Senin, 21 Januari 2013

#1DLS ONE DIRECTION LOVE STORY

#1DLS
LUCKY GIRLS MET ONE DIRECTION
'IT'S JUST A DREAM!'
PART 7

@VenaCornelya
bitches : @tivonn @vellenw @rikangg @yoshesese

enjoy yaa :) xx
sorry kalau gaje :P

......................................................................................................................................


Wuaaah! Aku bangun menarik nafas dengan tergesa-gesa. Mimpi, tadi hanya mimpi. Hahuhahuhahuhahuhahu! Aku melihat ke arah jam masih menunjukkan 5 AM. Aku mencoba untuk tidur tapi tidak bisa. Jadi kuputuskan untuk berjalan-jalan ditaman.

To               : Harry Styles
Hey.. aku terbangun gara-gara kamu.

From         : Harry Styles
Haa? Kamu dimana sekarang? Biar aku nyusul.

To               : Harry Styles
Taman belakang. I’m waiting….

Benar-benar mimpi yang sangat buruk. Tapi disisi lain aku juga bermimpi indah, aku ditembak Harry? wush, ngomong apa barusan aku? Tidak tidak boleh.. aku tidak boleh mencintai Harry.

“Hey..” sapa seseorang dengan suara yang sangat familiar. Siapa lagi kalau bukan Harry?

“Hey..” balas ku singkat. Aku tidak berbalik ataupun menatapnya. Aku hanya menatap lurus ke depan, melihat pemandangan yang indah. Taman ini hanya ada aku dan Harry. lampu dimana-mana masih hidup, masih terang benderang. Indah, sangat indah.

“kau.. kenapa? Mimpi buruk ya?” tanyanya loso. Aku menatapnya kosong. Lalu berbalik menatap kedepan lagi.

“atau jangan-jangan, mimpiin aku nikah sama kamu ya? Asyik..” ujar Harry sok tahu. Aku langsung menatapnya tajam.

“Jangan terlalu berharap.” Jawabku datar.

“yasudah, aku pulang saja.” Kata Harry, langsung berbalik. Aku menahan lengannya, dia tersenyum.

“apa kau tega meninggalkan ku?” tanyaku pura-pura sedih dan memasang tampang-sok-memohon.

“kalau iya kenapa?” jawabnya tanpa merasa bersalah. Aku langsung melemparnya dengan bola salju tepat di mukanya. dia terlihat lucu saat terkejut. aku tertawa lepas, sungguh, ini sungguh moment indah. Dia mengejarku, aku berlari. Dia berhasil menangkapku dan kami berdua jatuh berguling-guling di taman bersalju ini.

“Hahahaaa..” tawaku lepas. Harry mengulurkan tangannya dan aku menerimanya, dia membantuku berdiri.

“Hahahaha… kau tidak apa-apa kan?” tanyanya serius. Aku hanya tersenyum tipis.

Perasaan apa ini? Aku selalu senang didekatnya. Jantungku berdebar tidak beraturan, it feels so strange. Really strange. Aku kembali mengingat mimpi itu semua… itu serasa benar-benar terjadi, aku berenang dengan mereka, aku pingsan, first kiss bersama Harry, aku menderita penyakit kanker otak. Dan aku meninggal? Haha! Amazing.

“kau tau, apa yang ku mimpikan tadi malam?” tanyaku ke Harry saat kami lagi duduk di bangku taman.

“apa? Aku dan kamu berciuman? Bagaimana rasanya? Itu hanya mimpi, bagaimana kalau yang beneran?” tanya Harry langsung mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku menatapnya kesal dan mencubit kuat pipinya. Dia mengerang kesakitan, hahaha. Mukanya sangat lucu sekali.

“hmm, mungkin. Rasanya tidak enak sama sekali. Sungguh. Aku mimpi kalau kamu tertabrak penjual eskrim walls. Tragis yah?” ujarku sembarangan sambil menahan tawaku ketika melihat muka Harry kesal. Tawa ku meledak seketika.

“apa yang kau tertawakan?” tanyanya kesal. Aku langsung menahan tawaku.

“tidak ada… aku bermimpi kita berpacaran. Rasanya…..” ucapanku terpotong oleh Harry.

“ISTIMEWAAA!!” teriak Harry dengan gaya lucunya, kedua telapak tangannya di letakkan dibawah dagunya. Dia mengedipkan mata lebih dari 5x.

“eh.. aku ti…” ucapanku dipotong lagi oleh harry.

“sudahlah, kau tau. Kau mungkin akan menjadi istriku dimimpi mu nanti.” Jawabnya ngasal.

“hey… aku bah…..” ucapanku lagi-lagi terpotong oleh Harry.

“Tidak apa-apa , kalau dimimpi.” Ujar Harry cepat. Aku menatapnya kesal. Dia menatapku heran.

“apa?” tanyanya memasang muka sepolos-polosnya, dia menyipitkan matanya dan melebarkanya seketika.

“apakah kau sedang PMS? Mengapa kau selalu marah?” tanyanya ngasal, aku melebarkan mataku. Pertanyaan menjijikkan.

“iya, aku sedang PMS…. Pengen Marah Selalu kau tau?” jawabku mencubit perutnya. Aku langsung bangkit dari bangku dan berjalan kembali ke hotel.

“heeyy, jangan PMS terus dong.. “ ujarnya sambil memasang tampang memelas.

“siapa yang tidak PMS kalau omongannya di potong terus?” gerutuku kesal.

Kami membuka kamar hotel dengan pelan, mereka sedang tidur. Jadi, kami diam-diam. Yeaah kami. Aku dan Harry. dia sendiri yang  ingin masuk kesini. Dia bilang ingin numpang pipis jadi kuperbolehkan lah. Aku langsung mengambil perlengkapan mandi dan baju ke toilet saat aku mendengar suara closet ditekan.


“hey, mau apa kau?” tanyanya.

“mau mandi dong, kau kan sudah selesai.” Kataku. Saat aku masuk ketoilet, dia belum juga keluar. Aku menatapnya kesal.

“keluarlah, aku mau mandi. Gimana bisa aku mandi kalau kamu disini?” ujarku cerewet. Dia langsung nyengir gak jelas.

“bisa dong, ngapain malu sama calon suami..” katanya ngasal , aku melebarkan bola mataku dan mendorongnya keluar dari kamar mandi. Kukunci kamar mandi dari dalam, dia mengetuk kecil pintu dan bilang ‘biarkanlah aku masuk,’ enak aja , dasar cowok ._.

Aku buru-buru mandi bebek, aku dan Harry lagi pengen beli bahan makanan untuk dimasak ntar. Biasa untuk para sahabat-sahabat-yang-tak-ber-tang-gung-ja-wab itu wkakakak.

“ayoo, keburu mereka bangun..” bisik harry langsung menarik tangan ku. aku hanya mengikutinya pergi, aku sama sekali tidak ngerti apa yang dia beli, sungguh.. sangat tidak mengerti.

“apa yang akan kita lakukan? Mengapa Kita sekarang ada ditoko tempat menjual pakaian dalam?” tanyaku bingung.

“ini…” harry menunjukkan sebuah celana dalam laki-laki yang bermerek ‘Calvin Klein’

“untuk apa? Kau kekurangan celana dalam huh?” tanyaku ngasal.

“ini, untuk tutupinn kepala dari minyak ntar..” kata harry langsung membayarnya dikasir. Waktu bayar, tukang kasirnya melongo melihat Harry.

“Are You Harry Styles from one direction? And she’s your new girl friend huh?” tanya perempuan yang tampak alim itu.

“bu….” Ucapanku lagi-lagi dipotong oleh Harry.

“iyep, thanks ya. See ya.” Ujar Harry ke kasir itu dan langsung menarik tanganku ke market. Beli daging ayam,sayur, bumbu… yang paling tidak nyaman adalah, dari tadi hingga sekarang harry tidak melepaskan pegangan tangannya dariku. Menyebalkan huh!

“Harry, lepaskan lah lenganku. Sakit.” Ujarku memelas. Dia melepaskan pegangannya, mulanya aku tersenyum saat dia melepaskannya, sekarang makin parah, tangannya ada di pinggangku. Melingkari pinggangku. Refleks ku cepat langsung menghindar.

“ugh, Harry kamu sangat genit.” Ujarku kesal.

“uda cepetan, uda mau bayar belum. Ayolah kita harus pulang, aku takut mereka akan mencariku.” Aku memohon ke Harry. tapi dia membiarkannya.

“hmmm,, oke oke uda..” aku tersenyum, “aeeh, wait belum masih ada yang kurang.” Sambung Harry, seketika wajahku berubah menjadi muram lagi. Harry , kau ini…

Kami sudah sampai di 1DbaseCamp. Sebelum mereka terbangun, Harry sudah mengirim sms ke bestiesku menyuruh mereka datang kesini tanpaku. Ugh!

“harry, toilet dimana?” tanyaku buru-buru, aduh kebelet nih.

Harry melirikku dari atas ke bawah, bawah ke atas, “Mau apa?” tanyanya tiba-tiba

“kau bilang neh? Aku ke toilet buat shopping gitu? Ya mau pipis la! Buruan cepetan!” aku menarik tangan harry keluar dari dapur, dia berjalan didepanku selayaknya seorang pemandu wisata. Dia membuka satu pintu , dan ohh itu toiletnya toh. Aku cepat-cepat masuk kedalam. Aku menatap ke Harry , dia melihatku dari atas ke bawah , bawah ke atas.

“hey! Tutup pintunya Harry, aku uda kebelet!” aku  menutup pintu toiletnya kuat.

Selesai pipis,  aku langsung ke dapur. Saat aku mau berbelok. “BRUK!” sebuah benda keras menghantam hidungku. Aku hanya memejamkan mataku.

to be continued ..

saran kritik dan comment jangan lupa
thnx xx :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar