekarang sudah berada di hotel. Disini ada daboys, dan ma besties.

Harry         : hey , vena..
Vena         : hey..

Aku menyapa sapaan mereka dengan suara ku yang masih lemah. Aku tidak tau mengapa aku bisa pingsan, umh mungkin aja kecapean kali ya. Haha. (mulai sekarang bahasa inggrisnya di jadiin indonesia)

“Ini, minum dulu.” Harry memberiku sebotol air putih , aku meneguknya hingga habis.
“wow vena.” Ujar harry sambil nyengir. Aku hanya membalas senyumannya dengan senyuman tipisku.

Aku bangkit dari tempat tidur, Harry membantuku duduk. Dia menyuapi aku bubur buatannya. Aku sedang tidak ingin makan. Tetapi harry memaksaku.

“ayolah vena, nanti kamu sakit.” Ujar Harry. Aku menatapnya dengan kesal. Aku ingin merebut bubur itu dari tangannya harry supaya aku bisa makan sendiri.
“aku aja yang suapin.” Harry senyum bandel. aku membuka mulutku , dia menyuapi ku selayak anak bayi.

Jepret jepret jepret. WHAT?! Mereka mengfoto aku dan Harry. Dengan kamera hape mereka masing-masing. Woaaaah , matilah riwayatku. Baru bangun dari pingsan uda dibikin kesal sama mereka. huh!

“apa yang kalian lakukan? Hapus!” ujarku kuat. Mereka hanya menjulurkan lidah, aku menatap mereka dengan tatapan sinis.
“post ah di twitter, ow yeah! Tweeted!” kata Louis dengan centilnya.
“Harry, kau tidak mau memarahi mereka? mau jadi apa aku kalau nanti orang tau ?” tanyaku sambil menatap harry dengan tampang-sok-kasian.
“don’t give me that look.” Ujar harry sambil tersenyum.
“what? You like it huh?” godaku.
“no…”
“yeah, you like it.” Potong ku sambil tersenyum bandel. Harry senyum lepas, lesung pipitnya, yaampung ganteng banget.

Tak terasa bubur yang kumakan tadi uda habis semua. Thanks to harry! Tenagaku menjadi pulih kembali. Aku bisa berdiri, dan berlari. Woah, really thanks to harry. Aku langsung memeluk harry erat. Aku terlepas kendali. Dia memelukku balik. Aku cepat-cepat melepaskannya.

“I’m sorry.” Ujarku singkat
“no problem vena. Btw, besok mau jalan-jalan? Ajak bestiesmu juga.” tanya Harry.
“mau kemana?” tanyaku bingung.
“jalan-jalan, besok daboys bakalan jemput. Dan kebetulan mereka lagi tidak ada acara apa-apa besok.” Ujar Harry.
“um, okay.” Jawabku.

Jam sudah menunjukkan 12 malam. Daboys sudah mau pulang.

“take care.” Ujar harry langsung mengecup keningku.
“thanks.” Aku langsung mencium pipinya, aku menutup pintu. Aku tidak mau dia melihat aku sedang blushing.

“CIEEEE!” ejek bestiesku.
“apaan sih?” tanyaku jengkel.
“PJ Ditunggu!!” goda Yoshe. Aku menatap mereka dengan kesal. Aku cepat-cepat tidur di sofa ._. menarik selimutku.

Angin sore meniup rambutku yang tegerai. Aku hirup udara itu dengan senang. Aku berlari lari dipantai dengan seseorang. Dia mengejarku. Tiba-tiba tanganku ditarik, dan aku jatuh dipelukannya yang hangat itu. Mukanya buram , yeah. dia mencium pipiku dan berbisik.

“babe..”
“yeah?”
“I love you so much!” bisiknya.
“ I love you too babe….” Ujarku.
“will you still love me in the morning?” tanyanya.
“now and forever.” Jawabku. Kami duduk diatas pasir, menonton matahari yang sedang terbenam. Indah, sungguh indah.

“HEYY BANGUN BITCCCHH!!!” teriak Yoshe menguncang-guncangkan tubuhku dengan kuat.
“apa sihhH?” tanyaku malas.
“ini jam 10 woi!! Kami uda siap-siap,kamu masih belum. Cepetan mandi!” aku menatap yoshe dengan kesal. Aku langsung kekamar mandi. Dan mengganti pakaian biasa. Lengan panjang. Celana panjang dan sepatu converse. Aku meyisir rambutku yang tergerai itu dan menjepit poniku yang lebih dari daguku dengan jepit pinkie kesayangannku.dan tidak lupa tasku.

“mau kemana?” tanya tivonli
“basecamp aja yuk.” Ajak erika.
“yuk.” Jawab vellen menyetujui mereka. aku hanya bisa menguap lebih dari 20x di dalam mobil. Sungguh, aku capek. Mimpi apa aku semalam? Mengapa begitu mirip dengan mimpi yang satunya lagi? Sungguh mimpi yang indah.

“HEY GUURLSS! C’MON !” ajak Louis sambil tersenyum jahil. Aku memasuki ruangan itu dengan malas.
“eh, pas banget kalian datang, aku uda siapin makanan.” Ujar Harry. Makanan yang dimasak nya sangat wangi.

Kami langsung duduk didepan meja yang makanan nya sudah tertata rapi. Aku mengambilnya satu satu. Setelah makan aku membantu Harry mencuci piringnya. Tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Harry?

“lepaskan. Aku sedang mencuci piring, tidakkah kau melihat?” tanyaku datar. Harry langsung kembali mencuci piring, aku meliriknya , dia sedang senyam senyum sendiri. ihh gila. mengerikan.

“sooo, uda siap mau jalan-jalan?” tanya Harry saat dia sudah selesai mandi. Penampilannya… xtraordinary! Kami semua menganggukkan kepala. Ternyata kami mau ke London Eye. Sungguh ini tempat menakjubkan yang pernah kukunjungi. Tempat ini sangat spesial, apa lagi aku datang bersama orang yang selalu disampingku. Yeaah, youknowwhatimean.

“amazing…” gumamku pelan.
“yeaah… ini tempat pertama kali aku dan taylor jadian.tapi ini semua tinggalah kenangan,” Ujar Harry. Aku yang mendengarnya tiba-tiba telingaku menjadi panas. Apakah ini cemburu buta?nooo it can’t be !
“Vena…., kamu tau rasanya jatuh cinta kepada seseorang yang tak terduga itu?” tanya Harry tiba-tiba. Jantungku berdegub kencang. Aku hanya terdiam mendengar pertanyaan itu.
“tidak,” jawabku singkat.
“rasanya seperti, sulit dijelaskan. Saat aku bersama taylor, itu sungguh bukan cinta. Aku dapat merasakannya, itu bukan cinta. Itu cinta yang kupaksakan. Cinta kalau dipaksakan itu namanya bukan cinta. Cinta datang dengan sendirinya baru dinamakan cinta.” Ujar Harry. Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda mengerti.

Yep, aku dan Harry sedang jalan berduaan. Besties ku bersama daboys. Aku ditinggalin berdua sama Harry si jahil ini… whuaa. Jantungku selalu berdegub kencang ketika aku bersama Harry. Serasa jantungku mau copot keluar.

“dan, aku sedang jalan-jalan bersama orang tak terduga sekarang. Mungkin dia akan menjadi milikku.” Ujar Harry. Aku terkejut dengan perkataannya barusan, apa yang dia maksud?

“ap.. apa maksudmu?” tanyaku gugup.

“tidak-tidak. Hey lihat lampu itu!” ujar harry sambil menunjuk ke arah lampu yang sangat indah itu.

“itu sangat indah , Harry.!” Ujarku tersenyum lepas.

Harry’s POV

“itu sangat indah , Harry.!” Ujar vena tersenyum lepas. Oh god! Senyumannya sangat indah. Yaampun vena, please jangan buat jantungku copot keluar..

“i…iyaa,” jawabku gugup melihat senyumannya.

“kamu tidak apa apa harry?” tanyanya sambil menatapku heran.aku hanya memberikan senyumku. Aku tidak pernah merasa sesenang ini!

“umm... vena, will you be my girl friend?” tanyaku spontan.

“Apa?” tanyanya mendongak.

“no..nothing..” jawabku gugup.

“repeat it again,pleasee..” rayu vena sambil memberikan tatapan-sok-memohonnya itu yang membuatku meleleh.

“VENAAAA! WILL YOU BE MY GIRL FRIEND?” teriakku dengan kuat. Vena hanya tersenyum dan berlari menjauh, aku mengejarnya, yeps, aku menarik tangannya. dia jatuh di pelukanku.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Aku merasakan bibirnya yang hangat itu. Kami berciuman selama 2 menit. Dia melepaskannya dan menatapku kesal.

“kenapa?” tanyaku heran.
“kau mencuri first kiss ku!” ujarnya.
“well, bukankah itu keberuntungan buat kamu?” godaku.
“mr. Styles, aku hukum kamu karena telah mencuri ciuman pertamaku.” Ujarnya. Dia menggigit hidungku pelan , dan berjalan meninggalkanku. Aku berdiam di tempat, aku tersenyum sendiri. aku segera mengejar vena.
“jadi, jawabannya?” tanyaku lagi.
“jawaban apa?” tanyanya polos, dan memasang tampang seolah tidak terjadi apa-apa.
“itu loh.. masa uda lupa? Barusan saja aku menanyakannya 3 menit yg lalu!” ujarku kesal sambil mendecak.
“kamu bilang?” tanya vena balik sambil berkacak pinggang.
“maksudmu? Iyaa?!” tanyaku girang, dia hanya tersenyum lepas. Aku langsung memeluknya kuat.
“okay.. harry, aku ti…dak…bi..bi..ssaa … naa….faas..” suaranya serak, aku langsung melepaskan pelukanku dan nyengir.
“kau mau membuatku mati ya mr.styles?” tanyanya kesal.
“kau ingin aku membuat mu mati?” tanyaku langsung mengecup bibirnya yang berlangsung lama dari yang pertama kali.

Vena’s POV

Aku berciuman? Sungguh, aku berciuman dengan seorang MR.STYLES. aku sangat beruntung, yeah first kiss ku di curi oleh harry.

“CIEEEE!!” goda teman-temanku. Cepat cepat aku melepaskan ciuman itu. Aku malu. Yeah. sangat malu.

*2months later*

Hari ke hari ku lewatkan di London. Tapi kondisiku semakin memburuk dari biasanya, aku sering mimisan dan pingsan. Sampai akhirnya ku putuskan untuk memeriksa diri ke Dokter. Dan yang paling tidak bisa kupercaya adalah, aku menderita kanker otak. Hidupku tak mungkin bisa bertahan lama lagi. Aku terus menyembunyikan masalah ini dari besties ku dan daboys. Termasuk Harry.

Aku menulis di secarik kertas untuk keluargaku,sahabatku dan Harry. Mungkin akan kuberikan kepada mereka saat aku sudah tiada nanti. Aku selalu menyimpannya ditas.

Hari ini aku akan diajak Harry ke Pantai bersama yang lain. Pantainya sangat indah. Aku bercanda bersama mereka semua, aku menelepon orang tuaku. Aku takut hari ini mungkin hari terakhirku bersama mereka. akan ku pergunakan hari ini dengan sebaik- baiknya.

Harry’s POV

Aku dan Vena duduk di atas pasir putih ini yang sangat indah, aku merangkulnya dan kepalanya tertidur dibahuku. This is the best moment ever! Terima kasih tuhan. Aku janji tidak akan pernah melepaskannya, aku janji akan mencintainya dengan sepenuh hati. Aku memainkan gitar untuknya, menyanyikan lagu Last First Kiss sambil menghayatinya, vena menangis. Vena berdiri dan berlari pelan, aku mengejarnya. Aku menarik tangannya. dia jatuh dipelukanku.

“Harry, jika suatu hari aku sudah tidak ada disini, kamu berjanji ya satu hal kepadaku.. carilah wanita yang bisa mencintai mu dengan baik, jagalah dia dengan baik. Perhatiannya kasih ke dia semua. Family comes first.” Ujar Vena yang membuatku terkejut.

“kok kamu ngomong begitu?” tanyaku tidak percaya. Tiba-tiba hidung Vena mengeluarkan darah. Aku cepat-cepat memanggil sahabat dan aku mengecup keningnya Vena. Aku menangis. TUHANN JANGAN KAU AMBIL DIA DARI DIRIKU YA TUHANN! AKU MEMOHON KEPADAMU. AKU MEMOHON KEPADAMU YATUHAN! BERIKANLAH AKU KESEMPATAN UNTUK MENCINTAINYA. AKU JANJI AKAN MEMBERIKAN SEMUA PERHATIANKU KEPADANYA.

“VENA? VENA?” teriak sahabat-sahabat. Vena hanya tersenyum pucat. Vena mengeluarkan secarik kertas.

“kamu buka surat ini, ini untuk kamu. Ini untuk keluargaku dan ini untuk kalian sahabatku J” kata vena.

“har…ry, will you still love me in the morning?” tanya Vena, airmataku jatuh deras membasahi mataku.

“shh.. don’t cry babe..” ujar Vena pelan sambil membersihkan airmataku dengan jempolnya.

“yes, babe…. No..w and forever.” Jawab ku langsung mengecup bibirnya , ciuman itu berlangsung selama 1 menit dan dia menghembuskan nafas terakhirnya.. dia tidak merespon ciuman ku. Aku mengguncangkan tubuhnya dengan kuat. Memanggil manggil namanya dengan kuat.

“VENAAA! JANGAN TINGGALIN AKU VENA! AKU MEMBUTUHKANMU…..” ujarku kuat sambil menangis. Louis memelukku begitu juga yang lain mereka menangis dan mencoba menangkan ku…

Kami sudah sampai dirumah sakit. Dokter sedang berusaha membantu. Aku membuka surat yang diberikan vena tadi. Sahabatnya juga. keluarga akan kuberikan besok saat mereka sudah datang.

‘Harry, hi. Aku sudah tidak ada lagi ya?huh, aku sungguh minta maaf ya Harry. aku sungguh sungguh minta maaf. Aku tidak bisa disampingmu untuk selamanya. Aku tidak diberikan waktu yang cukup untuk menemanimu. Aku tau suatu saat nanti kamu pasti dapat mencintai orang lain dengan sepenuh hatimu. Saat suatu hari nanti, kamu akan menjadi papa Harry, dimana cerita cintamu kamu ceritakan ke anak-anakmu. Aku sungguh menantikan hal itu terjadi, kamu juga kan harry? nah.. kamu janji ya, saat kamu membaca surat ini.. kamu jangan nangis. Aku masih melihatmu loh diatas sana. Satu hal yang kamu harus ketahui harry…. I love you.

Will you still love me in the morning?’

Vena Cornelya

“now and forever vena..” gumamku pelan sambil menangis deras.. tuhan mengapa kau tidak memberikan aku kesempatan sekali lagi? Aku mohon tuhan…

Vena’s POV

“TIDAK! JANGAN MENARIKKU!” TERIAKKU MELAWAN ORANG BERBAJU SERBAH HITAM. Tiba-tiba suatu cahaya terang muncul………………………………………………..is this the end?

to be continued ...

saran kritik dan comment nya! jangan dilupain :P xx thx 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar