LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' steal by zayn '
PART 14
@venacornelya
bitches @yoshesese @tivonn @rikangg @vellenw
enjoy ya :)
maaf gaje xx thx
...............................................
Vena’s POV
Aku terbangun, dan mendapatkan diriku di hotel jepang.
“Ah ternyata lo uda bangun.” Kata seseorang , Harry.
“What happened?” tanyaku bingung.
“Lo pingsan waktu hujan. Jadi gue bawa lo ke sini.” Kata Harry.
Ternyata, mimpi lagi mimpi lagi! Mimpi kek yang indah, kayak mimpi
nikah sama Zayn terus dibeliin ferari ._. ini malah mimpinya si zayn sama si
perrie :s , ya kalau gak mimpi ketemu phineas and ferb uda bagus man.
“Thanks ya.” kataku ke Harry.
“No problem. Gue pergi dlu ye.”
“eh, mana bestiesku?”
“pergi shopping mbooo.,..”
“hah shopping? Sekarang jam berapa?
“12 siang.”
“loh….”
“Lo pingsan 2 hari Vena.”
“APAAAAAAA?” tanyaku dengan mulut selebar Hipopotamus sedang menguap.
“Gak lah, tadi malam pingsannya kok.” Kata Harry dengan muka polos. Sialan
, ngerjain orang aja kerjanya.
“ooh..”
“gue pergi ye.” Kata Harry pergi dari kamarku. Menyendiri lagi. Mimpi apa
aku tadi malam? Pokoknya mimpi aneh , sangat aneh dan menyebalkan.
Aku capcus ke kamar mandi , mandi mandi gosok gigi shampo shampo sabun
sabun…… byurr byar byurr byar… woo segarnya. Life’s
goooooooooooooooooooooooooooood yoyyyy ! setelah keluar dari kamar mandi. Aku capcus
keluar hotel untuk mencari makan. Saat keluar dari kamar, bertemu dengan dia,
vincent. Apa yang dia lakuka disini?
“Hai.” Sapanya tersenyum.
“Hai juga.””
“Mau pergi makan gk? Lapar nih.” Ajaknya.
“o..okay.” jawabku ragu.
Aku menaiki mobil Vincent. Suasana sangat canggung. Tapi pasti lebih
canggung ketemuan sama pocong. Kalau ketemuan sama pocong , uda pasti canggung
keringat dingin tuh, mencret di celana duluan. aku tak bisa membayangkan diriku
mencret di depan vincent -_-
Mobil berhenti di depan Restoran mewah. Aku turun, dan masuk bersama
Vincent. Kami memilih meja paling pojok. Setelah memesan makanan, kami
lagi-lagi diam. Sumpah, serasa lagi di kuburan aja.
“Jones gak ikut yah?” tanyaku membuka mulut.
“gak, dia jalan bareng pacarnya.” Katanya.
“ooh. Kamu?” tanyaku santai.
“Pacar? Kebanyakan.” Jawabnya mantap. Aku melotot. Dia tertawa.
“hahaha, gaklah. Gue gak ada pacar.” Katanya santai. Ih , kasian beud. Ganteng-ganteng
gak ada pacar.
“Serius?” tanyaku
“Lo mau jadi pacar gue ya?” tanyanya ngasal. Aku menatapnya kesal.
“gue gak bilang yah…” kata ku. dulu aku pasti loncat ke luar angkasa
pakai kolor superman kalau di tanya gitu sama vincent. Dulu.
“Hahaha, bercanda.” Katanya. Suasana lagi-lagi awkward. Tiba-tiba ada
gerombolan datang, ternyata bestiesku.
“Hai!” kata Yoshe.
“Eh! Hai!” kataku.
“Join boleh?” tanya mereka.
“boleh boleh!” kataku.
“Eh , ven. Siapa nih cowok? Kenalin dongg..” ujar Yoshe genit. Kwkwkw
“Vincent.”
“Vincent ? yang dulu,…..” aku mencubit pahanya. Dia diam sebentar, lalu
memasang muka innocentnya. Tiba-tiba datang Zayn dengan muka garangnya.
“Eh zayn. Lo ngapain?” tanyaku bingung.
“Gue kan pacar lo. Ya pasti mau ketemuan sama lo dong.” Kata zayn
jutek. Aku menatapnya dengan muka datar. Tetapi di dalamnya seperti ‘ANJIR LO
ZAYN! GUE BUNUH LO PAKAI LADA HITAM NIH YA! UHHHHGGGG!!!!’
Tiba-tiba zayn menarik tanganku. Aku hanya mengikutinya , tiba tiba aku
ditarik kembali sama vincent. Tiba-tiba mereka berdua saling melotot.
“ngapain lo?” tanya Zayn sinis.
“Hey man, santai ! gue sama vena lagi makan siang.” Kata Vincent.
“so? Gue kan pacarnya.” Kata Zayn.
“Pacar?” tanya Vincent dengan nada meledek. Tiba-tiba zayn mengepal
tanganya. Aku mencubit tangannya. dia menatapku dengan tatapan kesal.
“Baru jadian uda belagu man lo!” kata Vincent panas-panasin.
‘BUK!’ satu tonjokan mendarat di pipi Vincent. Dengan cepat Vincent
menonjok balek muka Zayn. Aku hanya menatap mereka berantam. Aku harus
cepat-cepat menghentikan nya…. Seketika aku tertawa terbahak-bahak.
“HAHAHAHAHAAHAH……..” tawaku lepas. Seketika mereka berhenti berantam
menatapku bingung.
“lo ketawa apaan?” tanya Vincent kesal.
“gak kok.” Kataku menahan tawa bohong ku dan memasang muka innocent. Pengunjung
restoran kemudian bertepuk tangan ada yang tertawa, sedangkan bestiesku hanya
tertawa gak jelas. Aku menaikkan alis mataku. Dan menurunkannya, menaikkannya
dan menurunkannya sebanyak 10 kali yang menurutku sangat lucu pastinya, tapi
nyatanya lebih mirip manusia lagi baca jambi-jambi biar bisa berubah jadi
monyet kebanyakan kutu.
“Vena, kayaknya lo salah deh.” Kata Erika.
“Hah salah?” tanyaku bingung.
“kalau di tepuk tangan, seharusnya nunduk dan bilang terimakasih. Tapi lo
malah melakukan ritual monyet buat nyari kutu dengan menaikkan dan menurunkan
alis mata sebanyak 10 kali.” Erike mendecak. Apaan dah -_-v
“Keluar yuk.” Kataku mengajak mereka. mereka keluar. Seketika blitz
menghantam kami. Tetapi mereka tampak biasa-biasa aja.
“Zayn, apakah benar kamu memiliki pacar bernama Vena?” tanya seseorang
wartawan ke Zayn. Zayn langsung menarikku dan merangkulku.
“Benar sekali.” Kata Zayn senyum-senyum ke aku yang membuat bulu
kudukku bergidik ngeri, senyumannya sangat mengerikan.
“Apakah mereka teman kamu vena?” tanya seorang wartawan.
“nope. They’re my bitches!” kataku senyum gigi.
Sesampai di hotel....
“Kami mau shopping lagi loh. Sekarang baru jam 1 siang.” Kata Tivonli.
“Sana , pergi.” Kataku.
“Bye!” kata mereka. dasar tukang boros.
Tiba-tiba zayn masuk ke kamar. Berjalan ke arahku.
“Lo ngapain disini!!!!!” teriakku loncat di atas kasur dan menunjuk ke
arahnya seperti gaya the changcuters gitu deh.
“Gue kan mau disini bareng pacar gue! Gak bole?” tanyanya genit. Aku hanya
mentapnya sengit. Dia duduk di kasur. Aku duduk disebelahnya. Suasana sunyi.
“Uhm….” Gumam zayn.
“apa?” tanyaku jutek.
“jutek banget sih lo!” kata
Zayn.
“Lo mau ngomong apa sayang?” godaku. Tiba-tiba zayn menatapku
lekat-lekat dan mendekatkan mukanya ke mukaku.
“eeh ! zayn gue bercanda man.... jangan cium gue!” kataku menjauhkan
mukaku dari mukanya. dia tersenyum miring. Mukanya mendekat-dekat-dekat-dekat.
“let me kiss you.” Katanya.
“enak aja! Ciuman gue mahal man!” kataku mendorongnya jatuh di kasur. Aku
cepat-cepat berdiri dan ingin keluar kamar. Tidak ingin nasibku buruk, ciuman
pertamaku dicuri oleh zayn si alis tebel tebel kayak shinchan -_-
Zayn menarik tanganku. Aku seperti refleks jatuh di pelukannya. Zayn mendekatkan
mukanya dengan cepat , aku ingin menolaknya, tetapi pelukan zayn terlalu kuat.
Dia menatapku lekat-lekat, jarak wajah kami hanya 1 cm loh. Aku bisa
merasakan nafasnya.
Treng trenggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg, zayn berhasil
mencium bibirku. Aku ingin menolak ciuman itu, tapi terlambat sudah. My first
kiss L
baibaii!! Aku sama sekali tidak ngerti berciuman, jadi aku hanya diam disitu.
menunggu kapan ciuman tak diundang ini selesai…………..
to be continued....
kritik saran dan comment jangan lupa yaaa thanks xx :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar