#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
' Concert '
PART 11
@venacornelya
bitches @yoshesese @tivonn @rikangg @vellenw
enjoy ya :)
maaf gaje xx thx
...............................................
‘Life is like hair. You need to shampoo it to make it feels better and you need to comb it to make it looks better.’
“Venaaa!!!!!! Bangun lah!” teriak Tivonli.
“kau mau ya digendong sama Harry? gak mau kan? Ayo bangun!” kata Yoshe. Aku cepat-cepat berdiri dan keluar dari pesawat. Geez ! digendong sama harry? membayangkannya saja aku uda mati berdiri durian,eh duluan.
So here I am, at JAPAN YOWWW! OW YEAAAA! LOVE THIS C-I-T-Y SO MUCH! BIG LOPE LOPESS FOR THIS COUNTRY!
“Mau berapa kali sih lo ritual ikan koinya?” tanya Niall tiba-tiba aku terkejut.aku menatapnya dengan kesal.
“Lo bisa gak sih satu hariiiiiiiiiii aja gak ganggu gue?” tanyaku kesal.
“hmmm mau kasi tau gak yA?” tanyanya yang bikin aku darah tinggi. Aku pergi berjalan meninggalkannya. Mereka memakai kimono yang membuat mereka tampak lucu. Aku berjalan bersama bestiesku. Kami tidak mau ada rumor rumor yang tidak diinginkan jadi kami berjalan dibelakang mereka. seketika di airport, banyak sekali blitz blitz yang hampir membutakan mataku.
Tapi da boys tampak biasa biasa aja. Dasar aneh ! kok ada ya manusia kayak lo lo lo semua? Huh!
“Beautiful…..” gumam Erika. Aku melihat salah satu poster di airport, mukanya mirip banget sama Vellen dan sangat cantik.
“vellen vellen! Lo lihat poster itu! Mirip sama lo !” kataku.
“Eh iya! Kok mirip banget!” kata yoshe, vellen hanya menatap aneh. Pasti dia ingin bilang ‘ mana ada! Aku hanya satu orang aja didunia! Palingan juga mereka oplas.’
“mana ada! Aku hanya satu orang aja didunia! Palingan juga mereka oplas!” ujar vellen. Tuhkan betul, vellen tidak suka ada yang mengatainya mirip. Dari kecil aku dan vellen selalu di bilang mirip. Banyak yang bilang, ini gak bohong padahal perbedaan kami beda drastisssss man.
“Hey! There look ! twins ! behind the One Direction!” kata seorang paparazzi dan kemudian blitz-blitz menghantam kami. Mengerikan. Tiba-tiba zayn memegang tanganku erat.
“Hey, jangan takut .” kata zayn menenangkan aku sampai akhirnya kami di hotel. Aku merinding didekat zayn. Ew banget deh sok baik ._. aku nanti kasih tau yoshe, kalau zayn gak se-oke yang dia kira.
“Yosheeeeee!!!!!!!” teriakku saat kami ada dikamar. Yoshe menoleh dengan muka mendongak.
“Zayn gak se-oke yang kamu bilang leeeeh!!” kataku ke yoshe. Yoshe menaikkan sebelah alismatanya.
“Iyaa beneran deh! Suer dower !” kataku meyakinkan yoshe.
“kamu benci dia ya? Ckckck….” Ujar yoshe singkat. Depakk?!!! Tiba-tiba ada telepon. Yoshe mengangkatnya
“Vena?” tanya yoshe di hape itu. Yoshe memberikan hapenya ke aku. Aku bbisik dari siapa.. yoshe bilang dari zayn, aku langsung bilang ‘ bilang aja aku gak ada disini.’ Yoshe mengacungkan jempolnya mantab.
“halo, zayn, kata vena dia gak ada disini.” Yoshe……. ARRGHH!!! AKU CEBURIN YOSHE YAA !! HUAAA!
Tiba-tiba yoshe menyodorkan hapenya. Aku mendengarnya.
“Halo..” sapa zayn.
“Vena is not here. Please leave a messages.” Ujarku singkat.
“Bohongg!” teriak Tivonli dengan kuat. Aku menatapnya dengan kesal.
“Lo jutek banget sih!” teriak zayn kuat, aku menjauhkannya dari telinga.
“ow… “ jawabku singkat.
“ntar gue ada konser..”
“hmm…”
“jadi gue gak ada disni…”
“hhmmm…” jawabku sambil meminum teh hangat.
“ Jadi lo, gue titipin ke harry sebentar, dia perginya agak telat.” Aku langsung menyemburkan tehku keluar.
“PRRRRUUUUUUUTTTTT! Hok hok hok… “ aku terbatuk-batuk.
“Gaje banget sih lo! Katanya mau konser! Tapi harry telat pergi. Ada pula yang keg gitu!” gerutuku kesal.
“Yeee…. Tau juga kali, gue hanya bercanda. Okay, ini serius…”
“hmmmm….” Aku menyedot the hangatnya dengan nikmat.
“gue nitipin lo ke louis dan niall.” Eehekkkk hok hok hokkkkk !!!! aku tersedak sehingga aku susah bernapas. Erika datang mengelus ngelus punggungku.
“HAHAHAHA!” ketawa zayn lantang.
“malesin deh lo.” Kata ku kesal.
“oke oke, ini serius.”
“gak ! gue gk mau dengar bye!”
“eeeeee iya ini serius dodol! Jadi gini loh… hmm ini ….” Apa sih zayn putu-putus.
“ini itu ini itu.. capcai deh.”
“lo ga mau ke konser kami? Yauda. Ntar M&G nya kalian ikutan lo… kalau lo gak mau ya uda.” Katanya.
“EEEEITSS,,, oke lah kalau begitu.” Kataku mengacungkan jari, mana mungkin zayn melihatnya. Wkwkwk
Aku menutup teleponnya. Aku bisa mati kalau setiap hari diteleponin zayn. Huh!
“So….ada apa?” tanya Vellen.
“kita…. Di ajak ke konser 1D, ntar ada M&G nya kita ikutan.” Kataku. Hening………..
“OH MAI GOD VEN OH MAI GODD AAAAAAA!!!” teriak mereka lantang. Aku terjungkir balek dari kursi. Dan kembali berdiri lagi. Aku mengelus-elus dadaku. Hampir saja mati.
“YOU ARE REALLY MY BEST FRIEND VENAA! LOVE YOU SO MUCHH!!” kata Yoshe langsung menguncang-guncangkan tubuhku dengan kuat. Ya tuhan aku masih belum mau mati nihh….
“i…yaa” jawabku terbata-bata. Mereka langsung memelukku selayaknya teletubies. Woah..!!
“aku tidak bisa napassss!!!” kataku. Mereka cepat-cepat melepaskan pelukannya dan aku menarik napas panjang. Hahuhahuhahuuuh!
2 jam kami memberes-beres. Akhirnya selesai, kami capcus ke konser jepang. Kami ada di ruang VIP mereka. diam-diam dong.. uda di hantam para zombies duluan… eh maksudku para wartawan… huahahahaha
“konser 1 menit lagi akan dimulai. Silahkan bersiap siap .” kata paul manajer 1D keknya…
“kamu vena?” tanya paul ke Vellen dan menatapku .
“yang mana vena? “ tanyanya sekali lagi.
“nihh..” kata vellen menunjuk ke aku.
“wow, twins. Okay , kamu akan menjadi bintang tamu di konser jepang. Besties kamu juga. jadi persiapkan diri kalian.” Katanya enteng lalu meninggalkan kami. Kami menatap dengan heran.
“vena…. Bin…bintang tamu?!kita bintang tamu?!!” tanya mereka histeris, aku mengiya-iyakan mukaku dengan pucat.
“oh iya,, vena kan phobia sama keramaian… gpp vena, kita akan menjagamu.” Kata Erika sok hebat, aku menatapnya dengan horor.
Kami didandan tipis oleh stylist nya. Aku bertemu babylux, yah comelan aku dong dari pada babylux… gak usah iri cucok bajaj yaaa :P
Aku baru sadar bahwa kami ada dibelakang panggung, aku mendengar mereka sedang bernyanyi lagu di depan panggung, aku tidak tau judul apa itu yaa aku kan bukan directioners ._.
“eh ,, itu lagu apa?” tanyaku ke Tivonli.
“Kiss you.” Katanya.
‘and let me kiss you’ end nya … harry suara harry , tak disangka kalau nyanyi suaranya wokee banget! stay classy vena, stay classy…. Wohh! Gotta do this!
‘ so here we are! Our starguess… Vena,Vellen,Yoshe,Tivonli and Erika! ‘ teriak Liam. Kami langsung berjejeran keluar dari belakang panggung, seketika blitz blitz menghantam kami, teriakan histeris penonton menyerbu kami. Aku hanya memaksakan senyumku , duhh.. kakiku bergetar.
“So…. What are we gonna do with our star guess ?” tanya si Louis. Gemaan suara penonton sangat kuat, sehingga tidak bisa mendengar mereka berbicara apa.
“hmm, ask them some questions? Not bad. Okay lets start.” Kata Liam.
“are you guys twins?” tanya Liam ke kita berdua, tapi yang ngejawab vellen.
“nope, just cousins.” Jawab vellen enteng. Aku hanya menatap lurus kedepan. Kosong pikiranku kosong,…
“this girl , called vena. Cute isn’t she?” sambung niall tiba-tiba. Mereka semua menjawab yess secara serempak, begitu juga penonton. Blitz kamera tidak berhenti menghantam kami.
“perfect besties, look at them guys… aren’t they perfect? Like angels..?” kata Louis.
Seketika jawaban lagi lagi sama, penonton histeris seketika.
“Well, guys.. can you sing a song?” tanya Harry.
Kami hanya cengengesan. Penonton mendukung kami untuk bernyanyi.
“Vena, nyanyi apa nih ? suaramu kan paling bagus, hmmm… safe and sound aja yah, kita bergantian.” Bisik vellen. Kiya mengangguk.
“Safe and sound?” tanya Tivonli di microphonenya. Seketika tepuk tangan dari penonton terdengar. Musik sudah mulai. Aku menarik napas panjang…..
‘ I remember tears streaming down your face when I said I’ll never let you go… when all those shadows almost killed your lights…….’ Vena
‘ I remember you said, don’t leave me here alone…. But all that’s dead and gone and passed tonight…’ vellen
‘just close your eyes the sun is going down you’ll be alright no one can hurt you now come morning light you and I’ll be safe and sound…’ kami berlima
‘ don’t you dare look out your window darling everything’s on fire ….’ Erika
‘ the war outside ourdoor keeps raging on…..’ tivonli
‘hold on to this lullaby even when the music’s gone… goneee..’ yoshe
Selanjutnya kami bernyayi bersama-sama. Lagi lagi tepuk tangan penonton tidak kalah meriahnya dibanding tadi.
“wow! Your voice sounds good guys!” ujar Liam.
“another questions ! from vellen!” ujar Louis. Aku menatapnya bingung, dia tersenyum bandel. OMG! Aku bakal dikerjain…. Huaaaa aku tak mau huh!!
“Who want to steal vena’s first kiss?” tanya Vellen lantang. Penonton histeris. Tiba-tiba daboys mengangkat tangannya semua. Aku menatap vellen kesal, dia hanya tersenyum ngakak. Penonton histeris lebih kuat lagi.
“I want !” ujar Louis bandel. dia mendekati aku, aku menjauh dari nya. Yang paling memalukan, aku dan louis seperti bermain kejar lari di panggung ._.
“Louis! Stop…” kataku capek, daboys hanya tertawa, penonton dan besties juga. aku menarik napas… hahuhahuhahuh…!
“just kidding, that’s fun! We should do that again sometimes…” ujar Louis ngakak. Penonton histeris. Ini sangat memalukan. Setelah konser berakhir, aku dan besties capcus ke hotel. Aku langsung menjatuhkan diriku di kasur.
“too much depression…” gumamku pelan. Aku menatap langit-langit kamar hotel dengan murung.
“Hei!” teriak seseorang dan lompat ke kasurku, aku terjerit histeris.
“sshshh!!” dia menutup mulutku dengan telapak tangannya yang besar, Harry ._.
“apa sih lo tuh! Mana bestiesku?” tanyaku. Bestiesku uda menghilang.
“ohh, mereka tinggalin lo. Mereka mau shopping, dan mereka lagi lihat lo bengong, jadi mereka gak mau ganggu.” Katanya.
“lalu lo kok bisa masuk ke kamar gue?” tanyaku bingung.
“pintunya gak tertutup rapat.” Jawabnya. Aku hanya membulatkan mulutku.
“lo masih marah sama gue?” tanyanya dengan cepat. Aku hampir tidak bisa mendengarnya.
“gak…. “ jawabku jujur. Aku memang sudah tidak marah lagi sama dia. gak punya hak..
“ooh… jadi, lo sama zayn hubungannya sejauh gini gimana?” tanyanya tiba-tiba, aku terkejut.
“hmm, baik baik saja.” Jawabku bohong.
“Lo, tau kan kalau zayn masih sama perrie?” tanyanya. Aku mendongak sekali lagi.
“hmmm, tau tau.” Jawabku bohong lagi.
“jadi lo kok masi mau sama dia?” tanyanya.
“yakan dia itu pacar pu…… ehh iya mmh itu….” Ujarku sembarangan, hampir saja aku keceplosan.
“Gaje lo!” katanya memukul pelan kepalaku. Aku mendorongnya jatuh dari kasur.
“hahahah---“ mulutku dimasukin tisue. Blueeek
“kenak lo! Hahah!” tawa Harry. aku menatap nya kesal.
“harry, aku mau ketemu bestiesku.” Kataku.
Harry’s POV
Deg! Omg!! Nononono, vena tidak boleh ketemuan sama bestiesnya. Bisa mati aku kalau dia tau bahwa bestiesnya ada dikamar ku dan membiarkanku masuk disini.
“sama gue aja disini nape….” Ujarku kesal.
“ew.. gak banget.” katanya.
“jahat lo!” kataku.
“wow gitu?” ujarnya. Aku menatapnya kesal.
“KALIANN!!!” marah seseorang didepan kami berdua. TAYLOR?!
Taylor berlari ke arah kami, pertama yang dia hantam itu si Vena, dia mendorong vena jatuh dari kasur, kepala vena terbentur ke lantai kuat…
to be continued ...
kritik saran dan comment jgn lupa thx xx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar